Waspada! Aneurisma Otak Penyakit Mematikan, Membesar Seperti Balon dan Berpotensi Pecah

Riki Chandra Suara.Com
Kamis, 05 September 2024 | 18:02 WIB
Waspada! Aneurisma Otak Penyakit Mematikan, Membesar Seperti Balon dan Berpotensi Pecah
Tim dokter RS Paru didampingi dokter RSUD dr Soetomo melakukan operasi bedah saraf clipping aneurisma otak perdana di ruangan operasi RS Paru di Kabupaten Jember. [Dok.Antara]

Suara.com - Aneurisma otak adalah kondisi serius yang terjadi akibat pelebaran atau penonjolan pembuluh darah di otak, yang berisiko tinggi mengalami ruptur atau pecah.

Dr. Beny Rilianto, dokter saraf dari RSPON Mahar Mahardjono menjelaskan bahwa kondisi ini bisa diibaratkan seperti balon yang semakin membesar.

"Seiring waktu, balon ini bisa mencapai batas tertentu dan berpotensi pecah," ujar dr. Beny pada Kamis (5/9/2024).

Aneurisma otak berpotensi menyebabkan perdarahan subarachnoid, sebuah bentuk stroke yang ditandai dengan sakit kepala hebat dan penurunan kesadaran.

Faktor risiko aneurisma otak meliputi genetika, hipertensi, konsumsi alkohol, merokok, dan sindrom tertentu seperti sindrom Ehlers-Danlos. Wanita memiliki risiko lebih tinggi mengalami aneurisma otak dibandingkan pria, dengan rasio sekitar dua banding satu.

Penting untuk mengidentifikasi dan menangani aneurisma otak karena dapat menimbulkan komplikasi berbahaya. Ada dua jenis aneurisma utama: pecah (ruptur) dan tidak pecah (non-ruptur).

Aneurisma yang pecah dapat menyebabkan perdarahan subarachnoid, sering ditandai dengan sakit kepala hebat dan gangguan kesadaran, serta memerlukan penanganan medis segera.

Sekitar 85 persen kasus perdarahan subarachnoid disebabkan oleh aneurisma yang pecah. Sementara itu, aneurisma yang tidak pecah umumnya tidak menimbulkan gejala, sehingga beberapa orang mungkin tidak menyadari keberadaannya.

"Namun, aneurisma di area tertentu bisa menimbulkan gejala, seperti gangguan pada gerakan bola mata," katanya.

Deteksi awal aneurisma otak seringkali dilakukan melalui pencitraan medis seperti neuroimaging, yang membantu dokter dalam menentukan langkah penanganan lebih lanjut. Mengingat risiko dan dampak yang dapat ditimbulkan, kesadaran dan kewaspadaan terhadap aneurisma otak sangat penting untuk menjaga kesehatan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI