Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Restu Fadilah

Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
Ilustrasi mata kelelahan. (Dok: Shutterstock)

Suara.com - Mata sering disebut sebagai jendela dunia. Namun ketika kornea, lapisan bening yang berada di bagian paling depan mata, mengalami kerusakan, dunia yang sebelumnya terlihat jelas dapat berubah menjadi buram bahkan gelap. Bagi jutaan orang di seluruh dunia, penyakit kornea menjadi penyebab hilangnya penglihatan yang berdampak besar terhadap kualitas hidup, kemandirian, dan kesehatan mental.

Kabar baiknya, perkembangan teknologi medis telah membuka harapan baru. Melalui transplantasi kornea, banyak pasien yang sebelumnya kehilangan penglihatan kini dapat kembali melihat dan menjalani hidup dengan lebih baik.

Menurut Prof Marcus Ang, Head and Senior Consultant, Corneal and External Eye Disease Department, Singapore National Eye Centre (SNEC), penyakit kornea masih menjadi salah satu penyebab utama kebutaan di dunia.

"Kebutaan kornea terjadi ketika kornea mengalami kerusakan atau penyakit sehingga cahaya tidak dapat masuk ke mata dengan baik. Akibatnya, penglihatan menjadi terganggu atau bahkan menyebabkan kebutaan," jelas Prof Marcus Ang.

Penyebab Kebutaan yang Sering Terlupakan

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap penyakit mata seperti katarak dan glaukoma, penyakit kornea sering kali kurang mendapat perhatian. Padahal dampaknya sangat besar.

Secara global, penyakit kornea menyumbang sekitar 5 persen dari seluruh kasus kebutaan di dunia. Angka tersebut menjadikan gangguan kornea sebagai salah satu penyebab utama kehilangan penglihatan yang membutuhkan penanganan dokter spesialis mata serta tindakan transplantasi kornea.

Kornea yang sehat berfungsi sebagai jendela transparan yang memungkinkan cahaya masuk ke dalam mata. Ketika kejernihan kornea terganggu akibat penyakit atau cedera, kemampuan mata untuk menangkap dan memproses cahaya pun ikut menurun.

Berbagai Penyebab Kerusakan Kornea

baca juga

Prof Marcus menjelaskan bahwa terdapat beberapa kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan kornea hingga mengakibatkan kebutaan.

Salah satu penyebab paling umum adalah keratitis atau infeksi kornea. Infeksi ini dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, maupun virus dan berpotensi meninggalkan jaringan parut permanen yang mengganggu kejernihan kornea.

"Infeksi mata atau keratitis merupakan salah satu penyebab penting kerusakan kornea. Jika terjadi luka yang berat atau jaringan parut, penglihatan dapat menurun secara signifikan," ujarnya.

Selain infeksi, terdapat pula penyakit degeneratif seperti Fuchs Endothelial Corneal Dystrophy. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan kornea akibat gangguan pada sel endotel yang berfungsi menjaga kornea tetap jernih.

Penyebab lainnya adalah pembengkakan kornea setelah operasi mata, terutama operasi katarak, serta cedera akibat benturan, trauma, atau paparan bahan kimia yang dapat merusak struktur kornea secara permanen.

Gejala Awal

Prof Marcus mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan kornea dan tidak menunggu hingga gangguan penglihatan menjadi berat.

Menurutnya, beberapa gejala seperti mata merah atau nyeri, penglihatan buram yang tidak kunjung membaik, sensitif terhadap cahaya, serta rasa seperti ada benda asing di mata harus segera diperiksakan ke dokter.

"Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda awal masalah atau infeksi kornea yang dapat memburuk dengan cepat jika tidak segera ditangani," ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan saat menggunakan lensa kontak. Penggunaan lensa kontak yang tidak sesuai aturan masih menjadi salah satu penyebab umum infeksi kornea yang serius.

Masyarakat dianjurkan selalu mencuci tangan sebelum memegang lensa kontak, tidak tidur menggunakan lensa kontak tanpa anjuran dokter, menghindari penggunaan lensa saat berenang atau mandi, serta mengganti lensa dan tempat penyimpanannya secara rutin sesuai petunjuk.

Selain itu, penggunaan pelindung mata saat berolahraga, bekerja dengan bahan kimia, atau melakukan pekerjaan yang berisiko juga penting untuk mencegah cedera kornea.

Dampak Besar pada Kehidupan Sehari-hari

Kerusakan kornea bukan hanya persoalan medis. Dampaknya dapat menjalar ke berbagai aspek kehidupan pasien, terutama pada kelompok usia lanjut.

Pasien sering mengalami penglihatan buram, berkabut, atau tampak terdistorsi. Akibatnya mereka kesulitan membaca, mengenali wajah anggota keluarga, menonton televisi, hingga berjalan dengan aman di lingkungan sekitar.

"Kebutaan kornea dapat sangat memengaruhi kemandirian dan kualitas hidup pasien," kata Prof Marcus.

Ketika kemampuan melihat menurun, risiko jatuh dan cedera juga meningkat. Pada lansia, kondisi ini dapat berdampak lebih besar karena menurunkan kemandirian dan membuat mereka semakin bergantung pada bantuan orang lain dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Kapan Transplantasi Kornea Diperlukan?

Tidak semua penyakit kornea harus ditangani dengan transplantasi. Pada tahap awal, beberapa kondisi masih dapat diobati menggunakan obat tetes mata atau terapi lainnya.

Namun ketika kerusakan kornea sudah berat, pilihan pengobatan menjadi lebih terbatas.

