Jangan Redam Tangis Anak dengan Camilan Manis: Ancaman Kesehatan dari Pola Asuh yang Salah

Budi Arista Romadhoni

Rabu, 21 Mei 2025 | 15:21 WIB
Jangan Redam Tangis Anak dengan Camilan Manis: Ancaman Kesehatan dari Pola Asuh yang Salah
Ilustrasi anak obesitas. (Elements Envato)

Suara.com - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, banyak orang tua yang mencari cara cepat dan praktis untuk meredakan tangis serta rewel anak.

Salah satu cara yang paling sering dipilih adalah memberikan camilan manis atau makanan ringan sebagai “penenang” instan.

Meskipun tampak sebagai solusi yang sederhana, kebiasaan ini justru menyimpan ancaman besar bagi kesehatan anak di masa depan.

Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), dokter anak lulusan Universitas Indonesia sekaligus Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menegaskan bahwa praktik tersebut merupakan pola makan yang keliru dan harus dihentikan sejak dini.

"Itu pola makan yang keliru. Orang tua harus paham bahwa snack itu bukannya menyehatkan anak, tapi justru menjadi pemicu masalah kesehatan, salah satunya obesitas sentral," ujarnya dikutip dari ANTARA di Jakarta, Selasa 20 Mei 2025.

Obesitas sentral atau kelebihan lemak di area perut merupakan salah satu kondisi paling berisiko karena berkaitan erat dengan gangguan metabolik, seperti diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung.

Donat merupakan salah satu makanan manis yang digemari anak-anak. (Shutterstock)
Donat merupakan salah satu makanan manis yang digemari anak-anak. (Shutterstock)

Dr. Piprim menjelaskan, penyebab utamanya tidak hanya karena kelebihan asupan makanan (overnutrition), tetapi juga karena jenis makanan yang dikonsumsi, khususnya yang tinggi gula dan tepung.

“Anak yang makan manis, minuman manis, makanan yang sifatnya snack-snack, akan memicu pola makan berulang. Anak jadi makan lagi, makan lagi, karena tubuhnya terus menerus berada dalam kondisi craving akibat fluktuasi gula darah yang tajam,” jelasnya.

Menurutnya, fenomena ini sering kali tidak disadari orang tua karena mereka hanya berfokus pada cara instan meredakan emosi anak.

baca juga

Padahal, penggunaan makanan, terutama yang manis, sebagai alat pengalih perhatian bisa menciptakan asosiasi emosional yang tidak sehat antara makanan dan kenyamanan.

“Minum manis, snack-snack dengan kandungan tepung tinggi itu menyebabkan gula darah naik cepat, lalu turun drastis, membuat anak lapar lagi. Siklus ini berulang dan memicu kecanduan,” tambahnya.

Lebih jauh, dampak dari kebiasaan ini bukan hanya terlihat dalam bentuk fisik anak yang bertambah berat badannya, tetapi juga memengaruhi aspek psikologis dan emosional.

Dalam jangka pendek, anak bisa menjadi lebih mudah uring-uringan, sering tantrum, hingga mengalami gangguan emosi karena tubuhnya mengalami stres metabolik akibat lonjakan gula darah yang terus-menerus.

“Pola makan yang salah bisa memengaruhi kondisi emosional anak, dan ini sering kali tidak dilihat sebagai masalah besar. Padahal, dalam jangka panjang, ini menjadi awal dari penyakit kronis,” tegasnya.

Penyakit kronis yang dimaksud tidak main-main: obesitas sentral, diabetes, hipertensi, sindrom metabolik, bahkan stroke dan serangan jantung di usia muda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dijuluki Punya Gaya Parenting Hampir Sempurna, Nikita Willy Tetap Berikan Makanan Manis untuk Anaknya, Ini Alasannya

Dijuluki Punya Gaya Parenting Hampir Sempurna, Nikita Willy Tetap Berikan Makanan Manis untuk Anaknya, Ini Alasannya

Lifestyle | Rabu, 05 Maret 2025 | 14:27 WIB

Waspada! Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker pada Anak, Ini Penjelasan Ahli

Waspada! Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker pada Anak, Ini Penjelasan Ahli

Health | Selasa, 04 Februari 2025 | 20:31 WIB

Cara Mengurangi Makanan Manis saat Diet

Cara Mengurangi Makanan Manis saat Diet

Lifestyle | Kamis, 17 Oktober 2024 | 13:00 WIB

Terkini

GoTo Raup Laba Rp441 Miliar, Bisnis GoPay Tumbuh 304 Persen

GoTo Raup Laba Rp441 Miliar, Bisnis GoPay Tumbuh 304 Persen

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:56 WIB

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, PN Jakarta Timur Koordinasi Pengamanan

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, PN Jakarta Timur Koordinasi Pengamanan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:54 WIB

5 Benda Pembawa Hoki yang Wajib Ada di Dompet Shio Babi agar Rezeki Tidak Seret

5 Benda Pembawa Hoki yang Wajib Ada di Dompet Shio Babi agar Rezeki Tidak Seret

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:51 WIB

Tampil Pede! 5 Plump Lip Gloss untuk Bibir Penuh dan Berkilau

Tampil Pede! 5 Plump Lip Gloss untuk Bibir Penuh dan Berkilau

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Ciri-ciri Odometer Mobil Bekas Diakali dan Diputar Mundur, Cek Sebelum Beli!

Ciri-ciri Odometer Mobil Bekas Diakali dan Diputar Mundur, Cek Sebelum Beli!

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Anak-anak di Muara Angke Harus Digendong Terobos Banjir Rob saat Berangkat Sekolah

Anak-anak di Muara Angke Harus Digendong Terobos Banjir Rob saat Berangkat Sekolah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Tanggal Lahir Ungkap Peran Rahasia dan Pelajaran Hidup yang Harus Anda Bawa ke Keluarga

Tanggal Lahir Ungkap Peran Rahasia dan Pelajaran Hidup yang Harus Anda Bawa ke Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:48 WIB

Bahasa Indonesia Mendunia, tapi Gagal di Pasar Kerja? Ini PR Besarnya!

Bahasa Indonesia Mendunia, tapi Gagal di Pasar Kerja? Ini PR Besarnya!

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Pembalut Kena Pajak, di Mana Letak Keadilan bagi Perempuan?

Pembalut Kena Pajak, di Mana Letak Keadilan bagi Perempuan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Ada Perbaikan Lapangan, Persija Jakarta Dipastikan Tak Bisa Pakai SUGBK Sampai April 2027

Ada Perbaikan Lapangan, Persija Jakarta Dipastikan Tak Bisa Pakai SUGBK Sampai April 2027

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:43 WIB

×