Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan

Vania Rossa

Sabtu, 10 Januari 2026 | 05:49 WIB
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi. (Dok. Danone)
baca 10 detik
  • Danone SN Indonesia mengadakan forum dialog membahas solusi kesehatan anak melalui inovasi ilmiah dan kolaborasi lintas sektor.
  • Fokus utama isu kesehatan anak meliputi stunting dan anemia, dengan penekanan intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
  • Riset ilmiah menjadi fondasi penting untuk mengembangkan inovasi nutrisi terfortifikasi dan edukasi gizi berbasis bukti di Indonesia.

Suara.com - Indonesia masih bergulat dengan persoalan kesehatan anak yang dampaknya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga menentukan kualitas generasi di masa depan. Tantangan seperti stunting, anemia, dan gangguan kesehatan saluran cerna masih menjadi pekerjaan rumah besar, terutama pada periode krusial 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang menjadi fondasi tumbuh kembang anak secara fisik dan kognitif.

Masalah gizi pada masa awal kehidupan tidak berdiri sendiri. Kekurangan zat besi yang memicu anemia, gangguan kesehatan pencernaan, hingga pola asuh dan akses layanan kesehatan yang belum merata saling berkaitan dan berpotensi menghambat perkembangan anak secara optimal. Karena itu, upaya pencegahan membutuhkan pendekatan yang komprehensif, berbasis sains, serta melibatkan kolaborasi lintas sektor.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia menggelar forum dialog bertajuk “Aksi Nyata untuk Indonesia Lebih Sehat melalui Inovasi Berbasis Sains dan Kolaborasi”. Forum ini mempertemukan tenaga kesehatan, akademisi, asosiasi profesi, serta mitra strategis untuk membahas solusi kesehatan anak yang relevan dengan kondisi Indonesia.

CEO Danone Specialized Nutrition Indonesia, Joris Bernard, menegaskan bahwa kesehatan anak menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan. “Melalui Danone Impact Journey, kami mengintegrasikan kesehatan, tanggung jawab lingkungan, dan kemajuan sosial dalam setiap lini bisnis. Pendekatan ini didukung oleh riset ilmiah dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar solusi yang dihadirkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Isu anemia menjadi salah satu sorotan utama. Defisiensi zat besi masih banyak ditemukan pada ibu dan anak, dan berisiko menghambat tumbuh kembang serta kemampuan belajar anak. Presiden Indonesian Nutrition Association (INA), Dr. dr. Luciana Sutanto, MS. SpGK(K), menekankan pentingnya intervensi nutrisi berbasis bukti ilmiah.

Ia menyebutkan bahwa hasil kolaborasi riset INA dan Danone SN Indonesia menunjukkan susu pertumbuhan terfortifikasi, sebagai bagian dari pola makan seimbang, dapat membantu meningkatkan kecukupan zat besi pada anak usia 1–3 tahun.

Selain anemia, kesehatan saluran cerna juga berperan besar dalam penyerapan nutrisi dan pertumbuhan anak. Dokter Spesialis Gizi Klinik FKUI, Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK(K), menjelaskan bahwa keragaman diet dan asupan serat penting untuk mendukung mikrobiota usus.

“Nutrisi yang seimbang tidak hanya mencegah gangguan pencernaan, tetapi juga berkontribusi pada pencegahan stunting serta perkembangan kognitif anak,” ujarnya dalam diskusi kesehatan, Kamis (8/1/2026).

Dari sisi layanan kesehatan di lapangan, peran bidan menjadi kunci. Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Dr. Ade Jubaedah, menyoroti pentingnya edukasi gizi sejak masa kehamilan hingga anak usia dini. Menurutnya, penguatan kapasitas bidan melalui program kolaboratif dapat menciptakan dampak kesehatan yang berkelanjutan di tingkat komunitas.

baca juga

Upaya pencegahan stunting juga membutuhkan keterlibatan keluarga dan komunitas. Direktur Eksekutif YPCII, dr. Agustini E. Raintung, mengingatkan bahwa stunting tidak hanya memengaruhi tinggi badan anak, tetapi juga perkembangan otak dan produktivitas ekonomi di masa depan. Karena itu, intervensi pada 1.000 HPK harus dilakukan secara terpadu melalui edukasi gizi, perbaikan sanitasi, dan akses layanan kesehatan.

Riset menjadi fondasi dari seluruh upaya tersebut. Medical and Scientific Affairs Director Danone SN Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, menjelaskan bahwa sepanjang 2025 pihaknya menghasilkan lebih dari 46 publikasi ilmiah terkait isu kesehatan anak, mulai dari malnutrisi, anemia, stunting, hingga kesehatan saluran cerna. Temuan ini menjadi dasar pengembangan inovasi nutrisi dan alat bantu digital untuk deteksi dini risiko gizi.

Melalui pendekatan berbasis sains dan kolaborasi lintas sektor, berbagai inisiatif kesehatan anak terus diperkuat, termasuk edukasi gizi keluarga dan inovasi nutrisi terfortifikasi. Upaya ini diharapkan dapat membantu anak Indonesia tumbuh lebih sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026

Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:36 WIB

Mewah, SPPG Nganjuk Hadirkan MBG dengan Menu Kuliner Nusantara

Mewah, SPPG Nganjuk Hadirkan MBG dengan Menu Kuliner Nusantara

Foto | Kamis, 08 Januari 2026 | 19:11 WIB

BGN Respons Isu Susu Langka: Pemerintah Akan Bangun Pabrik dan 500 Peternakan Sapi

BGN Respons Isu Susu Langka: Pemerintah Akan Bangun Pabrik dan 500 Peternakan Sapi

News | Kamis, 08 Januari 2026 | 13:19 WIB

Terkini

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:59 WIB

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

×