- Teman Bumil & Parenting menyelenggarakan Family's Days Out di Bandung untuk mengedukasi orang tua mengenai pentingnya kecerdasan emosional dan sosial.
- Psikolog menekankan kecerdasan emosional dan sosial sama pentingnya dengan akademik untuk mendukung kesiapan anak menghadapi tantangan di masa depan.
- Layanan Psikolog Corner menyediakan skrining kesehatan mental berbasis Kuesioner Masalah Mental Emosional bagi anak usia tiga hingga enam tahun.
Suara.com - Banyak orang tua masih berfokus pada kecerdasan akademik atau Intelligence Quotient (IQ) sebagai indikator utama tumbuh kembang anak. Padahal, kemampuan mengelola emosi dan bersosialisasi juga menjadi bekal penting bagi anak untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Hal tersebut menjadi salah satu sorotan dalam acara Family's Days Out Roadshow to Bandung yang digelar Teman Bumil & Parenting di Nara Park Bandung. Mengusung tema "A Day to Be Brave, More Days to Feel Safe", acara ini diikuti lebih dari 100 keluarga dan menghadirkan edukasi mengenai pentingnya kesehatan mental dan emosional anak.
Psikolog Klinis Anak dan Remaja serta Keluarga, Ayoe Sutomo, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa kecerdasan emosi (EQ) dan kecerdasan sosial (SQ) memiliki peran yang sama pentingnya dengan kecerdasan akademik.
"Dalam dunia yang penuh tantangan, kelak anak-anak saat dewasa akan dituntut memiliki kecerdasan emosi berupa kemampuan mengenali, memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosi diri sendiri secara sehat. Begitu juga dengan kecerdasan sosial, di mana anak mampu memahami orang lain, berinteraksi dengan efektif, dan membangun hubungan yang bermakna dengan orang lain," ujar Ayoe.
Menurutnya, perkembangan emosi anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, tidak hanya faktor biologis. Lingkungan keluarga, pola asuh, hingga budaya tempat anak dibesarkan turut berperan besar dalam membentuk kemampuan emosional dan sosial anak.
"Ada anak yang memiliki temperamen bawaan mudah, tetapi ada juga yang sulit atau lambat dan membutuhkan adaptasi. Faktor genetik menyumbang sekitar 50 persen pada stabilitas emosi. Namun, pola pelekatan, gaya pengasuhan, dan stabilitas emosi orang tua juga ikut memengaruhi perkembangan emosi anak," jelasnya.
Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali perkembangan mental dan emosional anak sejak dini. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah melalui skrining kesehatan mental dan emosional.
Ayoe menilai, kehadiran fitur Psikolog Corner by Teman Bumil & Parenting dapat membantu orang tua memahami kondisi psikologis anak mereka.
"Skrining ini bisa menjadi langkah awal jika ditemukan ada penyimpangan atau sebagian aspek emosi yang belum berkembang, sehingga orang tua bisa melakukan stimulasi dan terapi sejak dini," katanya.
Saat ini, layanan utama di Psikolog Corner adalah Skrining Kesehatan Mental dan Emosional yang menggunakan pedoman resmi Kementerian Kesehatan RI, yaitu Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME). Skrining ini ditujukan untuk mendeteksi dini adanya masalah mental dan emosional pada anak usia prasekolah atau 3-6 tahun.
Orang tua hanya perlu menjawab delapan pertanyaan dan hasilnya akan langsung menunjukkan apakah kondisi anak berada dalam kategori normal, perlu konsultasi, atau terdapat indikasi penyimpangan.
Tak hanya anak, kesehatan mental orang tua juga menjadi perhatian. Psikolog Klinis Anak dan Remaja Melissa Luckyanti, M.Psi., Psikolog, mengungkapkan bahwa banyak ibu yang datang berkonsultasi ternyata membutuhkan ruang untuk bercerita mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi.
"Banyak ibu yang merasa tidak mampu menjadi orang tua yang baik karena mereka sendiri masih memiliki masalah mental dan emosional yang belum tuntas, mulai dari efek baby blues hingga persoalan dengan pasangan," ungkap Melissa.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kesehatan mental orang tua dan anak saling berkaitan. Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang aman secara emosional cenderung memiliki kemampuan mengelola emosi dan bersosialisasi yang lebih baik.
Melalui Family's Days Out dan peluncuran Psikolog Corner, Teman Bumil & Parenting berharap semakin banyak orang tua menyadari bahwa keberhasilan anak tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik.
Kecerdasan emosi dan sosial yang dibangun sejak dini juga menjadi fondasi penting agar anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, tangguh, dan mampu menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain.