Mengenal Zero Fluoroscopy, Pilihan Baru Tindakan Jantung

Budi Arista Romadhoni

Rabu, 14 Mei 2025 | 13:17 WIB
Mengenal Zero Fluoroscopy, Pilihan Baru Tindakan Jantung
Ilustrasi Jantung. (pixabay/johannes burtland)

Suara.com - Inovasi dalam dunia kedokteran terus berkembang untuk menjawab tantangan keselamatan dan kenyamanan pasien.

Salah satu terobosan penting datang dari dunia kardiologi, yakni teknik zero fluoroscopy, sebuah prosedur intervensi jantung yang dilakukan tanpa menggunakan sinar-X.

Metode ini tidak hanya menghadirkan solusi yang lebih aman bagi pasien jantung, tetapi juga menjawab kebutuhan penanganan yang ramah terhadap anak-anak, pasien dengan gangguan ginjal, hingga mereka yang membutuhkan perawatan khusus.

Zero fluoroscopy adalah metode intervensi non-bedah yang memungkinkan tindakan pada struktur jantung tanpa risiko paparan radiasi.

Biasanya, intervensi jantung dilakukan dengan bantuan fluoroskopi atau sinar-X untuk memandu prosedur, namun hal ini menimbulkan risiko paparan radiasi, terutama jika dilakukan berulang atau pada pasien yang lebih rentan terhadap efek radiasi.

Menurut DR dr Sidhi Laksono, Sp.JP, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis kardiologi intervensi dari RS Siloam Jantung Diagram Cinere, teknik zero fluoroscopy menawarkan pendekatan yang sepenuhnya aman dari radiasi.

"Zero fluoroscopy adalah prosedur intervensi non-bedah yang tidak menggunakan sinar radiasi," jelas dr Sidhi dikutip dari ANTARA pada Rabu 14 Mei 2025.

Penyakit jantung struktural, target utama dari prosedur ini, merupakan kelainan yang terjadi pada anatomi jantung seperti katup, dinding jantung, atau pembuluh darah besar.

Penyakit ini bisa bersifat bawaan sejak lahir atau berkembang seiring waktu akibat penuaan, infeksi, atau penyakit lain.

baca juga

Tidak seperti penyakit jantung koroner yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah, penyakit jantung struktural memengaruhi fungsi mekanis jantung, contohnya pada katup yang mengalami kebocoran atau penyempitan sehingga mengganggu aliran darah.

Dalam praktiknya, kebocoran pada sekat jantung dapat ditangani tanpa perlu melakukan operasi terbuka, berkat akurasi tinggi dari teknik zero fluoroscopy.

Tidak hanya itu, metode ini juga sangat ideal untuk pasien dengan gangguan ginjal.

DR. dr. Sidhi Laksono, Sp.JP, Subsp.KI(K), FIHA, MARS, MH, CPHM, FISQUA dokter spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis kardiologi intervensi di RS Siloam Jantung Diagram saat sedang melakukan tindakan medis. [ANTARA/HO]
DR. dr. Sidhi Laksono, Sp.JP, Subsp.KI(K), FIHA, MARS, MH, CPHM, FISQUA dokter spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis kardiologi intervensi di RS Siloam Jantung Diagram saat sedang melakukan tindakan medis. [ANTARA/HO]

Dalam prosedur fluoroscopy konvensional, penggunaan zat kontras diperlukan untuk membantu visualisasi, namun zat ini bisa memperparah kondisi pasien dengan fungsi ginjal yang lemah.

"Untuk memandu tindakan, kami menggunakan modalitas pencitraan lain seperti TEE, yang memberikan tampilan struktur jantung secara detail. Ini sangat bermanfaat bagi pasien dengan gangguan ginjal karena tidak perlu zat kontras,” kata dr Sidhi.

