- Brawijaya Hospital meluncurkan Brawijaya Regenerative Stem Cell Center untuk menyediakan layanan terapi sel induk bagi masyarakat luas.
- Terapi stem cell dan secretome dimanfaatkan untuk memperbaiki jaringan tubuh, cedera muskuloskeletal, hingga kebutuhan prosedur estetika medis.
- Rumah sakit menerapkan metode seleksi pasien ketat serta menggunakan material dari laboratorium bersertifikat CPOB demi keselamatan pasien.
Suara.com - Perkembangan teknologi medis membuat terapi regeneratif berbasis stem cell semakin banyak dimanfaatkan untuk membantu pemulihan berbagai kondisi kesehatan. Tak hanya digunakan di bidang estetika, terapi ini juga mulai diterapkan untuk mendukung penanganan cedera sendi, tulang, hingga proses penyembuhan jaringan.
Stem cell atau sel induk merupakan sel yang memiliki kemampuan memperbarui diri dan berkembang menjadi berbagai jenis sel dalam tubuh. Kemampuan tersebut membuat stem cell dinilai berpotensi membantu proses regenerasi jaringan yang rusak sekaligus mengurangi peradangan secara alami.
Selain stem cell, terapi regeneratif juga memanfaatkan secretome, yakni kumpulan zat aktif yang dihasilkan oleh stem cell. Secretome mengandung berbagai growth factor atau faktor pertumbuhan yang berperan dalam mendukung proses penyembuhan dan regenerasi sel.
Melihat perkembangan tersebut, Brawijaya Hospital meluncurkan Brawijaya Regenerative Stem Cell Center sebagai pusat layanan terapi regeneratif yang dapat diakses di seluruh jaringan rumah sakitnya.
Presiden Direktur Brawijaya Hospital Group, Devin Wirawan, mengatakan layanan ini dihadirkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap teknologi kedokteran regeneratif yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup pasien.
"Kami mengintegrasikan teknologi regeneratif tercanggih dengan satu misi, yaitu meningkatkan kualitas hidup pasien secara nyata melalui penyembuhan di tingkat seluler," ujar Devin.

Digunakan untuk estetika hingga bedah plastik
Di bidang estetika dan bedah plastik, terapi berbasis stem cell dimanfaatkan untuk membantu peremajaan kulit, penanganan alopecia atau kebotakan, hingga penyempurnaan kontur wajah. Selain itu, terapi ini juga digunakan sebagai terapi pendamping untuk mempercepat penyembuhan jaringan pada pasien luka bakar maupun luka kronis.
Dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetika, dr. Tasya Anggrahita, Sp.BP-RE, Subsp. E.L., menjelaskan bahwa terapi stem cell menawarkan pendekatan yang berbeda dibandingkan sejumlah terapi estetika lainnya.
Menurutnya, stem cell bekerja dengan membantu regenerasi jaringan dari dalam tubuh, memperbaiki kerusakan pada tingkat sel, sekaligus menghasilkan growth factor yang berperan dalam proses perbaikan dan peremajaan jaringan.
Membantu pemulihan cedera sendi
Sementara itu, pada bidang orthopedi, stem cell dimanfaatkan untuk mendukung pemulihan berbagai cedera pada sistem muskuloskeletal, seperti tendon, tulang rawan sendi, ligamen, meniskus, rotator cuff, hingga diskus tulang belakang.
Dokter spesialis orthopedi, dr. Auliya Akbar, Sp.OT, Subsp. PL., mengatakan stem cell dan turunannya memiliki kemampuan untuk merangsang regenerasi sel sehingga dapat membantu proses penyembuhan jaringan yang mengalami kerusakan.
Pemanfaatan stem cell di bidang orthopedi dan traumatologi juga telah memiliki standar pelayanan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan sehingga pelaksanaannya dapat dilakukan secara aman dan terukur sesuai indikasi medis.
Keselamatan pasien menjadi prioritas