Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Yasinta Rahmawati

Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
Hantavirus. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengonfirmasi empat kasus infeksi Hantavirus sepanjang tahun 2026.
  • Hantavirus bukanlah penyakit baru karena telah diidentifikasi sejak tahun 1976 setelah diisolasi oleh ilmuwan dari Korea Selatan.
  • Kemenkes mencatat 23 kasus Hantavirus di berbagai wilayah Indonesia selama 2024 hingga 2026 dengan tingkat kematian mencapai 13 persen.

Suara.com - Kasus Hantavirus sedang menjadi sorotan global setelah wabah infeksi terjadi di kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta sendiri mengonfirmasi adanya 4 kasus Hantavirus di Jakarta sepanjang 2026. Tiga pasien telah dinyatakan sembuh dan satu lainnya masih berstatus suspek.

Munculnya virus ini memicu kekhawatiran publik: Apakah ini virus baru? Dan sebenarnya, Hantavirus ada sejak kapan?

Memahami sejarah virus ini sangat penting agar kita tidak terjebak dalam kepanikan yang tidak perlu, namun tetap waspada terhadap sumber penularannya.

Jejak Sejarah: Bukan Virus Baru

Meskipun baru kembali ramai dibicarakan di Indonesia pada tahun 2026, Hantavirus bukanlah "pemain baru". Secara medis, virus ini pertama kali diisolasi dan diidentifikasi secara resmi pada tahun 1976.

Nama "Hantavirus" diambil dari Sungai Hantan di Korea Selatan. Penemunya Adalah Dr. Ho-Wang Lee, seorang ilmuwan asal Korea Selatan yang berhasil mengisolasi virus tersebut dari paru-paru seekor tikus sawah (Apodemus agrarius).

Edukasi tentang Hantavirus. (Kemenkes RI)
Edukasi tentang Hantavirus. (Kemenkes RI)

Namun, jika kita melihat catatan sejarah lebih jauh, gejala penyakit yang disebabkan oleh virus ini sudah terdeteksi jauh sebelum tahun 1970-an.

Hantavirus di Masa Perang Korea (1950-an)

baca juga

Jauh sebelum namanya diresmikan, Hantavirus diduga kuat telah menginfeksi ribuan tentara selama Perang Korea (1951-1953).

Kala itu, lebih dari 3.000 tentara PBB menderita demam berdarah disertai gangguan ginjal yang misterius.

Penyakit ini awalnya dikenal sebagai Korean Hemorrhagic Fever. Meskipun para dokter saat itu tahu ada patogen yang menyerang, mereka belum bisa mengidentifikasi jenis virusnya hingga penemuan Dr. Lee dua dekade kemudian.

Evolusi Hantavirus di Dunia: dari Asia ke Amerika

Hantavirus memiliki dua kategori besar berdasarkan wilayah dan gejala klinisnya:

1. Hantavirus Dunia Lama (Old World): Ditemukan di Asia dan Eropa, biasanya menyebabkan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) atau demam berdarah dengan sindrom ginjal. Jenis inilah yang ditemukan di Korea.

2. Hantavirus Dunia Baru (New World): Pada tahun 1993, muncul wabah di wilayah "Four Corners" Amerika Serikat. Virus ini menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), penyakit paru-paru berat yang mematikan.

Hal ini menunjukkan bahwa Hantavirus telah berevolusi dan tersebar di berbagai belahan dunia melalui inang utamanya, yakni tikus atau hewan pengerat (rodensia).

Hantavirus di Indonesia

Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat 23 kasus hantavirus di Indonesia antara tahun 2024 hingga Mei 2026, dengan 3 kematian (CFR 13%) dan 20 pasien sembuh.

Sebagian besar kasus tergolong HFRS (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome) dan tersebar di beberapa wilayah. Antara lain Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, NTT, Jawa Timur, Sumatera Barat, dan Banten.

Penularan Hantavirus pada manusia biasanya terjadi melalui:

  • Inhalasi: Menghirup partikel dari urin, kotoran, atau air liur tikus yang terbawa udara (aerosol).
  • Kontak Langsung: Menyentuh benda yang terkontaminasi, lalu memegang mulut atau hidung.
  • Gigitan: Meski jarang, gigitan tikus yang terinfeksi dapat menularkan virus secara langsung.

Gejala Hantavirus tahap awal seringkali menyerupai flu biasa, seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Namun, jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa memburuk menjadi sesak napas akut atau gangguan fungsi ginjal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19

Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:43 WIB

Sistem Biokontainment Amerika Serikat Siaga Penuh Antisipasi Ledakan Kasus Hantavirus

Sistem Biokontainment Amerika Serikat Siaga Penuh Antisipasi Ledakan Kasus Hantavirus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:28 WIB

Mencekam Hantavirus di Kapal MV Hondius, dari Pasien Kritis Sempat Didiagnosis Cuma Mengalami Stres

Mencekam Hantavirus di Kapal MV Hondius, dari Pasien Kritis Sempat Didiagnosis Cuma Mengalami Stres

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:08 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×