- Dr. Moch. Evodia Slamet R. menjelaskan bahwa tumor otak primer sebagian besar bersifat jinak, namun tetap berisiko mengganggu fungsi vital.
- Gejala seperti nyeri kepala kronis, kejang, dan penurunan kesadaran menuntut pemeriksaan medis segera menggunakan CT Scan atau MRI.
- Teknologi medis kini menyediakan berbagai pilihan terapi, mulai dari operasi hingga prosedur Gamma Knife tanpa sayatan untuk pasien.
Hasil pemeriksaan tersebut kemudian menjadi dasar bagi dokter dalam menentukan jenis terapi yang paling sesuai bagi setiap pasien.
Penanganan Kini Semakin Beragam
Seiring berkembangnya teknologi medis, pilihan terapi tumor otak kini semakin beragam dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Penanganan dapat berupa terapi obat untuk mengurangi pembengkakan dan gejala, operasi bedah saraf secara terbuka, mikroskopik maupun endoskopik, radioterapi, hingga kemoterapi pada jenis tumor tertentu seperti glioblastoma.
Salah satu teknologi yang kini tersedia adalah Gamma Knife Radiosurgery, yaitu prosedur tanpa sayatan yang menggunakan radiasi berpresisi tinggi untuk mengendalikan pertumbuhan tumor, terutama pada tumor berukuran kecil.
Metode ini hanya memerlukan satu kali tindakan dan tidak menimbulkan luka operasi, sehingga menjadi salah satu pilihan terapi pada kasus yang memenuhi kriteria medis.
Jangan Abaikan Gejala
Dr. Evodia menekankan bahwa masyarakat sebaiknya tidak mengabaikan keluhan neurologis yang berlangsung lama dan semakin memburuk.
Pemeriksaan sejak dini tidak hanya membantu memastikan diagnosis lebih cepat, tetapi juga meningkatkan peluang keberhasilan terapi sekaligus mencegah komplikasi yang lebih berat.
Dengan semakin majunya teknologi medis, pasien tumor otak kini memiliki lebih banyak pilihan penanganan. Karena itu, mengenali gejala sejak awal dan segera berkonsultasi ke dokter menjadi langkah penting untuk mendapatkan terapi yang tepat.