Penjelasan Batas Volume yang Aman Didengar

Suhardiman

Rabu, 16 Oktober 2024 | 15:47 WIB
Penjelasan Batas Volume yang Aman Didengar
Ilustrasi Suara. [shutterstock]

Suara.com - Volume suara merupakan ukuran intensitas bunyi yang diukur dalam satuan desibel (dB). Dalam fisika, bunyi adalah gelombang akustik yang merambat melalui media seperti udara, air, atau benda padat. Bunyi dapat didengar oleh manusia dalam rentang frekuensi 20 Hz hingga 20 kHz.

Tingkat tekanan bunyi yang aman untuk telinga manusia biasanya di bawah 85 dB untuk durasi maksimal delapan jam; paparan suara di atas batas ini dapat menyebabkan kerusakan pendengaran permanen

Volume suara yang aman untuk didengar oleh telinga manusia adalah dibawah 85 decibel (dB) untuk durasi maksimal delapan jam[3]. Berikut adalah klasifikasinya:

Volume Suara yang Aman

- Batasi Volume: Tidak lebih dari 60% dari kapasitas maximum headphone atau earbud untuk menghindari kerusakan pendengaran.
- Durasi Penggunaan: Istirahat setelah menggunakan headphone atau earbud maksimal 60 menit untuk memberikan istirahat kepada telinga.

Volume Suara di Sekitar

- Desibel 40-50 dB: Percakapan biasa sehari-hari[.
- Desibel 60 dB: Percakapan yang dilakukan dengan berteriak; suara hair dryer, blender.

Volume Suara yang Berpotensi Merusak

- Desibel 70-79 dB: Mesin penyedot debu, vacuum cleaner, alarm jam.
- Desibel 80-89 dB: Sepeda motor, kereta bawah tanah, bor tangan.
- Desibel 90 dB: Kereta bawah tanah, sepeda motor, bor pneumatik.

Volume Suara yang Sangat Berpotensi Merusak

- Desibel 100 dB: Bor pneumatik, kereta bawah tanah, konser musik rock.
- Desibel 110 dB: Alat pemotong rumput, gergaji, konser musik rock.
- Desibel 120 dB: Pesawat jet saat lepas landas, dan sirene.

Dengan mematuhi batasan volume suara dan durasi penggunaan, Anda dapat melindungi telinga Anda dari potensi kerusakan.

Dampak mendengarkan suara volume kuat

Mendengarkan suara volume kuat dapat memiliki dampak negatif yang signifikan pada kesehatan telinga dan overall kesehatan. Berikut adalah beberapa dampak yang dapat timbul:

1. Merusak Sel Rambut Telinga

- Sel Rambut Hancur: Suara yang terlalu keras dapat merusak sel rambut di dalam koklea (organ pendengaran), yang merupakan komponen kritikal dalam proses transduksi suara menjadi signal listrik yang dikirim ke otak.

2. Trauma Akustik

- Gangguan Pendengaran Akut: Kebisingan di atas 140 desibel, seperti ledakan keras, dapat menyebabkan trauma akustik yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran akut. Trauma ini dapat bersifat sementara namun kadang-kadang permanen.

3. Gangguan Kronis

- Paparan Panjang: Paparan suara yang kurang keras (sekitar 90 dB ke atas) dalam jangka waktu lama juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran kronis. Misalnya, terlalu banyak mendengarkan musik keras melalui headphone.

4. Peradangan Otak

- Reaksi Peradangan: Suara keras dapat merusak ujung saraf halus yang mentransfer informasi listrik dari sel rambut ke otak, berpotensi menyebabkan reaksi peradangan dalam otak itu sendiri. Hal ini dapat berkembang menjadi hilangnya kognisi, seperti demensia.

5. Stres Mental

- Mood Menjadi Buruk: Berada di tengah-tengah suara bising bisa membuat mood yang kita miliki menjadi buruk. Uring-uringan dan kecemasan meningkat di lingkungan yang berisik, menciptakan lebih banyak ‘kebisingan mental’ yang sulit untuk direlasikan atau mengidentifikasi pemicu kecemasan.

6. Melemahkan Sistem Imunitas

- Rentan Terhadap Infeksi: Paparan suara bising secara terus-menerus dapat memicu stres yang rentan muncul, sehingga kondisi ini bisa memicu infeksi dan pilek lebih mudah datang.

7. Masalah Jantung

- Detak Jantung Tidak Teratur: Musik jedag-jedug full bass dalam volume keras dapat menyebabkan atrial fibrillation (detak jantung tidak teratur), yang dapat menyebabkan pembekuan darah, stroke, dan gagal jantung.

Untuk menghindari dampak negatif ini, penting untuk membatasi paparan telinga terhadap suara yang terlalu kuat dan memilih peralatan pendengaran yang aman.

Batas volume yang aman untuk didengar manusia adalah di bawah 85 dB untuk durasi maksimal delapan jam, dan tidak melebihi 60% batas maksimal saat menggunakan headset atau earphone.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Mengosongkan Pikiran, Meditasi Ini Justru Mengajak Berdamai dengan Gejolak Batin

Bukan Mengosongkan Pikiran, Meditasi Ini Justru Mengajak Berdamai dengan Gejolak Batin

Health | Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:09 WIB

Ambulans Udara hingga Dokter Terbang: Salah Kaprah Pemerintah Sikapi Masalah

Ambulans Udara hingga Dokter Terbang: Salah Kaprah Pemerintah Sikapi Masalah

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:20 WIB

Layanan Kesehatan NTT Dikebut Pulih Usai Gempa M7,7, RS Mobil Dikirim ke Nagekeo

Layanan Kesehatan NTT Dikebut Pulih Usai Gempa M7,7, RS Mobil Dikirim ke Nagekeo

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:47 WIB

Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit

Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:34 WIB

Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?

Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:26 WIB

Perkuat Kepatuhan Badan Usaha, BPJS Kesehatan Dorong Pemanfaatan Ekosistem OSS

Perkuat Kepatuhan Badan Usaha, BPJS Kesehatan Dorong Pemanfaatan Ekosistem OSS

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:21 WIB

Nasib Anak Autisme di Gaza, Suara Ledakan Bom Perparah Sistem Pertahanan Saraf

Nasib Anak Autisme di Gaza, Suara Ledakan Bom Perparah Sistem Pertahanan Saraf

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:40 WIB

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Gaya Hidup Makin Sibuk, Vitamin dan Mineral Jadi Pilihan Sehari-Hari untuk Jaga Kesehatan

Gaya Hidup Makin Sibuk, Vitamin dan Mineral Jadi Pilihan Sehari-Hari untuk Jaga Kesehatan

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:24 WIB

Punya Banyak Peran dan Tekanan, Perempuan Perlu Jaga Kenyamanan Fisik dan Mental

Punya Banyak Peran dan Tekanan, Perempuan Perlu Jaga Kenyamanan Fisik dan Mental

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:01 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×