Indonesia International Hospital Expo 2024: Pameran Kesehatan Terbesar di Asia Tenggara Segera Digelar

Agatha Vidya Nariswari | Dinda Rachmawati | Suara.com

Kamis, 10 Oktober 2024 | 10:03 WIB
Indonesia International Hospital Expo 2024: Pameran Kesehatan Terbesar di Asia Tenggara Segera Digelar
Indonesia International Hospital Expo 2024: Pameran Kesehatan Terbesar di Asia Tenggara (Dok. Kesehatan)

Suara.com - Indonesia International Hospital Expo ke-36, pameran industri kesehatan dan rumah sakit (RS) terbesar di Asia Tenggara, akan diselenggarakan pada 16-19 Oktober 2024 di Jakarta Convention Center (JCC). 

Pameran tahunan ini didedikasikan bagi pemilik dan CEO rumah sakit (RS), manajemen RS, tenaga kesehatan, divisi purchasing RS, kalangan perbankan, digital health provider, sales dan marketing alat kesehatan, anggota organisasi kesehatan, hingga masyarakat umum.

“Jumlah pengunjung tahun ini ditargetkan 12.000 orang per-hari sedangkan jumlah peserta pameran lebih dari 600 perusahaan dan insitusi. Capaian itu menjadikan acara ini sebagai pameran industri kesehatan terbesar di Asia Tenggara,” kata Direktur Marketing & Finance PT. Okta Sejahtera Insani, Yudha Imam Sutedja, penyelenggara Indonesia International Hospital Expo yang juga populer disebut Hospital Expo.

Selain pengunjung domestik, kata Yudha, setiap tahunnya pelaku sektor kesehatan dari berbagai negara juga menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin.

Penyelenggaraan Indonesia International Hospital Expo diselenggarakan berkolaborasi dengan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) yang secara paralel di waktu dan lokasi yang sama, melaksanakan rangkaian Kongres ke-16, Seminar Nasional ke-20 dan Seminar Tahunan Patient Safety ke-18, bertema ”Rumah Sakit Tumbuh, Tangguh, dan Berkualitas untuk Semua.” 

PERSI saat ini tercatat sebagai organisasi RS yang menghimpun 2.799 RS dari 32 provinsi serta menaungi 18 asosiasi RS.

"RS-RS peserta rangkaian acara PERSI serta kalangan kesehatan lainnya, setiap tahun memanfaatkan pameran ini sebagai momentum mengeksplorasi dan memenuhi kebutuhan atas produk dan jasa kesehatan terkini. Mereka memang sudah memasukan pameran ini sebagai agenda tahunan berbelanja peralatan baru maupun untuk kepentingan peremajaan atau update,” kata Yudha.

Yudha menjelaskan, para pengunjung dapat melihat bahkan mencoba langsung berbagai produk dan jasa, terutama alat kesehatan (alkes) terkini yang dipamerkan di area seluas 9.527 m2, ditempati 78% peserta dari Indonesia dan 22% global. 

Perusahaan global di antaranya berasal dari Tiongkok, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Austria, dan Amerika Serikat. Produk dan jasa kesehatan yang dipamerkan, terdiri atas ambulans, peralatan anastesi, peralatan laboratorium klinis dan reagen, consumables, peralatan gigi, alat diagnosis, alat sekali pakai, peralatan tindakan gawat darurat, endoscopy dan bronchoscopy, hingga ENT dan peralatan mata.

Adapula peralatan hemodialisa, tempat tidur RS, sistem informasi RS, peralatan dapur, mesin laundri, pakaian seragam medis, gas medis, layanan RS dan pelatihan, peralatan ortopedi, peralatan bedah, peralatan kecantikan, layanan bangunan kantor dan arsitektur, patient central monitor, farmasi dan peralatannya, peralatan fisioterapi, peralatan radiologi, peralatan pernafasan, peralatan sterilisasi, sistem pengolahan air limbah, peranti teknologi informasi, dan lain-lain.

Selain itu, diselengarakan pula Business Matching Forum yang menjadi kesempatan para pelaku industri kesehatan nasional, bertemu langsung dengan para buyer serta memperluas relasi dengan distributor dalam dan luar negeri.

Edukasi dan Penuhi Kebutuhan Alat Kesehatan Rumah Pribadi

Indonesia International Hospital Expo, setiap tahunnya juga memperhatikan kebutuhan masyarakat umum akan edukasi serta peralatan kesehatan pribadi. Di antaranya, alat cek gula darah, tekanan darah, termometer, kursi roda, kruk, hingga pemerah ASI. 

Terdapat pula pemeriksaan kesehatan gratis, seperti pengecekan gula darah, golongan darah, tekanan darah, lemak tubuh, asam urat, kolesterol, serta melakukan kegiatan donor darah.

Jangan lewatkan pula edukasi kesehatan yang terdiri atas tiga sesi temu wicara di Hall B JCC. Pada 17 Oktober 2024, pukul 9 hingga 12, akan berbicara Presiden Yayasan Multipel Sklerosis Indonesia (YMSI), R.A. Kanya Puspokusumo dan Sekretaris YMSI Dr. dr. Riwanti Estiasari, Sp.S (K) membawakan topik "Diagnosis MS/Neuromyelitis Optica (NMO) dan Pentingnya Menjaga Kualitas Hidup Setelah Terdiagnosis MS/NMO."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebiasaan Sepele Tapi Bisa Bikin Kena Penyakit Jantung

Kebiasaan Sepele Tapi Bisa Bikin Kena Penyakit Jantung

Lifestyle | Rabu, 09 Oktober 2024 | 14:42 WIB

Nikita Mirzani Lulusan Mana? Ledek Penyakit Mental Rachel Vennya, Ini Pendidikannya

Nikita Mirzani Lulusan Mana? Ledek Penyakit Mental Rachel Vennya, Ini Pendidikannya

Lifestyle | Rabu, 09 Oktober 2024 | 14:39 WIB

Mendorong Bali Menjadi Destinasi Utama Medical Tourism dengan Layanan Kesehatan Premium

Mendorong Bali Menjadi Destinasi Utama Medical Tourism dengan Layanan Kesehatan Premium

Health | Rabu, 09 Oktober 2024 | 13:09 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB