Penyebab Pangeran Arab 'Sleeping Prince' Meninggal Dunia Usai Ditopang Teknologi 20 Tahun

M Nurhadi

Minggu, 20 Juli 2025 | 12:17 WIB
Penyebab Pangeran Arab 'Sleeping Prince' Meninggal Dunia Usai Ditopang Teknologi 20 Tahun
Pangeran Al-Waleed bin Khalid Al-Saud (Ist)

Cedera Primer: Terjadi pada saat benturan awal. Ini meliputi:

Kontusi (Memar Otak): Kerusakan jaringan otak akibat benturan langsung.
Laserasi: Robekan pada jaringan otak.
Hematoma Intrakranial: Penumpukan darah di dalam tengkorak (epidural, subdural, intraserebral) yang dapat menekan otak.
Cedera Aksonal Difus (DAI): Kerusakan meluas pada serabut saraf (akson) akibat gaya putar atau geser yang kuat pada otak. DAI seringkali menjadi penyebab utama kecacatan parah pada TBI.
Cedera Sekunder: Terjadi beberapa menit, jam, atau hari setelah cedera primer. Ini adalah respons tubuh terhadap cedera awal dan dapat memperburuk kerusakan. Meliputi:

Edema Serebral: Pembengkakan otak yang meningkatkan tekanan intrakranial (TIK).
Iskemia/Hipoksia: Berkurangnya aliran darah atau oksigen ke otak, seringkali akibat tekanan intrakranial tinggi atau syok.
Peradangan: Respons inflamasi yang dapat merusak jaringan otak.
Eksitotoksisitas: Pelepasan neurotransmitter berlebihan yang merusak sel-sel saraf.

2. Cedera Otak Non-Traumatik (Acquired Brain Injury/ABI)

Cedera ini tidak disebabkan oleh benturan fisik, melainkan kondisi internal atau eksternal lainnya. Seperti stroke, yang terjadi akibat aliran darah ke otak terganggu, baik karena penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Kekurangan oksigen dan nutrisi merusak sel-sel otak.

Selain itu juga:

  • Anoksia/Hipoksia Otak: Kekurangan oksigen ke otak yang parah atau berkepanjangan. Penyebabnya bisa henti jantung, tenggelam, overdosis obat tertentu, atau tercekik.
  • Infeksi Otak (Ensefalitis, Meningitis): Peradangan pada otak atau selaput otak akibat bakteri, virus, atau jamur yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak.
  • Tumor Otak: Pertumbuhan abnormal di dalam otak yang dapat menekan jaringan otak, mengganggu aliran darah, atau menyebabkan edema.
  • Keracunan (Misalnya, Karbon Monoksida): Paparan zat beracun yang merusak sel-sel otak.
  • Gangguan Metabolik Parah: Kondisi seperti hipoglikemia berat (gula darah sangat rendah) yang berkepanjangan dapat merusak otak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Pangeran Arab "Sleeping Prince" Meninggal Dunia Usai 20 Tahun Koma

Kisah Pangeran Arab "Sleeping Prince" Meninggal Dunia Usai 20 Tahun Koma

Lifestyle | Minggu, 20 Juli 2025 | 09:45 WIB

Apa Arti Jam Koma yang Hits di Kalangan Gen Z? Ternyata Ini Penyebabnya

Apa Arti Jam Koma yang Hits di Kalangan Gen Z? Ternyata Ini Penyebabnya

Lifestyle | Jum'at, 14 Maret 2025 | 10:26 WIB

Khamenei Bantah Isu Koma, Unggah Foto Pertemuan dengan Dubes Lebanon

Khamenei Bantah Isu Koma, Unggah Foto Pertemuan dengan Dubes Lebanon

News | Senin, 18 November 2024 | 15:25 WIB

Apa Itu Jam Koma? Istilah Viral Gen Z yang Bisa Mengancam Kesehatan Mental, Ini Penjelasan Dokter

Apa Itu Jam Koma? Istilah Viral Gen Z yang Bisa Mengancam Kesehatan Mental, Ini Penjelasan Dokter

Lifestyle | Selasa, 29 Oktober 2024 | 12:55 WIB

Apa Penyebab Jam Koma Gen Z? Hati-hati yang Suka Bekerja dan Belajar

Apa Penyebab Jam Koma Gen Z? Hati-hati yang Suka Bekerja dan Belajar

Health | Jum'at, 25 Oktober 2024 | 18:20 WIB

Jam Koma, Gen Z dan Fenomena Kesehatan Mental Era Digital

Jam Koma, Gen Z dan Fenomena Kesehatan Mental Era Digital

Your Say | Jum'at, 25 Oktober 2024 | 11:11 WIB

Terkini

Kenapa Jadi Pepes di KRL Lebih Baik bagi Lingkungan

Kenapa Jadi Pepes di KRL Lebih Baik bagi Lingkungan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:24 WIB

Teka-teki Meninggalnya Dokter Koas UI di Kamar Kos Metro

Teka-teki Meninggalnya Dokter Koas UI di Kamar Kos Metro

Lampung | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:22 WIB

IHSG Lepas Landas! Asing Borong Saham Rp360 Miliar, Target Menuju Level 6.850?

IHSG Lepas Landas! Asing Borong Saham Rp360 Miliar, Target Menuju Level 6.850?

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:21 WIB

Produksi XO, Kitty Season 4 Belum Dapat Lampu Hijau, Berakhir Lewat Film?

Produksi XO, Kitty Season 4 Belum Dapat Lampu Hijau, Berakhir Lewat Film?

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:20 WIB

Hapus Kutukan Blank Spot: Mandat 5G dan Internet Cepat di Tangan Pemenang Seleksi Frekuensi Komdigi

Hapus Kutukan Blank Spot: Mandat 5G dan Internet Cepat di Tangan Pemenang Seleksi Frekuensi Komdigi

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:15 WIB

Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia

Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia

Sulsel | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:06 WIB

Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan

Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:05 WIB

Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat

Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026

4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan

Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

×