Kenali Penyakit Kanker Serviks, IDI Borong Berikan Informasi Pengobatan

Jum'at, 20 Desember 2024 | 14:55 WIB
Kenali Penyakit Kanker Serviks, IDI Borong Berikan Informasi Pengobatan
Ilustrasi pencegahan kanker serviks. (Freepik)

Suara.com - Menurut informasi dari idiborong.org, salah satu penyakit yang berbahaya bagi wanita adalah kanker serviks. Sejak 2021, jumlah kasus kanker serviks di Indonesia mencapai 36.633 kasus, atau 17,2% dari total kasus kanker pada wanita. Jumlah kematian akibat kanker serviks juga tinggi, mencapai 21.003, atau 19,1% dari total kematian akibat kanker di Indonesia.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Borong menjelaskan bahwa kanker serviks adalah penyakit yang terjadi ketika sel-sel di leher rahim (serviks) tumbuh secara tidak normal dan membentuk tumor ganas.

IDI Borong juga menjelaskan kanker serviks seringkali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal dan dapat berkembang pada sel-sel di leher rahim. Namun, seiring perkembangan penyakit, terjadi pendarahan vagina yang tidak normal, termasuk pendarahan setelah berhubungan seksual.

IDI selanjutnya melakukan penelitian terkait kanker serviks, apa saja penyebab seseorang mengidap penyakit kanker serviks dan rekomendasi obat yang dapat diberikan bagi penderitanya.

Apa saja penyebab terjadinya penyakit kanker serviks?

Dilansir dari laman https://idiborong.org, kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi pada wanita. Penyebab utama kanker serviks masih belum sepenuhnya dipahami, tetapi ada beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini. Berikut adalah penyebab utama kanker serviks meliputi:

1. Penyakit menular seksual (PMS)

Penyakit menular seksual (PMS) disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, atau parasit yang ditularkan melalui hubungan seksual. Wanita yang memiliki riwayat penyakit menular seksual seperti klamidia, gonore, atau sifilis lebih rentan terhadap kanker serviks. Infeksi HPV juga sering muncul bersamaan dengan PMS lainnya.

2. Perilaku seksual berisiko

Baca Juga: Pengobatan Kanker dengan Terapi Gen: Inovasi Masa Depan

Memulai aktivitas seksual pada usia muda (di bawah 20 tahun), berganti-ganti pasangan seksual, dan berhubungan seksual tanpa menggunakan kondom meningkatkan risiko terinfeksi HPV.

3. Penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang

Alat kontrasepsi digunakan untuk mencegah kehamilan, menjarangkan kehamilan, atau mencegah kehamilan sama sekali. Penggunaan pil KB selama lebih dari lima tahun dapat meningkatkan risiko kanker serviks.

4. Obesitas dan pola hidup tidak sehat

Wanita dengan berat badan berlebih dan pola makan yang buruk (kurang konsumsi buah dan sayur) juga berisiko lebih tinggi terkena kanker serviks.

Apa saja obat yang direkomendasikan untuk pengidap kanker serviks?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI