Transisi Energi Diprediksi Membuka Banyak Lapangan Kerja, Apakah Generasi Muda Siap Mengisinya?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 08 Juni 2026 | 12:55 WIB
Transisi Energi Diprediksi Membuka Banyak Lapangan Kerja, Apakah Generasi Muda Siap Mengisinya?
Potret Anak Muda yang Bekerja Dalam Bidang EBT (Magnific/Magnific)

Suara.com - Saat dunia berpacu menekan emisi karbon dan beralih ke energi yang lebih bersih, generasi muda kerap disebut sebagai aktor penting dalam proses transisi energi. Mereka dianggap memiliki kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru, mendorong inovasi, dan membangun kesadaran publik mengenai krisis iklim.

Namun, di balik berbagai kampanye yang melibatkan anak muda, muncul pertanyaan: apakah mereka benar-benar dilibatkan dalam pengambilan keputusan, atau hanya menjadi simbol partisipasi?

Pertanyaan itu mengemuka dalam diskusi "Cheap and Clean Energy Now: Dari Persepsi ke Aksi, Dari Suara ke Kebijakan" yang diselenggarakan Generasi Energi Bersih bersama Yayasan Indonesia Bebas Emisi dan METI Energi Muda. Forum tersebut menyoroti bagaimana generasi muda dapat mengambil peran yang lebih substantif dalam transisi energi Indonesia.

Anak Muda Tidak Cukup Hanya Menjadi Simbol

Anggota Dewan Energi Nasional, Satya Widya Yudha, menilai keterlibatan generasi muda harus melampaui peran seremonial. Menurutnya, kebijakan energi nasional terbaru telah memasukkan penguatan sumber daya manusia sebagai salah satu fondasi transisi energi.

Karena itu, generasi muda perlu diposisikan sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar wajah kampanye.

Pandangan tersebut sejalan dengan hasil survei yang dilakukan Generasi Energi Bersih, METI Energi Muda, dan Yayasan Indonesia Bebas Emisi terhadap 903 responden. Sebagian besar responden berasal dari kelompok Gen Z dan milenial.

Survei tersebut menemukan bahwa 59,5 persen responden merasa selama ini hanya dilibatkan sebagai aktor seremonial dalam isu energi dan lingkungan. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara narasi tentang pentingnya peran anak muda dan ruang partisipasi yang benar-benar tersedia bagi mereka.

Transisi Energi Juga Soal Lapangan Kerja

baca juga

Di sisi lain, transisi energi bukan hanya berbicara tentang pengurangan emisi atau pembangunan pembangkit energi terbarukan. Proses ini juga berpotensi menciptakan peluang ekonomi baru.

Plt Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Hendra Jaya, mengatakan pengembangan energi baru terbarukan dalam skala besar akan membutuhkan tenaga kerja dari berbagai sektor.

Rencana pemerintah untuk mendorong pembangunan pembangkit listrik tenaga surya hingga ratusan gigawatt, misalnya, tidak hanya membutuhkan insinyur dan teknisi. Sektor pendukung seperti manufaktur, logistik, konstruksi, teknologi digital, hingga komunikasi publik juga diperkirakan akan ikut berkembang.

Artinya, peluang bagi generasi muda tidak terbatas pada mereka yang memiliki latar belakang pendidikan energi atau teknik.

Secretary General METI Energi Muda, Anggi Renaldy Pratama, bahkan menilai banyak anak muda belum menyadari bahwa keterampilan yang mereka miliki saat ini sebenarnya dapat berkontribusi pada pengembangan energi bersih.

Perubahan Tidak Selalu Dimulai dari Teknologi Besar

Meski isu transisi energi sering dikaitkan dengan pembangunan infrastruktur besar dan investasi bernilai triliunan rupiah, sejumlah pembicara mengingatkan bahwa perubahan juga dapat dimulai dari tingkat individu.

Community Action Manager The Climate Reality Project Indonesia, Arifah Handayani, menekankan pentingnya perubahan perilaku sehari-hari sebagai bagian dari upaya menekan konsumsi energi dan emisi karbon.

Langkah-langkah sederhana seperti menggunakan pendingin ruangan secara lebih efisien, mengurangi konsumsi energi yang tidak diperlukan, atau memilih moda transportasi yang lebih ramah lingkungan dapat menjadi bagian dari transisi energi.

Pandangan serupa disampaikan Editor in Chief Jakarta Globe dan Investor Daily, Djaka Susila. Menurutnya, keputusan sehari-hari yang tampak kecil tetap memiliki dampak terhadap konsumsi energi secara keseluruhan.

