Penyakit Jantung Masih Jadi Pembunuh Utama, Layanan Terpadu RS Ini Jadi Harapan Baru Bagi Pasien

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 08 Mei 2025 | 09:58 WIB
Penyakit Jantung Masih Jadi Pembunuh Utama, Layanan Terpadu RS Ini Jadi Harapan Baru Bagi Pasien
ilustrasi penyakit jantung (freepik.com/drazenzigic)

Suara.com - Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Data Global Burden of Disease dan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) periode 2014–2019 menunjukkan penyakit ini terus mendominasi sebagai penyumbang utama angka kematian.

Kenaikan prevalensi juga tercatat dalam Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), dari 0,5% pada 2013 menjadi 1,5% pada 2018.  Menanggapi situasi ini, sejumlah rumah sakit meningkatkan kapasitas layanan.

Salah satunya adalah Brawijaya Saharjo yang menghadirkan BraveHeart Center—layanan jantung terpadu dengan teknologi seperti Hybrid Operating Theatre. Fasilitas ini memungkinkan tindakan bedah dan non-bedah dilakukan bersamaan, misalnya dalam kasus diseksi aorta yang kompleks.

Penanganan penyakit jantung.
Penanganan penyakit jantung.

BraveHeart dilengkapi teknologi canggih bernama Hybrid Operating Theatre—ruang operasi modern yang memungkinkan dokter melakukan operasi dan tindakan non-bedah sekaligus. Fasilitas ini berguna untuk menangani kasus rumit, seperti diseksi aorta (robekan di pembuluh darah besar), yang butuh penanganan cepat dari dua spesialis berbeda: ahli bedah jantung dan dokter intervensi pembuluh darah.

Di bawah kepemimpinan kardiolog senior Dr. dr. Muhammad Yamin, BraveHeart menangani prosedur lanjutan seperti ablasi aritmia, pemasangan pacu jantung, operasi katup, hingga intervensi jantung anak.

Sementara itu, dr. Sugisman memaparkan berbagai prosedur bedah jantung yang tersedia di BraveHeart, mulai dari bedah konvensional hingga teknik minimal invasif untuk penyakit jantung koroner, kelainan katup, pembuluh darah besar, dan jantung bawaan.

Ia menambahkan bahwa pendekatan minimal invasif memberikan banyak keuntungan seperti masa rawat lebih singkat, pemulihan cepat, dan kualitas hidup pasien yang lebih baik.

Tidak pandang bulu

Penyakit jantung tak pandang bulu. Meski mematikan, penyakit ini sebagian besar bisa dicegah lewat kebiasaan hidup sehat sejak dini. Penyakit jantung mencakup berbagai kondisi kardiovaskular, masing-masing dengan penyebab berbeda. Aritmia misalnya, bisa dipicu oleh diabetes, tekanan darah tinggi, cacat jantung, atau penggunaan obat tertentu.

baca juga

Cacat jantung bawaan muncul sejak dalam kandungan, tetapi juga bisa muncul belakangan akibat perubahan struktur jantung seiring bertambahnya usia.

Sementara itu, kardiomiopati—baik dilatasi, hipertrofik, maupun restriktif—dapat dipicu oleh faktor genetik, penyakit penyerta, atau penyebab yang belum sepenuhnya dipahami. Infeksi jantung umumnya disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit, dan bisa memburuk jika tidak segera ditangani.

Faktor risiko penyakit jantung terbagi dua: yang bisa dikendalikan dan yang tidak. Merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas, kurang gerak, dan diabetes termasuk yang dapat dicegah atau dikontrol. Sementara itu, usia, jenis kelamin, etnis, dan riwayat keluarga adalah faktor yang tak bisa diubah. Pria dan mereka dengan anggota keluarga yang mengalami penyakit jantung di usia muda memiliki risiko lebih tinggi.

Meski tak semua faktor bisa dihindari, mengelola risiko sejak awal bisa memperbesar peluang hidup lebih lama dan sehat dengan jantung yang kuat.

Mencegah Penyakit Jantung

Beberapa faktor risiko penyakit jantung memang tidak bisa dikendalikan, seperti riwayat keluarga. Namun, risiko tetap bisa ditekan dengan mengubah kebiasaan hidup sehari-hari. Menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol tetap normal menjadi langkah awal yang penting. Tekanan darah ideal berada di bawah 120/80 mm Hg, menunjukkan seberapa keras jantung bekerja saat memompa darah. Sementara itu, kadar kolesterol yang ideal bergantung pada kondisi kesehatan dan riwayat penyakit jantung seseorang.

Gaya hidup sehat berperan besar dalam menjaga kesehatan jantung. Aktivitas fisik setidaknya 2,5 jam per minggu, berhenti merokok, dan mengelola stres merupakan langkah penting. Rokok, misalnya, dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan menghambat sirkulasi oksigen. Stres kronis juga bisa memicu gangguan jantung.

Perubahan gaya hidup tidak harus dilakukan secara drastis. Langkah kecil yang konsisten tetap memberi dampak positif, terutama jika disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan didampingi oleh tenaga medis.

Chief Commercial Officer Brawijaya Healthcare, drg. Hestiningsih, MARS, menjelaskan bahwa Brawijaya Healthcare adalah jaringan rumah sakit dan klinik yang tersebar di beberapa kota. Saat ini, mereka mengelola lima rumah sakit—di Antasari, Duren Tiga, Saharjo, Depok Sawangan, dan Tangerang—serta dua klinik, yaitu di Kemang dan Bandung. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teknik Minimal Invasif: Harapan Baru Bagi Penderita Penyakit Jantung Bawaan

Teknik Minimal Invasif: Harapan Baru Bagi Penderita Penyakit Jantung Bawaan

Health | Selasa, 29 April 2025 | 10:59 WIB

Tingkat Keberhasilan Hingga 93%, MitraClip Jadi Harapan Baru Penderita Kebocoran Katup Jantung

Tingkat Keberhasilan Hingga 93%, MitraClip Jadi Harapan Baru Penderita Kebocoran Katup Jantung

Health | Selasa, 22 April 2025 | 15:53 WIB

7 Rahasia Daun Sukun untuk Jantung Sehat: Bukti Ilmiah dan Cara Mengolahnya

7 Rahasia Daun Sukun untuk Jantung Sehat: Bukti Ilmiah dan Cara Mengolahnya

Health | Kamis, 17 April 2025 | 14:12 WIB

Terkini

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:29 WIB

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:26 WIB

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:17 WIB

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:16 WIB

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:12 WIB

BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan

BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:11 WIB

Viral Gegara Natalius Pigai, Ini 5 Buku Tipis Wajib Baca untuk Anak Muda yang Malas Baca Buku Tebal

Viral Gegara Natalius Pigai, Ini 5 Buku Tipis Wajib Baca untuk Anak Muda yang Malas Baca Buku Tebal

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Jogja Fashion Week 2026: Panggung Kreativitas dan Regenerasi Desainer Muda

Jogja Fashion Week 2026: Panggung Kreativitas dan Regenerasi Desainer Muda

Jogja | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:04 WIB

×