Apa Itu Plasenta Akreta, Komplikasi Kehamilan yang Dapat Sebabkan Perdarahan Hebat Setelah Melahirkan

Vania Rossa

Kamis, 18 Juli 2024 | 12:18 WIB
Apa Itu Plasenta Akreta, Komplikasi Kehamilan yang Dapat Sebabkan Perdarahan Hebat Setelah Melahirkan
Ilustrasi Ibu Hamil mengalami Plasenta Akreta. (unsplash/freestock)

Suara.com - Persalinan bukanlah hal yang mudah dilalui oleh ibu hamil, karena selalu ada risiko mengintai yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah plasenta akreta yang dapat menyebabkan perdarahan hebat setelah melahirkan.

Mengutip dari Mayo Clinic, plasenta akreta adalah kondisi serius yang terjadi pada kehamilan ketika plasenta tumbuh terlalu dalam ke dinding rahim.

Umumnya, plasenta akan terlepas dari dinding rahim setelah persalinan. Namun, pada kasus plasenta akreta, sebagian atau seluruh plasenta tetap menempel dan hal ini dapat menyebabkan pendarahan hebat setelah melahirkan.

Penyebab Plasenta Akreta

Penyebab plasenta akreta memang belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga terkait dengan kelainan pada lapisan rahim, biasanya akibat jaringan parut yang terbentuk akibat operasi Caesar sebelumnya atau operasi rahim lainnya. Namun, terkadang plasenta akreta juga bisa terjadi tanpa riwayat operasi rahim.

Gejala Plasenta Akreta

Selama masa kehamilan, plasenta akreta umumnya tidak menimbulkan gejala. Namun, kondisi ini akan menjadi masalah ketika ibu hamil melahirkan. Idealnya, setelah melahirkan, plasenta akan terlepas dari dinding rahim. Akan tetapi, pada penderita plasenta akreta, sebagian atau seluruh plasenta tetap melekat erat ke dinding rahim karena tumbuh terlalu dalam dan dapat menyebabkan perdarahan hebat.

Faktor Risiko Plasenta Akreta

Plasenta akreta dapat terjadi pada setiap ibu hamil. Namun, ada beberapa faktor dapat meningkatkan risikonya. Salah satunya, menurut Dokter Spesialis Kandungan Sub Spesialis Fetomaternal National Hospital Surabaya, dr. Fransiscus Octavius Hari Prasetyadi, Sp.OG, adalah operasi Caesar pada persalinan sebelumnya.

baca juga

Menurutnya, lantaran banyaknya ibu hamil yang melahirkan lewat operasi Caesar, belakangan tenaga medis kerap mendapat tambahan kasus yang sebetulnya bisa dihindari, termasuk salah satunya plasenta akreta.

Berkat perkembangan teknologi, kondisi plasenta akreta ini bisa diprediksi dengan alat USG canggih yang ada saat ini. Saat periksa kehamilan, dokter bisa melihat kondisi pembuluh darahnya secara detail, sehingga waktu mau operasi, punya gambaran mana yang harus jadi fokus perhatian.

Oleh sebab itu, dr. Fransiskus berkeyakinan, jika ibu hamil bisa lahir normal, maka tak perlu melakukan operasi Caesar. Dengan begitu, risiko terjadinya plasenta akreta pun bisa dicegah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Dokter Tidak Rekomendasikan Ibu Hamil Lakukan Operasi Caesar

Alasan Dokter Tidak Rekomendasikan Ibu Hamil Lakukan Operasi Caesar

Health | Kamis, 18 Juli 2024 | 12:01 WIB

Full Coverage! Ini 3 Rekomendasi Cushion Lokal Aman untuk Bumil dan Busui

Full Coverage! Ini 3 Rekomendasi Cushion Lokal Aman untuk Bumil dan Busui

Your Say | Rabu, 17 Juli 2024 | 17:15 WIB

Selain Perut Turun seperti Syahrini, Ini Tanda Wanita Hamil akan Segera Melahirkan

Selain Perut Turun seperti Syahrini, Ini Tanda Wanita Hamil akan Segera Melahirkan

Lifestyle | Selasa, 16 Juli 2024 | 18:46 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB