Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit

Vania Rossa

Kamis, 29 Januari 2026 | 06:15 WIB
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
Ilustrasi nyeri di bagian belakang tumit. (Freepik/schantalao)
baca 10 detik
  • Tendon Achilles menghubungkan otot betis ke tumit, cedera ditandai nyeri belakang tumit, sering salah dikira kelelahan biasa.
  • Penyebab cedera meliputi peningkatan latihan mendadak, sepatu tidak sesuai, otot tegang, atau kondisi medis seperti diabetes.
  • Penanganan awal meliputi istirahat, kompres es, dan obat anti-inflamasi; konsultasi dokter penting jika nyeri tidak membaik seminggu.

Suara.com - Nyeri di bagian belakang tumit sering dianggap sepele, apalagi jika muncul setelah olahraga atau aktivitas berat. Keluhan ini bisa menjadi tanda adanya cedera pada tendon Achilles, salah satu tendon terpenting dalam tubuh.

Menurut dr. Siti Shalihah Suriadiredja, Sp.KO, dokter spesialis kedokteran olahraga RS Premier Bintaro, tendon Achilles merupakan tendon terbesar dan terkuat yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit. Tendon ini berperan besar dalam hampir semua gerakan kaki, mulai dari berjalan, berlari, hingga melompat.

“Karena fungsinya sangat vital dan menahan beban tubuh setiap hari, tendon Achilles juga rentan mengalami cedera, terutama pada orang yang aktif berolahraga,” jelas dr. Siti.

Siapa yang Berisiko Mengalami Cedera?

Cedera tendon Achilles banyak dialami oleh pelari, pemain basket, futsal, dan olahraga lain yang melibatkan lompatan atau perubahan arah secara tiba-tiba. Namun, bukan berarti orang yang jarang olahraga aman sepenuhnya.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko cedera antara lain:

  • Peningkatan intensitas atau frekuensi latihan secara mendadak
  • Penggunaan sepatu olahraga yang tidak sesuai atau sudah aus
  • Otot betis yang kaku dan kurang fleksibel
  • Kelainan bentuk kaki, seperti kaki datar (flat foot)
  • Riwayat cedera sebelumnya
  • Kondisi medis tertentu, misalnya diabetes

Cedera pada tendon Achilles sendiri bisa bervariasi, mulai dari peradangan (tendinitis), perubahan jaringan tendon akibat pemakaian berlebih (tendinosis), hingga robekan sebagian atau total.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Menurut dr. Siti, gejala awal sering kali muncul secara perlahan dan makin terasa saat tendon terus dipaksa bekerja.

baca juga

Beberapa tanda umum cedera tendon Achilles meliputi:

  1. Nyeri di belakang tumit, terutama saat pertama kali bangun tidur
  2. Rasa kaku atau tegang di area tendon saat mulai berjalan
  3. Nyeri yang memburuk saat berlari, melompat, atau naik tangga
  4. Muncul penebalan atau benjolan kecil di sepanjang tendon

Pada kasus robekan total, gejalanya bisa lebih dramatis.

“Pasien kadang mendengar bunyi seperti ‘pop’ di belakang tumit, lalu tiba-tiba tidak bisa berdiri jinjit atau menapak dengan kuat,” ujar dr. Siti.

Penanganan Dini Sangat Penting

Penanganan awal berfokus pada mengurangi nyeri dan mencegah kerusakan tendon bertambah parah. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  1. Mengistirahatkan kaki dari aktivitas berat
  2. Mengompres area yang nyeri dengan es secara berkala
  3. Mengonsumsi obat antiinflamasi sesuai anjuran dokter
  4. Menggunakan sepatu dengan penyangga tumit atau insole khusus

Jika keluhan sudah berlangsung lama (kronis) atau terjadi robekan berat, penanganan lanjutan seperti terapi intensif hingga tindakan operasi mungkin diperlukan, tergantung hasil evaluasi dokter.

Program Rehabilitasi yang Terarah

Di Orthosports Wellness Center RS Premier Bintaro, pasien dengan cedera tendon Achilles mendapatkan program rehabilitasi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Program tersebut meliputi:

  • Latihan eksentrik untuk memperkuat otot betis
  • Peregangan otot gastrocnemius dan soleus
  • Latihan penguatan fungsional secara bertahap
  • Evaluasi biomekanik kaki dan pola berjalan

“Tujuannya bukan hanya menghilangkan nyeri, tapi juga mengembalikan fungsi kaki secara optimal dan mencegah cedera berulang,” terang dr. Siti.

Kapan Harus ke Dokter?

Jangan menunda pemeriksaan bila Anda mengalami:

  • Nyeri di belakang tumit yang tidak membaik lebih dari satu minggu
  • Nyeri tajam disertai kelemahan saat berjalan
  • Kesulitan berdiri jinjit

“Penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah kerusakan tendon yang lebih berat dan menghindari tindakan operasi,” tegas dr. Siti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tips Atasi Tumit Kaki Kering dan Mengelupas, Coba Pakai 4 Bahan Alami Ini

Tips Atasi Tumit Kaki Kering dan Mengelupas, Coba Pakai 4 Bahan Alami Ini

Your Say | Jum'at, 15 Desember 2023 | 12:01 WIB

6 Penyebab Tumit Terasa Nyeri saat Bangun Tidur, Pernah Mengalaminya?

6 Penyebab Tumit Terasa Nyeri saat Bangun Tidur, Pernah Mengalaminya?

Your Say | Senin, 03 Juli 2023 | 11:23 WIB

5 Kebiasaan Ini Bisa Membantu Menghindari Tumit Kaki Kering dan Pecah-pecah

5 Kebiasaan Ini Bisa Membantu Menghindari Tumit Kaki Kering dan Pecah-pecah

Your Say | Minggu, 23 April 2023 | 18:14 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB