Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Vania Rossa | Suara.com

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
Ilustrasi layanan kanker. (dok. MRCCC)
  • MRCCC Siloam menjalin kolaborasi dengan UT MD Anderson mulai Januari 2026 hingga 2027 untuk perkuat layanan kanker Indonesia.
  • Kerja sama ini memprioritaskan penguatan layanan kanker payudara dan paru melalui panduan klinis dan operasional terstruktur.
  • Fokus utama kolaborasi adalah penerapan pendekatan Multidisciplinary Team (MDT) dan pengembangan standar layanan berbasis data global.

Suara.com - Kanker masih menjadi tantangan kesehatan serius di Indonesia. Menjawab kebutuhan tersebut, MRCCC Siloam Semanggi menjalin kolaborasi strategis dengan The University of Texas MD Anderson Cancer Center (UT MD Anderson), salah satu pusat kanker terbaik dunia, untuk meningkatkan kualitas layanan kanker di Tanah Air.

Kerja sama yang berlangsung dari Januari 2026 hingga Januari 2027 ini berfokus pada pemberian panduan strategis dan klinis guna memperkuat berbagai aspek layanan kanker, mulai dari operasional hingga pengembangan sumber daya manusia.

Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022, Indonesia mencatat lebih dari 408.000 kasus baru kanker dengan angka kematian mencapai 242.000 kasus. Kanker payudara dan kanker paru menjadi yang paling dominan, dengan total lebih dari 104.000 kasus setiap tahunnya. Tantangan semakin besar karena lebih dari 70 persen pasien terdiagnosis pada stadium lanjut.

Di sisi lain, kesenjangan infrastruktur dan tenaga medis masih menjadi persoalan. Saat ini, kurang dari 80 fasilitas radioterapi harus melayani lebih dari 275 juta penduduk—jauh dari standar ideal International Atomic Energy Agency (IAEA), yakni satu mesin untuk setiap 250.000 penduduk. Jumlah dokter spesialis onkologi radiasi pun masih terbatas, sekitar 135 orang dan sebagian besar terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Melalui kolaborasi ini, UT MD Anderson akan memberikan pendampingan terstruktur mencakup pengembangan layanan multidisiplin, sistem navigasi pasien, penjaminan mutu, hingga perencanaan infrastruktur. Fokus utama juga diarahkan pada penguatan layanan kanker payudara dan paru secara komprehensif, mulai dari deteksi dini hingga survivorship dan dukungan pasien.

Executive Director MRCCC Siloam Semanggi, dr. Edy Gunawan, MARS, menegaskan pentingnya kolaborasi ini dalam mendorong transformasi layanan kanker di Indonesia.

“Kami menyadari masih banyak aspek layanan kanker yang perlu ditingkatkan. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata untuk memperluas akses, meningkatkan kualitas layanan, dan menghadirkan harapan baru bagi pasien,” ujarnya.

UT MD Anderson sendiri dikenal sebagai institusi kanker terdepan yang secara konsisten menempati peringkat teratas dalam layanan kanker versi U.S. News & World Report sejak 1990.

Perkuat Layanan Terintegrasi dan Berbasis Data

Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah penguatan pendekatan Multidisciplinary Team (MDT), yakni kolaborasi lintas disiplin seperti onkologi medik, bedah, radiologi, hingga patologi dalam menentukan rencana terapi pasien.

Pendekatan ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat, terkoordinasi, dan berbasis bukti ilmiah, sehingga pasien mendapatkan terapi yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing.

Selain itu, MRCCC juga akan memperkuat sistem Hospital-Based Cancer Registry (HBCR) untuk memantau hasil pengobatan, meningkatkan mutu layanan, serta mendukung riset berbasis data.

Pengembangan SDM dan Standar Layanan Global

Kolaborasi ini juga mencakup evaluasi layanan secara menyeluruh, program pendidikan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan, serta pengembangan panduan praktik klinis yang lebih terstandarisasi.

Pertukaran pengetahuan antara tim MRCCC dan UT MD Anderson diharapkan mampu meningkatkan kualitas, konsistensi, serta efektivitas layanan kanker di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Kisah Pilu Nunung Jalani Kemoterapi: Tulang Kayak Copot Hingga Tubuh Mengambang

Kisah Pilu Nunung Jalani Kemoterapi: Tulang Kayak Copot Hingga Tubuh Mengambang

Entertainment | Selasa, 17 Maret 2026 | 18:00 WIB

Terkini

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB