Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
Ilustrasi Mikroplastik. (Dok: Elements Envanto)

Suara.com - Mikroplastik mungkin terdengar seperti ancaman yang jauh dan tak terlihat. Namun, partikel plastik berukuran sangat kecil ini ternyata hadir sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari makanan dan minuman yang dikonsumsi, hingga berbagai produk rumah tangga yang dipakai setiap hari. 

Pada 2024, Indonesia tercatat sebagai negara penyumbang polusi plastik terbesar ketiga di dunia dengan menghasilkan sekitar 3,4 juta metrik ton sampah plastik per tahun, sebagaimana dilaporkan Ecoton (5/6/2026). Kondisi ini menjadi salah satu topik yang dibahas dalam diskusi “Less Waste Talk: Langkah Kecil untuk Lingkungan Kita” yang diselenggarakan oleh Yoursay.id dan Suara Hijau bekerja sama dengan KOPHI Jawa Tengah.

Ancaman yang Ternyata Sangat Dekat 

Kepala Divisi Program dan Aksi KOPHI Yogyakarta, Nurhayati, menegaskan bahwa mikroplastik bukan lagi persoalan masa depan, melainkan ancaman yang sudah sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. 

“Oke, jadi sebetulnya mikroplastik ini tuh ancaman yang dekat banget, teman-teman, karena semua hal yang ada di kehidupan kita sehari-hari itu sebetulnya ada mikroplastiknya,” ujar Nurhayati.

Ilustrasi mikroplastik dari sedotan (Freepik)
Ilustrasi mikroplastik dari sedotan (Freepik)

Menurutnya, salah satu sumber mikroplastik yang kerap luput dari perhatian berasal dari pakaian berbahan polyester. Saat dicuci, serat-serat plastik dari kain tersebut dapat terlepas dan masuk ke saluran air, kemudian mencemari lingkungan. Selain itu, air minum dalam kemasan juga berpotensi menjadi sumber paparan mikroplastik yang dapat berdampak pada lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Berdampak Buruk pada Kesehatan 

Tidak hanya mengancam lingkungan, mikroplastik juga dapat berdampak pada kesehatan manusia. Nurhayati menjelaskan bahwa partikel mikroplastik dapat masuk ke dalam tubuh melalui beberapa jalur.

“Jalur kontaminasinya itu bisa melalui udara, pencernaan, dan juga kontak dermal,” ungkapnya.

baca juga

Paparan melalui udara dapat terjadi akibat partikel-partikel plastik berukuran sangat kecil yang berasal dari aktivitas industri maupun pembakaran sampah dan kemudian terhirup ke dalam sistem pernapasan. Sementara itu, jalur pencernaan terjadi ketika sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik terbawa ke sungai dan laut, kemudian dikonsumsi oleh biota laut seperti ikan yang pada akhirnya menjadi makanan manusia.

Selain itu, mikroplastik juga dapat masuk melalui kontak dermal atau kontak dengan kulit. Menurut Nurhayati, hal ini dapat berkaitan dengan penggunaan produk perawatan diri yang dikemas menggunakan bahan plastik. Dengan begitu, masyarakat perlu lebih cermat dalam memperhatikan bahan kemasan produk yang digunakan sehari-hari.

Sebuah jurnal yang diterbitkan dalam Environmental Science & Technology pada 2024, bahkan menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia diperkirakan mengonsumsi sekitar 15 gram mikroplastik setiap bulan. Meski dampaknya tidak langsung terasa, akumulasi mikroplastik dalam tubuh tetap perlu menjadi perhatian. 

“Sebetulnya mikroplastik ini dampaknya ke tubuh itu memang gak langsung. Jadi dia kayak butuh jangka waktu yang lama, baru tuh kita bisa merasakan dampak-dampak negatifnya di dalam tubuh kita,” jelasnya.

Perubahan Dimulai dari Langkah Kecil 

Oleh karena itu, Nurhayati mengingatkan pentingnya langkah-langkah sederhana untuk mengurangi pencemaran mikroplastik, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa tumbler sendiri, serta menerapkan prinsip think before buying sebelum membeli suatu produk. 

Langkah kecil tersebut dapat membantu mengurangi timbulan sampah plastik sekaligus menjaga lingkungan tetap sehat bagi manusia maupun keanekaragaman hayati. Meskipun tidak terlihat oleh mata, ancaman mikroplastik sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan memerlukan perhatian bersama. 

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tren Bawa Tumbler Makin Populer, Sudahkah Benar-Benar Ramah Lingkungan?

Tren Bawa Tumbler Makin Populer, Sudahkah Benar-Benar Ramah Lingkungan?

Your Say | Senin, 08 Juni 2026 | 12:18 WIB

Transisi Energi Diprediksi Membuka Banyak Lapangan Kerja, Apakah Generasi Muda Siap Mengisinya?

Transisi Energi Diprediksi Membuka Banyak Lapangan Kerja, Apakah Generasi Muda Siap Mengisinya?

Lifestyle | Senin, 08 Juni 2026 | 12:55 WIB

Ekspor Sampah Plastik Disebut Solusi Daur Ulang, Penelitian Ungkap Dampak Kesehatannya

Ekspor Sampah Plastik Disebut Solusi Daur Ulang, Penelitian Ungkap Dampak Kesehatannya

News | Senin, 08 Juni 2026 | 11:39 WIB

Terkini

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:45 WIB

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Jawa Tengah | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:43 WIB

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Health | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:35 WIB

Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter

Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:25 WIB

Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?

Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:22 WIB

Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang

Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang

Jawa Tengah | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:12 WIB

Anggaran Dipotong Pusat, Renovasi 11 Sekolah di Jakarta Terpaksa Mundur ke 2027

Anggaran Dipotong Pusat, Renovasi 11 Sekolah di Jakarta Terpaksa Mundur ke 2027

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:09 WIB

Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang

Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:07 WIB

Dukungan Pendidikan Jadi Langkah untuk Mempersiapkan Generasi Muda Berintegritas

Dukungan Pendidikan Jadi Langkah untuk Mempersiapkan Generasi Muda Berintegritas

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:07 WIB

×