- Sebanyak 43 penerima Program Makan Bergizi Gratis di Cimahi keracunan massal pada Rabu (25/2/2026) sore.
- Korban yang terdampak meliputi siswa, guru, bayi, dan balita dari lima institusi pendidikan di Cimahi Tengah.
- Penyedia makanan, SPPG Karangmekar 02, dihentikan sementara operasionalnya sambil menunggu hasil uji sampel makanan.
Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cimahi tengah menjadi sorotan publik setelah puluhan penerima manfaat dilaporkan mengalami keracunan massal.
Berikut adalah deretan fakta medis dan hasil investigasi lapangan terkait peristiwa tersebut hingga Kamis (26/2/2026):
1. Jumlah dan Sebaran Korban
Hingga data terbaru dirilis, tercatat sebanyak 43 orang harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengonsumsi paket makanan tersebut.
Para korban terdiri dari siswa, guru, hingga bayi dan balita. Insiden ini berdampak pada lima institusi pendidikan dan sejumlah posyandu di wilayah Cimahi Tengah, meliputi:
TK Kartika dan TK PGRI.
SDN Cimahi Mandiri 4 dan SDN Karangmekar Mandiri 1.
SMPN 6 Cimahi.
2. Kronologi dan Gejala
Petaka ini bermula pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Sejumlah warga mulai mengeluhkan gejala klinis keracunan sesaat setelah menyantap menu khusus Ramadan yang dibagikan sore harinya.
Kondisi darurat ini memaksa pihak sekolah dan orang tua melakukan evakuasi medis secara cepat.
Baca Juga: Kasus Keracunan MBG Dianggap Wajar, Bupati Lombok Tengah: Jangan Dikembang-kembangkan
3. Detail Menu yang Dikonsumsi
Paket MBG yang didistribusikan pada hari kejadian berisi kombinasi makanan berikut:
- Onigiri (nasi kepal) dengan isian ayam.
- Telur rebus.
- Buah apel dan kurma.
- Susu UHT serta tambahan biskuit.
Berdasarkan kesaksian masyarakat di lapangan, terdapat keluhan mengenai kondisi fisik makanan, terutama nasi onigiri yang memiliki bau kurang sedap.
4. Profil dan Status Operasional SPPG
Pihak yang bertanggung jawab atas penyediaan menu ini adalah Satuan Pelayanan Perangkat Gizi (SPPG) Karangmekar 02 yang berlokasi di Jalan Moh. K. Wiganda Sasmita.
Kapasitas: SPPG ini telah beroperasi sejak November 2025 dengan total jangkauan 2.662 penerima manfaat.
Status Terkini: Badan Gizi Nasional (BGN) telah menginstruksikan penghentian operasional sementara bagi SPPG Karangmekar 02 selama proses audit berlangsung.
5. Investigasi dan Prosedur Medis
Dinas Kesehatan Kota Cimahi telah melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pengolahan pada Kamis (26/2/2026). Tim medis mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti kontaminasi.
Meskipun sebelumnya SPPG ini dinyatakan memenuhi kaidah kesehatan dan menjalankan SOP penyimpanan sampel (2x24 jam), pihak berwenang belum bisa memastikan apakah terjadi pelanggaran prosedur teknis sebelum hasil laboratorium keluar.
Kepala BGN Kota Cimahi, Hanif Abdurahman, menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi MBG pascakejadian ini.