Metode zero fluoroscopy mengandalkan teknologi pencitraan non-radiasi seperti Trans-Esophageal Echocardiogram (TEE), yang bekerja dengan cara mengirimkan gelombang ultrasonik dari alat yang dimasukkan ke kerongkongan untuk menampilkan struktur jantung secara real-time dan akurat di layar monitor.

Sebelum menjalani prosedur ini, pasien akan melalui proses konsultasi bersama tim medis yang terdiri dari dokter spesialis jantung intervensi struktural, dokter spesialis jantung ahli ekokardiografi, dan dokter spesialis anestesi.

Pasien juga diharuskan berpuasa selama 6 hingga 8 jam karena alat TEE dimasukkan melalui esofagus.

Setelah pasien diberikan anestesi, alat TEE dimasukkan ke kerongkongan untuk menampilkan kondisi jantung.

Selanjutnya, dokter akan memasukkan kateter melalui pembuluh darah di paha (baik arteri maupun vena femoralis), tergantung dari lokasi kebocoran yang ingin ditangani.

Kateter ini kemudian diarahkan menuju area jantung yang mengalami gangguan dan dilakukan tindakan penutupan kebocoran.

Prosedur ini biasanya memakan waktu antara satu hingga dua jam sejak anestesi diberikan.

Pasien yang menjalani prosedur ini umumnya menjalani rawat inap selama lima hari, terdiri dari dua hari sebelum prosedur dan tiga hari setelah tindakan. Jika diperlukan, pasien juga diberikan antibiotik guna mencegah infeksi.

Dari sisi keamanan, prosedur ini sangat minim efek samping karena tidak menggunakan sinar radiasi.

Adapun efek samping ringan yang mungkin terjadi, seperti mual atau muntah, biasanya berkaitan dengan efek anestesi yang wajar dalam prosedur medis.

“RS Siloam Jantung Diagram adalah rumah sakit khusus jantung yang berlokasi di Cinere yang didukung oleh tim dokter berpengalaman dan teknologi terkini untuk menangani berbagai jenis gangguan jantung," ujar dr Sidhi.

Lebih jauh, dr Sidhi juga menekankan keunggulan RS Siloam Jantung Diagram sebagai pelopor dalam pelaksanaan metode zero fluoroscopy secara rutin di Indonesia.

Keberhasilan metode ini tidak terlepas dari keahlian tim medis serta teknologi pencitraan canggih yang digunakan dalam setiap tindakan.

"Kami menjadi salah satu dari sedikit rumah sakit di Indonesia yang sudah rutin melakukan prosedur zero fluoroscopy, prosedur tanpa radiasi yang aman dan nyaman bagi pasien, ditangani langsung oleh tenaga medis yang ahli di bidangnya,” pungkasnya.

Dengan hadirnya prosedur zero fluoroscopy, dunia medis kini memiliki alternatif yang lebih aman dan efektif untuk menangani penyakit jantung struktural, sekaligus memberikan harapan baru bagi pasien yang sebelumnya terbatas oleh risiko paparan radiasi atau gangguan organ lain. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspadai 5 Tanda Jantung Bermasalah yang Sering Diabaikan

Waspadai 5 Tanda Jantung Bermasalah yang Sering Diabaikan

News | Selasa, 13 Mei 2025 | 22:36 WIB

Waspada! Ini Kebiasaan yang Bisa Menyebabkan Kerusakan Jantung

Waspada! Ini Kebiasaan yang Bisa Menyebabkan Kerusakan Jantung

News | Sabtu, 10 Mei 2025 | 16:50 WIB

Penyakit Jantung Masih Jadi Pembunuh Utama, Layanan Terpadu RS Ini Jadi Harapan Baru Bagi Pasien

Penyakit Jantung Masih Jadi Pembunuh Utama, Layanan Terpadu RS Ini Jadi Harapan Baru Bagi Pasien

Health | Kamis, 08 Mei 2025 | 09:58 WIB

Terkini

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

×