Dari Kesadaran ke Kebijakan

Tantangan terbesar transisi energi mungkin bukan hanya soal teknologi atau pendanaan, tetapi bagaimana mengubah kesadaran menjadi tindakan kolektif.

Generasi muda saat ini merupakan kelompok yang akan paling lama merasakan dampak perubahan iklim sekaligus menikmati manfaat dari sistem energi yang lebih bersih. Karena itu, keterlibatan mereka menjadi penting, tidak hanya sebagai konsumen energi, tetapi juga sebagai inovator, pekerja, komunikator, dan pengambil keputusan di masa depan.

Temuan bahwa sebagian besar anak muda masih merasa menjadi pelengkap dalam isu energi menunjukkan bahwa ruang partisipasi yang lebih bermakna masih perlu dibuka. Sebab, transisi energi yang berkeadilan tidak hanya membutuhkan teknologi baru, tetapi juga generasi yang diberi kesempatan untuk ikut menentukan arah perubahan.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Manifesto Lingkungan Hidup Emang Keren tapi Kalah Sakti dari Ketegasan Emak

Manifesto Lingkungan Hidup Emang Keren tapi Kalah Sakti dari Ketegasan Emak

Your Say | Minggu, 07 Juni 2026 | 20:10 WIB

Hemat dan Ramah Lingkungan, Biasakan 'Repair First' sebelum Membeli Baru

Hemat dan Ramah Lingkungan, Biasakan 'Repair First' sebelum Membeli Baru

Your Say | Minggu, 07 Juni 2026 | 20:05 WIB

Transisi Energi di Laut Janjikan Masa Depan Hijau, Tapi Bagaimana Nasib Masyarakat Pesisir?

Transisi Energi di Laut Janjikan Masa Depan Hijau, Tapi Bagaimana Nasib Masyarakat Pesisir?

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 14:00 WIB

Terkini

5 Tokoh Perempuan di Novel Klasik yang Punya Karakter Kuat, No Menye-Menye!

5 Tokoh Perempuan di Novel Klasik yang Punya Karakter Kuat, No Menye-Menye!

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 11:45 WIB

Timnas Indonesia Bermarkas di Sekolah Kepolisian Saat FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Bermarkas di Sekolah Kepolisian Saat FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 11:42 WIB

Prediksi Eks Bomber Liverpool di Derby Manchester: MU Bisa Buat Repot City

Prediksi Eks Bomber Liverpool di Derby Manchester: MU Bisa Buat Repot City

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 11:39 WIB

Sosok Mercedes Roa, Perempuan yang Fotonya Bareng Atta Halilintar Picu Kontroversi

Sosok Mercedes Roa, Perempuan yang Fotonya Bareng Atta Halilintar Picu Kontroversi

Entertainment | Jum'at, 11 September 2026 | 11:37 WIB

Satu Tahun Mitsubishi Destinator di Indonesia Tembus Produksi 55 Ribu Unit

Satu Tahun Mitsubishi Destinator di Indonesia Tembus Produksi 55 Ribu Unit

Otomotif | Jum'at, 11 September 2026 | 11:36 WIB

Mudah dan Murah! Begini Cara Menghilangkan Bau Tak Sedap di Kulkas Pakai Kopi

Mudah dan Murah! Begini Cara Menghilangkan Bau Tak Sedap di Kulkas Pakai Kopi

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 11:36 WIB

Persija Jakarta Dilarang Pakai Stadion GBK Saat Laga Kandang Usai Hadapi Persib Bandung

Persija Jakarta Dilarang Pakai Stadion GBK Saat Laga Kandang Usai Hadapi Persib Bandung

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 11:35 WIB

Buntut Ribuan Dapur Disegel: Ada Apa dengan Standar Higiene MBG?

Buntut Ribuan Dapur Disegel: Ada Apa dengan Standar Higiene MBG?

Video | Jum'at, 11 September 2026 | 11:33 WIB

Persija Jamu Persib di Jakarta Usai Menanti 7 Tahun, Pramono Wanti-wanti: Jangan Ada Kerusuhan!

Persija Jamu Persib di Jakarta Usai Menanti 7 Tahun, Pramono Wanti-wanti: Jangan Ada Kerusuhan!

News | Jum'at, 11 September 2026 | 11:32 WIB

Persija Diizinkan Pakai GBK, Persib Dilarang Main di Si Jalak Harupat

Persija Diizinkan Pakai GBK, Persib Dilarang Main di Si Jalak Harupat

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 11:28 WIB

×