- Studi Nutrition Reviews 2026 menyatakan pola makan berkaitan positif dengan prestasi akademik anak usia sekolah.
- Dr. Ray Wagiu Basrowi menyatakan nutrisi, saluran cerna, dan stimulasi mendukung perkembangan kognitif anak secara menyeluruh.
- Bebelac menyampaikan pesan penting tentang nutrisi dan stimulasi dalam talkshow di Ideafest pada tahun 2026.
Cynthia mengatakan, ia dan suami berusaha memberikan pola makan seimbang sekaligus menghadirkan stimulasi melalui aktivitas sederhana di rumah.
“Kami memberikan stimulasi melalui hal-hal sederhana seperti bermain bersama, mengajak si Kecil berinteraksi dan bereksplorasi, mendengarkan ceritanya, serta memberi ruang untuk mencoba hal-hal baru,” tambahnya.
Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa proses belajar anak sebenarnya terjadi hampir setiap saat. Ketika bermain, berbicara, bertanya, atau mencoba sesuatu yang baru, anak sedang mengembangkan berbagai kemampuan yang akan menjadi bekal untuk tahap berikutnya.
Melihat Potensi Anak Secara Lebih Utuh
Setiap anak memiliki kecepatan dan cara belajar yang berbeda. Karena itu, membandingkan pencapaian satu anak dengan anak lainnya bukan selalu menjadi cara terbaik untuk melihat perkembangan mereka.
Yang tidak kalah penting adalah memastikan anak mendapatkan fondasi yang mendukung proses tersebut: asupan nutrisi yang sesuai, kesehatan saluran cerna yang terjaga, stimulasi yang tepat, serta lingkungan yang memberikan rasa aman untuk belajar dan bereksplorasi.
Dengan begitu, peran orang tua bukan sekadar mendorong anak untuk mencapai sesuatu, tetapi juga mendampingi proses di balik pencapaian tersebut.
Pemahaman mengenai hal ini menjadi salah satu pesan yang dibawa Bebelac dalam talkshow “Growing Little Minds: The Science Behind Every Child’s Potential” di Ideafest 2026. Melalui kegiatan tersebut, Bebelac mengajak orang tua memahami bahwa perkembangan kognitif anak didukung oleh tiga hal yang saling berkaitan, yakni nutrisi, stimulasi, dan kesiapan biologis.