Banjir Surut, Penyakit Datang! Kenali 7 Ancaman Kesehatan Ini

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Jum'at, 31 Januari 2025 | 14:59 WIB
Banjir Surut, Penyakit Datang! Kenali 7 Ancaman Kesehatan Ini
Ilustrasi banjir (Freepik)

Suara.com - Akhir-akhir ini, curah hujan yang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia menyebabkan banjir yang melanda banyak daerah. Bencana ini tidak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan potensi timbulnya berbagai penyakit. Berikut adalah penyakit pasca banjir yang patut diwaspadai.

Banjir adalah salah satu bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia, terutama di daerah dengan sistem resapan air yang kurang memadai. Genangan air yang lama di permukiman dan lingkungan sekitar menjadi tempat berkembang biaknya kuman dan sumber penyakit, sehingga kesehatan masyarakat pun terancam.

Oleh karena itu, penting untuk mewaspadai penyakit-penyakit yang timbul usai banjir, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah yang terdampak banjir. Berikut adalah beberapa penyakit pasca banjir seperti disadur dari laman Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI dan sumber lainnya, Jumat (31/1/2025).

Penyakit yang Sering Muncul Pasca Banjir

Banjir menciptakan kondisi yang mendukung berkembangnya berbagai jenis penyakit. Kelembapan yang tinggi, genangan air, dan kurangnya sanitasi dapat mempercepat penyebaran kuman, virus, parasit, dan bakteri yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Beberapa penyakit yang umum terjadi pasca banjir antara lain:

1. Diare

Penyakit ini merupakan salah satu yang paling sering muncul pasca banjir, disebabkan oleh kontaminasi makanan atau air yang terinfeksi bakteri, virus, atau parasit. Masyarakat yang terpapar banjir berisiko tinggi mengalami diare jika tidak menjaga kebersihan makanan dan minuman mereka. Gejala diare di antaranya yaitu buang air besar cair secara terus-menerus, kram perut, dan dehidrasi.

2. Demam Berdarah

Penyakit demam berdarah seringkali meningkat selama musim hujan, terutama saat banjir. Virus dengue yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dapat berkembang biak dengan cepat di genangan air. Gejala yang muncul meliputi demam tinggi, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, serta muncul bintik merah di kulit. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan syok atau perdarahan.

3. Leptospirosis

Leptospirosis adalah infeksi bakteri yang ditularkan melalui air atau tanah yang terkontaminasi urin hewan, seperti tikus. Orang yang terpapar air banjir berisiko terkena leptospirosis, yang dapat menyebabkan gejala seperti sakit kepala, mual, muntah, nyeri otot, hingga gagal ginjal jika tidak segera diobati.

4. Demam Tifoid

Penyakit tifoid disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi yang dapat menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi.

Gejala utama penyakit ini adalah demam tinggi, sakit kepala, sakit perut, dan diare. Tanpa penanganan yang tepat, demam tifoid bisa mengarah pada komplikasi serius, seperti pneumonia dan infeksi organ lainnya.

5. Malaria

Malaria disebabkan oleh infeksi parasit Plasmodium yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles. Selama musim hujan dan banjir, kondisi yang lembap dan adanya genangan air menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk ini.

Gejala malaria meliputi demam tinggi, menggigil, serta nyeri tubuh. Jika tidak diobati, malaria bisa menyebabkan komplikasi yang lebih serius, seperti malaria serebral.

6. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Cuaca lembap dan udara yang dingin selama musim hujan dapat memperburuk kondisi pernapasan, menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut. Gejalanya meliputi batuk, pilek, dan sesak napas, yang jika dibiarkan bisa berkembang menjadi pneumonia.

7. Penyakit Kulit

Genangan air banjir juga dapat menyebabkan infeksi kulit, seperti gatal-gatal, dermatitis, atau luka yang terinfeksi bakteri. Lingkungan yang lembap dan terkontaminasi dapat memperburuk kondisi kulit.

Pencegahan Penyakit Pasca Banjir

Mencegah penyakit pasca banjir memerlukan langkah-langkah pencegahan yang tepat, antara lain menjaga kebersihan diri, lingkungan, dan tubuh. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko terkena penyakit pasca banjir:

1. Menjaga Kebersihan

Kebersihan adalah kunci utama untuk mencegah penyebaran penyakit. Pastikan untuk mencuci tangan secara rutin, terutama setelah menggunakan toilet atau sebelum makan. Hindari mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi dan pastikan air yang digunakan telah dimasak atau disaring dengan baik.

2. Memperkuat Daya Tahan Tubuh

Memperkuat sistem imun tubuh dapat membantu mencegah infeksi. Konsumsi makanan bergizi, cukup tidur, dan berolahraga secara teratur, bahkan saat musim hujan, untuk menjaga tubuh tetap bugar dan siap melawan penyakit.

3. Menghindari Gigitan Nyamuk

Untuk mencegah penyakit seperti demam berdarah dan malaria, hindari gigitan nyamuk dengan menggunakan lotion atau semprotan anti-nyamuk dan mengenakan pakaian berlengan panjang serta celana panjang. Selain itu, pastikan tempat penampungan air di rumah tertutup rapat dan bersih dari genangan yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

4. Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Jika mengalami gejala penyakit pasca banjir seperti demam, diare, atau nyeri tubuh, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Deteksi dini dapat mencegah penyakit berkembang menjadi lebih serius.

5. Vaksinasi

Vaksinasi untuk penyakit seperti influenza, hepatitis A, dan demam berdarah dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit-penyakit yang umum muncul selama musim hujan dan pasca banjir.

Demikianlah informasi terkait penyakit pasca banjir dan cara pencegahannya. Semoga bermanfaat.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menyelami Depresi dan Harapan dalam Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

Menyelami Depresi dan Harapan dalam Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

Your Say | Jum'at, 31 Januari 2025 | 11:19 WIB

Banjir Rendam 6 Desa di Kapuas Tengah, Ribuan Jiwa Terdampak!

Banjir Rendam 6 Desa di Kapuas Tengah, Ribuan Jiwa Terdampak!

Video | Kamis, 30 Januari 2025 | 19:00 WIB

Jakarta Kebanjiran usai Hujan Ekstrem, Kok Pj Gubernur Malah Bersyukur, Mengapa?

Jakarta Kebanjiran usai Hujan Ekstrem, Kok Pj Gubernur Malah Bersyukur, Mengapa?

News | Kamis, 30 Januari 2025 | 20:00 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB