- Obesitas kini diklasifikasikan sebagai penyakit kronis yang mengancam nyawa, sehingga penanganannya fokus pada kesehatan jangka panjang, bukan sekadar angka timbangan.
- Pedoman gizi resmi berubah per Januari 2026 dengan menempatkan protein dan sayuran sebagai fondasi utama, menggantikan karbohidrat yang kini harus dibatasi.
- Keberhasilan manajemen berat badan bergantung pada kualitas nutrisi (strategi 4J), aktivitas fisik, dan bantuan medis seperti terapi GLP-1 sebagai alat bantu awal, bukan solusi instan.
"Kalau pakai teori defisit kalori, harusnya hasilnya sama kan? Tapi progresnya tidak akan sama. Kalori bukan segala-galanya, perhatikan juga kualitasnya," papar Adhiatma, sambil memperkenalkan strategi "4J", Jam, Jenis, Jumlah, dan Jurus masak.
'Hormon Kenyang' Sebagai Alat Bantu, Bukan Sihir
Diskusi juga menyentuh inovasi medis seperti terapi injeksi GLP-1 atau 'hormon kenyang'. Terapi ini dijelaskan sebagai alat bantu yang meniru hormon alami tubuh untuk menekan nafsu makan dan memberi sinyal kenyang lebih cepat.
"Tapi ini bukan sulap, bukan sihir. It's not magic," tegas Adhiatma.
"Ini adalah alat bantu untuk memulai, agar pasien semangat melihat progres dan membangun kebiasaan baru. Kita tidak boleh bergantung padanya," lanjutnya
Acara ini juga menekankan pentingnya olahraga komprehensif yang menggabungkan kardio, latihan kekuatan, dan fleksibilitas untuk menjaga metabolisme dan massa otot.
Sesi ditutup dengan demo masak sehat oleh Becca, finalis MasterChef Indonesia, yang membuktikan bahwa makanan sehat bisa diolah menjadi hidangan lezat dan menarik.