Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Di Tengah Rupiah Melemah, Prodia Justru Gas Bisnis Stem Cell

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 20 April 2026 | 08:19 WIB
Di Tengah Rupiah Melemah, Prodia Justru Gas Bisnis Stem Cell
Ilustrasi stem cell. (Pexels/Thirdman)
  • PT Prodia Widyahusada Tbk menjaga stabilitas operasional dan kinerja keuangan tahun 2024 dari fluktuasi nilai tukar Rupiah melalui mitigasi risiko.
  • Prodia melakukan ekspansi bisnis layanan sel punca melalui PT Prodia Stem Cell Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah jangka panjang.
  • Manajemen memproyeksikan layanan sel punca akan memberikan kontribusi signifikan terhadap margin keuntungan perusahaan dalam tiga tahun ke depan mendatang.

Suara.com - PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) memastikan operasional perusahaan tetap stabil di tengah tren pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, menegaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan langkah mitigasi risiko untuk menjaga kinerja keuangan hingga akhir tahun 2024.

Meskipun industri laboratorium kesehatan banyak melakukan impor alat kesehatan dan reagen, Dewi menjelaskan bahwa Prodia telah memproteksi diri melalui kesepakatan bisnis yang matang.

"Memang banyak impor, tetapi pembatasan risiko rupiah sudah diatur dalam MoU dan kontrak. Jadi sampai saat ini masih aman. Dari mitra kami masih ada jaminan hingga enam bulan ke depan, bahkan sampai akhir tahun. Jadi tidak terlalu besar dampaknya," jelas Dewi Muliaty dalam paparan publik baru-baru ini, Senin (20/4/2026).

Selain fokus pada ketahanan fundamental, Prodia juga tengah memacu lini bisnis baru melalui layanan sel punca (stem cell). Langkah ini diperkuat dengan akuisisi 30 persen saham PT Prodia Stem Cell Indonesia (Prosten) yang dilakukan tahun lalu.

Menanggapi pertanyaan mengenai kontribusi layanan sel punca terhadap pendapatan (top line) Prodia di tahun 2026, manajemen menjelaskan bahwa unit bisnis ini diperlakukan seperti sebuah startup di dalam ekosistem perusahaan.

ilustrasi prodia (ist)
Ilustrasi prodia (ist)

"Layanan ini adalah scientific-based service yang memerlukan riset panjang dan kepatuhan terhadap regulasi yang ketat. Kami menganggap ini sebagai unit bisnis yang serupa dengan startup. Di tahun pertama, kontribusinya mungkin belum signifikan terhadap total bisnis PRDA, namun kami memproyeksikan hasilnya dalam tiga tahun ke depan," ungkapnya.

Meskipun kontribusi langsung terhadap pendapatan konsolidasi belum terlihat besar dalam waktu singkat, manajemen optimistis kehadiran layanan sel punca akan meningkatkan nilai tambah (value-added) dan margin keuntungan, khususnya pada klinik spesifik seperti Prodia Senior Health Center (PSHC).

Lebih lanjut, pendapatan dari sektor ini tidak hanya bersumber dari layanan klinik, tetapi juga dari produk-produk yang dihasilkan oleh Prosten untuk dijual kepada dokter, klinisi, dan klinik mitra sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dewi Muliaty menekankan bahwa langkah ekspansi ini bukan semata-mata untuk menutupi perlambatan di sektor laboratorium konvensional, melainkan bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang yang mengedepankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG).

"Kami sangat mengikuti regulasi agar jangan sampai layanan ini melanggar ketentuan yang ada. Kami tetap mempertahankan prinsip GCG dalam setiap inovasi teknologi baru yang kami hadirkan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Babak Belur ke Rp17.100, BI Siapkan Instrumen Operasi Moneter

Rupiah Babak Belur ke Rp17.100, BI Siapkan Instrumen Operasi Moneter

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 18:46 WIB

Terpuruk! Rupiah Tembus Level Terlemah Sepanjang Sejarah Rp 17.105/USD

Terpuruk! Rupiah Tembus Level Terlemah Sepanjang Sejarah Rp 17.105/USD

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 16:02 WIB

Rupiah Masih Mimpi Buruk, Bertahan di Level Rp 17.078/USD

Rupiah Masih Mimpi Buruk, Bertahan di Level Rp 17.078/USD

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:59 WIB

Rupiah Loyo ke Rp17.035, Defisit Anggaran hingga Isu Perang AS-Iran Jadi Biang Keladi

Rupiah Loyo ke Rp17.035, Defisit Anggaran hingga Isu Perang AS-Iran Jadi Biang Keladi

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 15:57 WIB

Dolar AS Naik, Rupiah Makin Anjlok ke Level Rp17.006

Dolar AS Naik, Rupiah Makin Anjlok ke Level Rp17.006

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 09:58 WIB

Rupiah Anjlok, Emas Logam Mulia Diramal Bisa Tembus Rp3 Juta per Gram

Rupiah Anjlok, Emas Logam Mulia Diramal Bisa Tembus Rp3 Juta per Gram

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 08:08 WIB

Terkini

Update Harga Emas Pegadaian 20 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24

Update Harga Emas Pegadaian 20 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:14 WIB

Lulusan SMK Paling Banyak Nganggur, Pelatihan Vokasi Menjadi Penting

Lulusan SMK Paling Banyak Nganggur, Pelatihan Vokasi Menjadi Penting

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:14 WIB

PANI Bidik Penjualan Rp4,3 Triliun di PIK 2, Ini Kata Aguan

PANI Bidik Penjualan Rp4,3 Triliun di PIK 2, Ini Kata Aguan

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:00 WIB

OJK Desak BNI Kembalikan Dana Umat Gereja Rp28 Miliar yang Hilang

OJK Desak BNI Kembalikan Dana Umat Gereja Rp28 Miliar yang Hilang

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 07:29 WIB

Target Tembus Rp563 Miliar, CBDK Optimis Properti PIK 2 Makin Dilirik Investor

Target Tembus Rp563 Miliar, CBDK Optimis Properti PIK 2 Makin Dilirik Investor

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 19:36 WIB

Awas, Risiko Kebocoran Solar Subsidi Imbas Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan

Awas, Risiko Kebocoran Solar Subsidi Imbas Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 19:32 WIB

BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang

BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 19:22 WIB

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 14:51 WIB

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:51 WIB

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:33 WIB