Prodia Skrining 23.000 Lansia di Indonesia, Dukung Deteksi Dini dan Pencegahan Demensia

Kamis, 16 Oktober 2025 | 21:16 WIB
Prodia Skrining 23.000 Lansia di Indonesia, Dukung Deteksi Dini dan Pencegahan Demensia
Ilustrasi orangtua. (Dok: Prodia)

Suara.com - Pernahkah Anda merasa khawatir ketika orang tua mulai sering lupa hal-hal sederhana, seperti di mana meletakkan kacamata, atau mengulang pertanyaan yang sama dalam waktu singkat? Bagi banyak keluarga, momen seperti ini menimbulkan dilema: antara ingin tahu, tapi juga takut menghadapi kenyataan. Padahal, rasa tenang bukan datang dari menebak, melainkan dari tahu.

Mengetahui kondisi kognitif orang tua adalah bentuk kasih sayang yang paling tulus, karena dari tahu, kita bisa menjaga lebih baik.

Itulah semangat di balik program “20.000 Skrining Demensia Gratis untuk Lansia” dari Prodia, yang kini telah berhasil menjangkau lebih dari 23.000 peserta lansia di seluruh Indonesia hingga September 2025 yang telah  melampaui target awal 20.000 peserta.

Program yang dilakukan di 95 cabang Prodia ini terdiri dari dua tahap: 1) diantaranya adalah Skrining Ascertain Dementia-8 versi bahasa Indonesia (AD-8 INA), untuk mendeteksi gejala awal gangguan kognitif. 2) Skrining Montreal Cognitive Assessment versi bahasa Indonesia (MoCA-INA), bagi peserta dengan hasil AD-8 INA ≥ 2, dilakukan oleh dokter Prodia untuk pemeriksaan lebih mendalam.

Dari hasil tersebut, 68% peserta menunjukkan kecurigaan  gangguan kognisi dan sebagian telah melanjutkan pemeriksaan lanjutan di Prodia Senior Health Center (Jakarta, Surabaya, Makassar). Selain itu, lebih dari 560 peserta telah menjalani skrining MOCA-INA menandakan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memahami kesehatan otak sejak dini.

Mengapa Deteksi Dini Itu Penting
Demensia bukan hanya soal daya ingat. Ini tentang kemampuan berpikir, mengambil keputusan, dan menjalani hidup mandiri.
Dengan deteksi dini, langkah pencegahan dapat dilakukan lebih cepat, memperlambat progres penyakit, sekaligus memberi ketenangan bagi keluarga.

Menurut Alzheimer’s Disease International, 55 juta orang di dunia hidup dengan demensia, dan jumlah itu bisa tiga kali lipat pada tahun 2050. Di Indonesia sendiri, diperkirakan ada lebih dari 1,2 juta pengidap demensia, sebagian besar belum terdiagnosis.

Tenang Karena Tahu: Saat Keluarga Jadi Kunci

Keluarga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan kognitif lansia yaitu mendampingi, memperhatikan tanda awal, dan membantu proses skrining. Karena ketenangan sejati datang saat kita tahu kondisi orang tua baik-baik saja. Prodia mengajak seluruh masyarakat untuk terus peduli terhadap kesehatan otak lansia. Program skrining demensia gratis masih berlangsung hingga 31 Desember 2025. Kunjungi cabang Prodia terdekat atau hubungi Call Centre 1500 830 / 0855 1500 830 (WhatsApp) untuk informasi lebih lanjut. Mari lakukan langkah sederhana hari ini, karena tenang itu datang ketika kita tahu. ***

Baca Juga: Siapa Orang Tua Dheninda Chaerunnisa? Anggota DPRD Viral Dituding Meledek Pendemo

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI