Kenali Penyakit Sifilis Sejak Dini, IDI Botawa Berikan Informasi Pengobatan

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 20 Desember 2024 | 15:11 WIB
Kenali Penyakit Sifilis Sejak Dini, IDI Botawa Berikan Informasi Pengobatan
Ilustrasi pencegahan sifilis. (Freepik)

Suara.com - Menurut informasi dari idibotawa.org, salah satu penyakit yang berbahaya bagi wanita adalah sifilis. Sejak tahun 2022, jumlah penderita sifilis di Indonesia mencapai 20.783 kasus. Tercatat sebanyak 12.484 kasus sifilis, jumlah ini semakin naik hingga 70% dalam lima tahun terakhir. Bakteri treponema pallidum adalah penyebab infeksi menular seksual (IMS).

Ikatan Dokter Indonesia Cabang Botawa menjelaskan bahwa sifilis merupakan sebuah. Penyakit yang dapat ditularkan melalui kontak seksual dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan jika tidak diobati.

IDI Botawa juga menjelaskan bahwa penderita sifilis paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Provinsi dengan jumlah kasus sifilis tertinggi pada tahun 2022 adalah Papua, dengan 3.864 kasus. Provinsi-provinsi lain dengan jumlah kasus sifilis tinggi adalah Bali, Banten, dan Jawa Timur.

IDI selanjutnya melakukan penelitian terkait penyakit sifilis, apa saja penyebab seseorang mengidap penyakit sifilis kemudian rekomendasi obat yang dapat diberikan bagi penderitanya.

Apa saja penyebab terjadinya penyakit sifilis?

Dilansir dari laman https://idibotawa.org, penyakit sifilis, atau yang dikenal juga sebagai raja singa, adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri treponema pallidum. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Faktor penyebabnya meliputi:

1. Hubungan seksual tanpa pengaman

Alat kontrasepsi yang digunakan untuk mencegah kehamilan dan penyebaran penyakit menular seksual (PMS) adalah kondom. Tidak menggunakan kondom saat berhubungan seksual meningkatkan risiko tertular sifilis, terutama jika pasangan tidak diketahui status kesehatannya.

2. Kontak dengan luka

baca juga

Selain itu, penyakit sifilis juga dapat menular tanpa melakukan hubungan seksual jika seseorang bersentuhan langsung dengan luka atau lesi sifilis pada kulit atau selaput lendir penderita.

3. Penularan dari ibu ke bayi

Sifilis kongenital adalah penyakit yang menular dari ibu hamil ke janin selama kehamilan. Jika ibu menginfeksi janin sebelum kelahiran, kemungkinan bayi terkena penyakit tersebut meningkat.

4. Kondisi kesehatan yang melemahkan sistem imun

Penderita HIV/AIDS atau mereka dengan sistem imun yang lemah memiliki risiko lebih tinggi terkena sifilis dan infeksi lainnya. Penting bagi Anda untuk rutin cek kesehatan pada dokter untuk mencegah adanya berbagai penyakit, terutama sifilis.

Apa saja obat yang direkomendasikan untuk mengobati sifilis?

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Botawa menjelaskan pengobatan sifilis umumnya dilakukan dengan menggunakan antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab infeksi. Berikut adalah beberapa obat yang direkomendasikan untuk mengobati sifilis meliputi:

1. Penisilin

Penisilin adalah pengobatan utama untuk semua tahap sifilis dan sangat efektif dalam mengatasi infeksi ini. Untuk sifilis tahap awal, biasanya diberikan suntikan dosis tunggal. Untuk stadium lanjut atau laten, dosis tambahan mungkin diperlukan.

2. Tetracycline

Tetracycline adalah obat sifilis selanjutnya. Dosis yang diberikan dokter biasanya 500 mg empat kali sehari selama dua minggu untuk sifilis tahap awal, untuk stadium laten, dosisnya dapat diperpanjang. Namun obat ini tidak cocok untuk ibu hamil.

3. Azithromycin

Meskipun efektif, azithromycin tidak selalu menjadi pilihan utama dibandingkan penisilin sebagai obat sifilis. Dokter akan meresepkan dosis awal 2 gram secara oral untuk sifilis dini, untuk sifilis laten lanjut, 500 mg pada hari pertama, diikuti dengan 250 mg per hari selama empat hari.

Setelah pengobatan, penting bagi pasien untuk menjalani tes darah secara berkala untuk memastikan bahwa infeksi telah sembuh sepenuhnya. Selama proses pengobatan, disarankan agar pasien menunda aktivitas seksual sampai dinyatakan sembuh oleh dokter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali Penyakit Kanker Serviks, IDI Borong Berikan Informasi Pengobatan

Kenali Penyakit Kanker Serviks, IDI Borong Berikan Informasi Pengobatan

Health | Jum'at, 20 Desember 2024 | 14:55 WIB

7 Pengobatan Ampuh untuk Mengatasi Masalah Kulit Kering yang Wajib Kamu Coba

7 Pengobatan Ampuh untuk Mengatasi Masalah Kulit Kering yang Wajib Kamu Coba

Health | Jum'at, 20 Desember 2024 | 08:31 WIB

Cegah Infeksi pada Ginjal, IDI Kota Bandar Lampung Memberikan Informasi Pengobatan

Cegah Infeksi pada Ginjal, IDI Kota Bandar Lampung Memberikan Informasi Pengobatan

Health | Selasa, 17 Desember 2024 | 16:20 WIB

Cegah Abses Paru Sejak Dini, IDI Kota Bajawa Berikan Informasi Pengobatan

Cegah Abses Paru Sejak Dini, IDI Kota Bajawa Berikan Informasi Pengobatan

Health | Selasa, 17 Desember 2024 | 16:13 WIB

Kenali Penyakit Bintitan pada Mata, IDI Kota Tegal Berikan Informasi Pengobatan

Kenali Penyakit Bintitan pada Mata, IDI Kota Tegal Berikan Informasi Pengobatan

Health | Senin, 16 Desember 2024 | 14:49 WIB

Kenali Penyebab Pneumonia Pada Anak, IDI Kota Rembang Berikan Informasi Pengobatan

Kenali Penyebab Pneumonia Pada Anak, IDI Kota Rembang Berikan Informasi Pengobatan

Health | Minggu, 15 Desember 2024 | 17:49 WIB

Terkini

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB

×