Cerita Dokter Singapura Temukan Kanker Langka Benjolan Besar di Paha Tanpa Rasa Sakit, Kok Bisa?

Husna Rahmayunita | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 26 Agustus 2025 | 08:18 WIB
Cerita Dokter Singapura Temukan Kanker Langka Benjolan Besar di Paha Tanpa Rasa Sakit, Kok Bisa?
Dokter Senior Consultant Medical Oncology Parkway Cancer Centre, Dr. Richard Quek di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/8/2025) (Suara.com/Dini Afrianti)

Suara.com - Kasus kanker langka cukup menarik diungkap dokter ahli onkologi medis di Singapura, dr. Richard Quek yang bercerita pasien alami pembengkakan kaki yang cukup fantastis tapi mengaku tak merasakan nyeri apapun.

Dokter Senior Consultant Medical Oncology dari Parkway Cancer Centre itu bercerita bagian paha pasiennya tumbuh benjolan yang sangat besar. Benjolan tumor ini tumbuh setelah ia menjalani tindakan operasi.

"Jadi pada pasien ini tumor atau kanker bisa sangat besar tapi tidak berpengaruh (tidak sakit) pada pasien tersebut," ujar dr. Richard di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan pembengkakan kaki area paha itu termasuk ke dalam salah satu jenis kanker sarkoma, yaitu kanker yang berasal dari jaringan mesenkim yaitu lapisan yang dalam tubuh manusia berkembang menjadi jaringan ikat, otot, lemak, pembuluh darah, hingga tulang.

Lantaran sarkoma tumbuh dari jaringan ikat maka penyakit ini berpeluang tumbuh di hampir semua bagian tubuh dari mulai kulit, organ dalam, hingga sistem rangka.

"Ini (benjolan di kaki) adalah salah satu jenis kanker sarkoma. Pengobatannya dokter akan berikan kemoterapi agar benjolan mengecil lalu dilakukan pembedahan. Jadi setelah diberikan kemo kemudian dibedah," jelas Dr. Richard.

Sayangnya menurut dia, setelah pembedahan gejala kanker langka yang bersifat agresif ini masih muncul, kali ini nyeri yang sangat hebat hingga membuat perawat segera menghubungi dokter menyampaikan keluhan tersebut.

"Pada kondisi ini, (benjolan) jauh lebih besar dari sebelumnya," katanya.

Pada tahap ini, dokter melakukan segala cara agar bisa mengendalikan sarkoma. Apalagi kata dr. Richard, sarkoma tergolong kelompok penyakit yang kompleks, setidaknya ada lebih dari 70 subtipe yang sudah ditemukan. Dari semua tipe ini para dokter tidak bisa menggunakan pendekatan pengobatan yang sama.

"Ini adalah salah satu tantangan buat dokter, akhirnya dilakukan transfusi darah dan ini salah satu operasi yang tersulit. Jadi karena sebelumnya sudah dilakukan kemoterapi, sel kanker sudah tidak ada. Tapi pembengkakan ini disebabkan karena pendarahan," jelas dr. Richard.

Dalam mengatasi pembengkakan, dokter pun melakukan tindakan radiasi yaitu menggunakan sinar X untuk menghancurkan sel kanker dan menghentikan pertumbuhan. Apalagi radiasi ini bisa merusak DNA alias sel inti kanker, dan membuatnya tidak bisa bereproduksi.

Di sisi lain, dr. Richard menerangkan sarkoma memang bisa membesar perlahan tanpa adanya rasa nyeri, hasilnya banyak orang mengabaikan gejala ini.

"Gejala lainnya bergantung pada lokasi tumor, seperti nyeri tulang atau pembengkakan, sesak napas jika tumor tumbuh di rongga dada, gangguan pencernaan atau nyeri perut jika di saluran cerna, patah tulang tanpa trauma berarti, hingga penurunan berat badan atau kelelahan kronis," paparnya.

Mirisnya, gejala tanpa rasa nyeri ini juga yang akhirnya membuat sarkoma cenderung terlambat terdiagnosis. Bahkan tidak jarang pasien akan melakukan konsultasi ke berbagai dokter spesialis lainnya terlebih dulu, dibanding berkonsultasi dengan dokter onkologi hingga dipastikan sebagai sarkoma.

"Hal ini membuat deteksi dini menjadi kunci penting dalam meningkatkan peluang kesembuhan," pungkas dr. Richard.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Risiko Kanker di Musim Hujan, Dokter Ingatkan Bahaya Tersembunyi dalam Makanan dan Air

Waspada Risiko Kanker di Musim Hujan, Dokter Ingatkan Bahaya Tersembunyi dalam Makanan dan Air

Health | Senin, 25 Agustus 2025 | 21:14 WIB

Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Khawatir, Sampai Dipapah Deddy Corbuzier

Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Khawatir, Sampai Dipapah Deddy Corbuzier

Entertainment | Senin, 25 Agustus 2025 | 20:19 WIB

Vidi Aldiano Dituntun Deddy Corbuzier di Acara HUT RCTI, Sang Penyanyi Banjir Doa

Vidi Aldiano Dituntun Deddy Corbuzier di Acara HUT RCTI, Sang Penyanyi Banjir Doa

Entertainment | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 20:16 WIB

Terkini

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB