Cara Penanganan Cepat Serangan Jantung, PCI Jadi Solusi Selamatkan Pasien?

Riki Chandra

Rabu, 18 September 2024 | 16:03 WIB
Cara Penanganan Cepat Serangan Jantung, PCI Jadi Solusi Selamatkan Pasien?
Ilustrasi serangan jantung. [Dok.Istimewa]

Suara.com - Serangan jantung akut atau infark miokard akut merupakan kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan cepat. Penyakit ini berpotensi merusak jantung secara permanen dan berisiko tinggi terhadap keselamatan pasien jika tidak segera ditangani.

Penyebab utamanya adalah penyumbatan pada arteri koroner, yang biasanya disebabkan oleh pembekuan darah pada plak aterosklerosis. Plak ini terbentuk akibat penumpukan lemak di dinding arteri, menghambat aliran darah ke otot jantung.

Gejala serangan jantung yang paling umum meliputi nyeri dada yang menjalar ke lengan kiri, bahu, rahang bawah, serta sesak napas dan rasa mual. Kondisi ini memerlukan tindakan cepat agar kerusakan jantung dapat diminimalisir.

Di Rumah Sakit Siloam, penanganan serangan jantung akut dilakukan melalui protokol ketat yang dimulai dengan evaluasi cepat di IGD. Proses ini diikuti dengan tindakan medis seperti Percutaneous Coronary Intervention (PCI), sebuah prosedur yang bertujuan membuka penyumbatan di arteri koroner.

Menurut dr Antonia Anna Lukito, spesialis jantung dan pembuluh darah di RS Siloam Lippo Village Karawaci, PCI adalah metode medis yang efektif untuk memulihkan aliran darah ke jantung.

"Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah di lengan atau paha, lalu diarahkan ke arteri yang tersumbat," jelasnya, Rabu (18/9/2024).

Setelah kateter mencapai lokasi penyumbatan, balon kecil dipompa untuk membuka jalur, dan stent ditempatkan untuk menjaga arteri tetap terbuka. Salah satu keunggulan utama PCI adalah dapat dilakukan secara darurat ketika serangan jantung terjadi, mengurangi risiko kerusakan lebih lanjut pada jantung.

Proses PCI dilakukan di Catheterization Lab, ruang khusus dengan teknologi canggih yang memantau tindakan medis secara real-time. Selama prosedur, dokter memantau arteri jantung melalui fluoroskopi (pemeriksaan sinar-X langsung), memastikan lokasi penyumbatan dapat diatasi dengan tepat.

Rumah Sakit Siloam menerapkan penanganan terintegrasi yang efektif bagi pasien dengan serangan jantung. Tim medis yang terlatih dalam darurat kardiovaskular segera menangani pasien begitu tiba di IGD.

Pemeriksaan awal termasuk riwayat medis, fisik, serta EKG untuk mendeteksi pola abnormal pada jantung. Tes darah juga dilakukan untuk menilai tingkat kerusakan jantung dan menentukan tindakan lanjut.

Jika diperlukan, pasien akan dipindahkan ke Catheterization Lab untuk menjalani PCI dengan koordinasi yang cepat dan efisien antara tim medis. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemanis Buatan Picu Serangan Jantung dan Stroke? Ini Hasil Studi Terbaru

Pemanis Buatan Picu Serangan Jantung dan Stroke? Ini Hasil Studi Terbaru

Lifestyle | Jum'at, 21 Februari 2025 | 16:54 WIB

Awas! Serangan Jantung Mengintai Saat Natal: Ini Alasan dan Cara Mencegahnya

Awas! Serangan Jantung Mengintai Saat Natal: Ini Alasan dan Cara Mencegahnya

Health | Senin, 23 Desember 2024 | 19:15 WIB

Menonton TV Berlebihan Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung? Ini Penjelasan Pakar

Menonton TV Berlebihan Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung? Ini Penjelasan Pakar

Lifestyle | Rabu, 28 Agustus 2024 | 07:15 WIB

Terkini

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:05 WIB

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:48 WIB

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:40 WIB

×