"Jika kornea mengalami kerusakan berat akibat infeksi atau kondisi degeneratif, satu-satunya cara untuk memulihkan penglihatan adalah melalui transplantasi kornea," jelas Prof Marcus.

Transplantasi biasanya diperlukan ketika penglihatan tidak lagi membaik dengan kacamata maupun obat-obatan, terdapat jaringan parut permanen pada kornea, pembengkakan kornea yang menetap, atau ketika jumlah sel endotel yang berfungsi menjaga kejernihan kornea berkurang secara signifikan.

Dalam kondisi tersebut, transplantasi kornea menjadi harapan utama untuk mengembalikan kualitas penglihatan pasien.

Krisis Donor Kornea di Dunia

Meski transplantasi kornea dapat mengembalikan penglihatan, pelaksanaannya menghadapi tantangan besar, yaitu keterbatasan donor kornea.

Menurut Prof Marcus, kekurangan donor kornea merupakan masalah global yang hingga kini masih menjadi perhatian banyak negara.

"Penelitian menunjukkan bahwa hanya satu dari 90 pasien di dunia yang membutuhkan transplantasi kornea dapat menerima transplantasi tersebut," ungkapnya.

Kondisi ini terjadi karena hingga saat ini belum tersedia pengganti buatan yang dapat sepenuhnya menggantikan fungsi kornea manusia.

Karena itu, donor kornea manusia masih menjadi sumber utama bagi pasien yang membutuhkan transplantasi.

Untuk membantu mengatasi kebutuhan tersebut, Singapore Eye Bank yang didirikan pada tahun 1991 terus berupaya menyediakan kornea donor berkualitas tinggi guna membantu pasien mendapatkan kesempatan melihat kembali.

DMEK, Generasi Baru Transplantasi Kornea

Kemajuan teknologi juga menghadirkan teknik transplantasi kornea yang lebih modern dan minim invasif, salah satunya adalah Descemet Membrane Endothelial Keratoplasty atau DMEK.

Teknik ini berbeda dengan transplantasi kornea konvensional yang mengganti seluruh lapisan kornea. "Dalam prosedur DMEK, hanya lapisan terdalam kornea yang rusak yang diganti, bukan seluruh ketebalan kornea," terang Prof Marcus.

Pendekatan tersebut memberikan sejumlah keuntungan bagi pasien. Masa pemulihan menjadi lebih cepat, risiko penolakan jaringan lebih rendah, dan tindakan operasi menjadi lebih ringan dibandingkan transplantasi kornea penuh.

Karena itu, DMEK kini menjadi salah satu pilihan utama pada berbagai kasus penyakit kornea yang melibatkan kerusakan lapisan endotel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1 Dari 1000 Orang Indonesia Alami Buta Akibat Kerusakan Kornea, Donor Mata Jadi jadi Terbaiknya

1 Dari 1000 Orang Indonesia Alami Buta Akibat Kerusakan Kornea, Donor Mata Jadi jadi Terbaiknya

News | Senin, 30 September 2024 | 21:45 WIB

Duh, Gegara Tenis Kornea Mata Nagita Slavina Robek: Ini Cara Memberikan Pertolongan Pertama

Duh, Gegara Tenis Kornea Mata Nagita Slavina Robek: Ini Cara Memberikan Pertolongan Pertama

Lifestyle | Jum'at, 22 September 2023 | 12:34 WIB

4 Risiko Kerusakan Mata akibat Penggunaan Softlens yang Tidak Tepat

4 Risiko Kerusakan Mata akibat Penggunaan Softlens yang Tidak Tepat

Your Say | Jum'at, 01 September 2023 | 09:42 WIB

Apa Itu Astigmatisme yang Diderita Eiichiro Oda? Ini Penyebab dan Gejala Penyakit Sang Mangaka One Piece

Apa Itu Astigmatisme yang Diderita Eiichiro Oda? Ini Penyebab dan Gejala Penyakit Sang Mangaka One Piece

Health | Jum'at, 09 Juni 2023 | 13:44 WIB

Kisah Haru Fransiska Ncis: Meninggal Setahun Usai Donor Ginjal, Kini Relakan Kornea Mata

Kisah Haru Fransiska Ncis: Meninggal Setahun Usai Donor Ginjal, Kini Relakan Kornea Mata

News | Jum'at, 11 November 2022 | 17:56 WIB

Ilmuwan Berhasil Memulihkan Mata Orang Buta dengan Implan dari Kulit Babi

Ilmuwan Berhasil Memulihkan Mata Orang Buta dengan Implan dari Kulit Babi

Health | Senin, 15 Agustus 2022 | 20:30 WIB

Terkini

Dari Adu Teknik Memasak hingga Meracik Kopi, Chef Dunia Bersaing di Jakarta

Dari Adu Teknik Memasak hingga Meracik Kopi, Chef Dunia Bersaing di Jakarta

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 01:49 WIB

LPPOM Tak Ingin Sertifikasi Halal Berhenti Jadi Label, UMKM Didorong Naik Kelas

LPPOM Tak Ingin Sertifikasi Halal Berhenti Jadi Label, UMKM Didorong Naik Kelas

News | Sabtu, 07 November 2026 | 01:37 WIB

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:30 WIB

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:23 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

News | Jum'at, 06 November 2026 | 23:18 WIB

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 23:09 WIB

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 23:06 WIB

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Sulsel | Jum'at, 06 November 2026 | 22:59 WIB

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 22:50 WIB

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

×