- Hingga Desember 2025, Indonesia mencatat 139.298 kasus dengue, dan Kalimantan Utara melaporkan 735 kasus selama 2024.
- Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memulai program vaksinasi dengue di Bulungan sebagai pelengkap strategi pengendalian komprehensif.
- Tahap awal vaksinasi menargetkan 725 anak usia 9–13 tahun, didukung oleh Bio Farma dan Takeda Innovative Medicines.
Suara.com - Dengue masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Provinsi Kalimantan Utara. Hingga 1 Desember 2025, Kementerian Kesehatan RI mencatat terdapat 139.298 kasus dengue di Indonesia dengan Incidence Rate (IR) 49,16 per 100.000 penduduk dan kematian sebanyak 583 kasus atau Case Fatality Rate (CFR) 0,42 persen.
Angka ini menunjukkan bahwa dengue belum hanya menjadi persoalan musiman, melainkan ancaman yang terus membayangi banyak wilayah, terutama daerah endemik seperti Kalimantan Utara.
Di provinsi termuda di Indonesia itu, dengue telah menyebar di seluruh wilayah. Sepanjang 2024, Kalimantan Utara mencatat 735 kasus dengue dengan IR mencapai 98,98 per 100.000 penduduk dan CFR 1,09 persen.
Kabupaten Bulungan dan Malinau menjadi wilayah dengan beban kasus dan kematian tertinggi. Yang lebih mengkhawatirkan, hampir setengah dari total kasus terjadi pada kelompok usia anak.
Sebanyak 46,81 persen kasus sepanjang 2024 terjadi pada kelompok usia 6–14 tahun, dan tren penularan pada kelompok usia ini masih terus meningkat hingga Juli 2025.
Kondisi ini mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk memperkuat strategi pengendalian dengue melalui pendekatan yang lebih komprehensif.

Salah satu langkah terbarunya adalah pelaksanaan program vaksinasi dengue yang diresmikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara dengan anggaran yang bersumber dari APBD.
Program ini dilaksanakan di Kabupaten Bulungan, khususnya Kecamatan Tanjung Palas Utara, dengan pusat kegiatan di Balai Desa Panca Agung, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Puskesmas Tanjung Palas Utara, serta bermitra dengan PT Bio Farma dan PT Takeda Innovative Medicines.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Usman, SKM, M.Kes., menegaskan bahwa vaksinasi bukanlah langkah yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pengendalian dengue.
Baca Juga: Anak Rentan DBD Sepanjang Tahun! Ini Jurus Ampuh Melindungi Keluarga
Ia mengatakan, Kalimantan Utara berkomitmen memperkuat pengendalian dengue secara berkelanjutan melalui upaya komprehensif yang sudah berjalan.
Mulai dari penguatan surveilans, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, hingga memberikan penyuluhan kepada masyarakat seputar bahaya dengue.
"Namun, dengan semakin berkembangnya teknologi, kita perlu mempertimbangkan pendekatan yang lebih inovatif. Karena itu, program vaksinasi dengue ini kami dorong sebagai strategi yang melengkapi upaya perlindungan yang sudah ada, khususnya untuk kelompok yang paling rentan,” kata dia.
Ia menambahkan Inisiatif ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dan target bersama ‘Nol Kematian Akibat Dengue di Tahun 2030’.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah, serta para mitra, Kalimantan Utara dapat mengambil langkah maju yang terukur dalam melindungi masyarakat dari dengue.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Bulungan yang menjadi lokasi awal pelaksanaan vaksinasi. Bupati Bulungan, Syarwani, melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, drg. H. Imam Sujono, M.AP., menegaskan bahwa vaksinasi hadir sebagai lapisan perlindungan tambahan di tengah meningkatnya risiko penularan.