BRIN Uji Rokok Elektrik: Kadar Zat Berbahaya Lebih Rendah, Tapi Perlu Pengawasan

Vania Rossa

Rabu, 12 November 2025 | 14:10 WIB
BRIN Uji Rokok Elektrik: Kadar Zat Berbahaya Lebih Rendah, Tapi Perlu Pengawasan
Peneliti BRIN Prof. Bambang Prasetya. (Suara.com/Clarencia Gita Jelita Nazara)
baca 10 detik
  • BRIN melakukan uji laboratorium terhadap 60 sampel rokok elektrik dan tiga rokok konvensional, menyoroti sembilan senyawa toksik utama.
  • Hasil menunjukkan kadar zat berbahaya pada rokok elektrik jauh lebih rendah, namun beberapa produk memiliki ketidaksesuaian antara label dan kandungan sebenarnya.
  • Penelitian ini menjadi dasar ilmiah bagi kebijakan pengendalian tembakau yang seimbang, melindungi kesehatan masyarakat sekaligus memperhatikan inovasi industri.

Suara.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan hasil uji laboratorium pertama di Indonesia yang secara komprehensif meneliti kandungan zat berbahaya dalam rokok elektrik berbasis cairan.

Penelitian bertajuk “Evaluation of Laboratory Tests for E-Cigarettes in Indonesia Based on WHO’s Nine Toxicants” ini diumumkan dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta.

Salah satu peneliti BRIN, Prof. Bambang Prasetya, menjelaskan bahwa penelitian dilakukan terhadap 60 sampel rokok elektrik dari berbagai merek dan kadar nikotin, serta tiga jenis rokok konvensional sebagai pembanding.

Fokus utama riset ini adalah sembilan senyawa toksik yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seperti formaldehida, asetaldehida, akrolein, karbon monoksida, benzena, 1,3-butadiena, benzo[a]pyrene, serta dua nitrosamin spesifik tembakau (NNN dan NNK).

Hasilnya menunjukkan bahwa emisi zat berbahaya dari rokok elektrik jauh lebih rendah dibanding rokok konvensional.

Misalnya, kadar formaldehida terdeteksi 10 kali lebih rendah, akrolein hingga 115 kali lebih rendah, dan benzena 6.000 kali lebih rendah. Beberapa senyawa seperti karbon monoksida, 1,3-butadiena, NNN, dan NNK bahkan tidak terdeteksi sama sekali.

“Emisi dari rokok elektrik memang mengandung zat toksik, namun kadarnya jauh di bawah rokok konvensional,” ujar Prof. Bambang.

“Meski begitu, pengawasan mutu dan standardisasi tetap sangat diperlukan agar produk yang beredar aman dan sesuai ketentuan internasional.”

Riset ini menjadi langkah awal BRIN dalam membangun data ilmiah nasional terkait produk tembakau alternatif dan teknologi nikotin di Indonesia.

baca juga

Dengan data tersebut, BRIN berharap kebijakan pengendalian tembakau bisa disusun secara proporsional dan berbasis bukti ilmiah, memperhatikan aspek kesehatan sekaligus perkembangan industri.

Dalam pemaparan lanjutan, tim peneliti BRIN — Jumper, Robert, dan Teguh — menjelaskan pendekatan riset dan data pendukungnya. Jumper menuturkan, penelitian ini tidak hanya mengandalkan data lokal, tetapi juga meninjau literatur internasional sejak 2009.

Melalui bio-genetic analysis dan bibliometric mapping, tim menemukan lebih dari 120 publikasi global yang membahas dampak kesehatan dan sosial ekonomi penggunaan rokok elektrik.

Secara global, terdapat tren menuju pengurangan risiko kesehatan melalui inovasi produk nikotin alternatif. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, dan beberapa negara Eropa menempati posisi terdepan dalam riset ini.

Namun, Indonesia dinilai perlu memperkuat riset serupa untuk memahami konteks lokal, mengingat variasi bahan dan proses produksi yang berbeda di tiap negara.

Dari sisi sosial ekonomi, Teguh menyoroti pentingnya kebijakan yang menyeimbangkan perlindungan kesehatan masyarakat dengan pertumbuhan industri yang terus berkembang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapasitas, Bukan Politik: Dua Alasan Utama di Balik Penunjukan Arif Satria Sebagai Kepala BRIN

Kapasitas, Bukan Politik: Dua Alasan Utama di Balik Penunjukan Arif Satria Sebagai Kepala BRIN

News | Selasa, 11 November 2025 | 16:12 WIB

Pengamat Sebut Pergantian Kepala BRIN Berisiko Ganggu Hubungan Politik Prabowo dan Megawati

Pengamat Sebut Pergantian Kepala BRIN Berisiko Ganggu Hubungan Politik Prabowo dan Megawati

News | Selasa, 11 November 2025 | 15:53 WIB

Presiden Prabowo Lantik Arif Satria dan Amarulla Octavian Pimpin BRIN

Presiden Prabowo Lantik Arif Satria dan Amarulla Octavian Pimpin BRIN

Foto | Selasa, 11 November 2025 | 07:00 WIB

Terkini

Meski Lolos dari Frontier Market, IHSG Tetap Merah Pagi ini di level 6.300

Meski Lolos dari Frontier Market, IHSG Tetap Merah Pagi ini di level 6.300

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:18 WIB

Red Riding Hood Jadi Detektif, Adaptasi Anime TV Dijadwalkan Tayang 2027

Red Riding Hood Jadi Detektif, Adaptasi Anime TV Dijadwalkan Tayang 2027

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:15 WIB

5 Shade Bedak untuk Kulit Cerah agar Wajah Tidak Pucat dan Makeup Flawless

5 Shade Bedak untuk Kulit Cerah agar Wajah Tidak Pucat dan Makeup Flawless

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:15 WIB

Amplop Suhardiman Amby, KPK Berpeluang Periksa Kapolres Kuansing dan Ajudan Raja Juli

Amplop Suhardiman Amby, KPK Berpeluang Periksa Kapolres Kuansing dan Ajudan Raja Juli

Riau | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:08 WIB

Pemegang Saham Waspada, CPIN dan GOTO Hengkang dari MSCI Global Standar Indexes

Pemegang Saham Waspada, CPIN dan GOTO Hengkang dari MSCI Global Standar Indexes

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Chery Indonesia Catat Lonjakan Pemesanan di GIIAS 2026

Chery Indonesia Catat Lonjakan Pemesanan di GIIAS 2026

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:04 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Rawit Merah Tembus Rp61.700/Kg

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Rawit Merah Tembus Rp61.700/Kg

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:03 WIB

Waspada WhatsApp Kena 'Account in Review', Segera Atur Privasi Grup Biar Orang Asing Tak Bisa Add

Waspada WhatsApp Kena 'Account in Review', Segera Atur Privasi Grup Biar Orang Asing Tak Bisa Add

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Kejagung Tahan 2 Tersangka Korupsi Pajak Pulp PT TPL, Kerugian Capai Rp2 Triliun

Kejagung Tahan 2 Tersangka Korupsi Pajak Pulp PT TPL, Kerugian Capai Rp2 Triliun

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:01 WIB

Huawei Pura 90s Series Siap Masuk Indonesia Pamer AI dan Kamera Telephoto 200MP

Huawei Pura 90s Series Siap Masuk Indonesia Pamer AI dan Kamera Telephoto 200MP

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:58 WIB

×