Vasektomi Kurang Populer di Indonesia: Penyebabnya Karena Takut Kehilangan Vitalitas Sebagai Laki-Laki?

Senin, 01 Juli 2024 | 11:07 WIB
Vasektomi Kurang Populer di Indonesia: Penyebabnya Karena Takut Kehilangan Vitalitas Sebagai Laki-Laki?
ilustrasi Vasektomi Kurang Populer di Indonesia (freepik.com)

Suara.com - Vasektomi menjadi salah satu alternatif kontrasepsi untuk laki-laki dengan memutus saluran sperma dari testis. Hanya saja, prosedur ini masih sedikit dilakukan laki-laki di Indonesia.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K)., mengungkapkan bahwa saat ini angka vasektomi di Indonesia masih berada di bawah 2,5 persen. Angka tersebut masih kecil karena masih adanya stigma negatif terhadap prosedur vasektomi.

Menurut dr. Hasto, beberapa laki-laki menganggap vasektomi sama dengan proses kebiri. Mereka takut jika melakukan prosedur tersebut akan menghilangkan vitalitasnya sebagai laki-laki. Padahal, vasektomi berbeda dengan kebiri.

“Memang ada stigma. Mitosnya seperti misalkan seolah vasektomi itu seperti dikebiri. Dan itu jadi vitalitas laki-lakinya hilang, padahal sebenarnya enggak. Padahal vasektomi itu bukan dikebiri, tapi itu hanya diikat atau dipotong saluran kecilnya yang namanya vas deferens yang menyalurkan sperma dari testis keluar,” jelas dr. Hasto saat dihubungi Suara.com, Jumat (28/6/2024).

Selain, itu menurut dr Hasto, yang juga membuat para laki-laki merasa ragu adalah karena mereka takut mengalami gangguan ereksi atau kehidupan seksualnya terganggu.

“Ini sering masih salah kaprah dan persepsi sehingga dia ragu, karena persepsinya nanti mengurangi vitalitas. Kalau nanti khawatir vasektomi tidak bisa ereksi, atau emosional seksnya berkurang. Padahal sudah banyak yang dikerjakan dan mereka sudah memberikan testimoni masalah seksualitas tidak ada masalah,” ujar dr. Hasto lagi.

Oleh sebab itu, berbagai stigma negatif vasektomi yang berkaitan dengan kehidupan seksual dan kejantanan laki-laki sendiri tidak benar. Untuk membantah stigma ini, dari BKKBN sendiri merekrut beberapa orang yang sudah lakukan vasektomi untuk promosi dan menjelaskan kepada masyarakat luas.

Untuk Indonesia, terdapat beberapa provinsi yang memiliki angka vasektomi tinggi yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, kemudian Sumatera Utara. Beberapa angka yang tinggi itu karena banyaknya testimoni langsung dari beberapa orang yang sudah lakukan vasektomi sehingga semakin meluas.

Dr. Hasto berharap, beberapa wilayah lain juga bisa ada seseorang yang mau jalankan vasektomi. Hal ini bisa jadi promosi sekaligus testimoni kalau prosedur ini tidak seperti yang dipikirkan oleh masyarakat.

Baca Juga: Buntut Temuan Kondom Bekas Berserakan di RTH Angke, Satpol PP Rutinkan Penjagaan

Promosi berpengaruh karena yang melakukan kan motivator ini terdiri dari orang yang sudah divasektomi, jadi semakin banyak wilayah itu. Makanya akan semakin banyak yang ikut karena mereka memengaruhi dan menjadi motivator bagi pasangan usia subur lainnya,” pungkas dr. Hasto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI