4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Ruth Meliana, Dita Alvinasari

Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
Tiga orang meninggal dunia setelah diduga terjadi wabah hantavirus di kapal MV Hondius. (Supplied: Oceanwide Expeditions)
baca 10 detik
  • Hantavirus menyebar melalui urin, kotoran, dan air liur tikus.
  • Gejalanya meliputi demam, nyeri otot, mual, dan sesak napas.
  • Kasus hantavirus tipe HFRS sudah ditemukan di Indonesia sejak lama.

3. Menyentuh Permukaan Terkontaminasi

Meja, lantai, atau barang yang terkena kotoran tikus dapat menjadi media penyebaran virus. Risiko bertambah bila tangan yang terkontaminasi menyentuh area mata, hidung, atau mulut.

4. Lingkungan dengan Sanitasi Buruk

Permukiman padat dan pengelolaan sampah yang tidak baik menjadi habitat ideal bagi tikus. Kondisi tersebut membuat potensi penyebaran hantavirus lebih tinggi.

Gejala Hantavirus

Gejala hantavirus pada tahap awal sering menyerupai penyakit umum lain. Oleh karena itu, banyak kasus tidak langsung dikenali. Beberapa gejala awal hantavirus meliputi berikut ini.

  1. Demam
  2. Nyeri otot
  3. Tubuh lemas
  4. Mual dan muntah
  5. Sakit kepala
  6. Nyeri perut

Pada kasus yang lebih berat, penderita dapat mengalami gangguan pernapasan atau masalah pada ginjal.

Dua Jenis Penyakit akibat Hantavirus

Hantavirus memiliki dua bentuk penyakit utama yang cukup berbahaya.

1. Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)

HFRS lebih banyak ditemukan di Asia dan Eropa, termasuk Indonesia. Penyakit ini menyerang ginjal dan pembuluh darah sehingga dapat menyebabkan perdarahan hingga gagal ginjal.

baca juga

Kementerian Kesehatan mencatat sejak 2024 hingga 2026 terdapat 23 kasus HFRS di Indonesia.

2. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)

HPS lebih sering ditemukan di wilayah Amerika. Penyakit ini menyerang paru-paru dan dapat menyebabkan sesak napas akut hingga gagal napas.

Kasus tipe HPS belum ditemukan di Indonesia. Kemenkes juga menegaskan bahwa hantavirus di Indonesia berbeda dengan kasus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius.

Mengapa Hantavirus Sulit Terdeteksi?

Hantavirus sering disebut sebagai silent threat atau ancaman tersembunyi karena gejalanya mirip dengan penyakit lain seperti dengue, tifus, dan leptospirosis.

Akibatnya, banyak kasus kemungkinan salah diagnosis atau tidak terdeteksi sama sekali. Kondisi ini membuat hantavirus tampak jarang terjadi, padahal virusnya masih beredar di lingkungan.

Cara Mencegah Hantavirus

Lantaran belum ada vaksin yang digunakan secara luas, langkah pencegahan menjadi hal paling penting.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi risiko hantavirus antara lain sebagai berikut.

  1. Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.
  2. Menghindari penumpukan sampah.
  3. Menutup akses masuk tikus ke rumah.
  4. Menggunakan masker saat membersihkan area berdebu.
  5. Mencuci tangan setelah kontak dengan area kotor.
  6. Mengendalikan populasi tikus di lingkungan sekitar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB

Beda Dari Covid dan Influenza, Ini Kata WHO Tentang Penularan Hantavirus

Beda Dari Covid dan Influenza, Ini Kata WHO Tentang Penularan Hantavirus

Video | Senin, 11 Mei 2026 | 22:00 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×