Berat Badan Sudah Turun, Bagaimana Menjaganya agar Tak Kembali Naik?

Vania Rossa

Jum'at, 25 September 2026 | 14:36 WIB
Berat Badan Sudah Turun, Bagaimana Menjaganya agar Tak Kembali Naik?
Health talk dengan tema "Simplifying Obesity Care & Shaping a Healthier Indonesia" (dok. ist)
baca 10 detik
  • Dokter Karina Marcella Widjaja menjelaskan bahwa tubuh memiliki mekanisme adaptasi metabolik setelah berat badan turun.
  • Selebriti Adit Insomnia berhasil menurunkan berat badan berkat pendampingan medis dari program Halofit.
  • Halofit memperkenalkan berbagai fitur aplikasi untuk mendukung pengguna mempertahankan kebiasaan sehat dalam jangka panjang.

Suara.com - Menurunkan berat badan bukan sekadar mengejar angka tertentu di timbangan. Setelah berat badan turun, tantangan berikutnya adalah mempertahankan hasil tersebut agar tidak kembali naik.

Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Karina Marcella Widjaja, Sp.GK mengatakan, tubuh memiliki mekanisme adaptasi yang dapat membuat seseorang kembali merasa lapar setelah mengalami penurunan berat badan.

“Kalau misalnya kita sudah mencoba untuk menurunkan berat badan, sudah turun misalnya 10 kilogram dalam waktu hanya sekitar dua bulan, tubuh itu punya memory. Tubuh akan mengingat pola sebelumnya sehingga badan kita juga bisa terasa lebih lapar lagi,” ujar dr. Karina dalam perayaan satu tahun perjalanan layanan kesehatan klinik digital Halofit by Halodoc.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan bagian dari adaptive metabolic response. Setelah berat badan turun, kebutuhan energi tubuh juga ikut berkurang. Karena itu, pola makan dan aktivitas fisik tetap perlu dijaga meski target berat badan sudah tercapai.

Tak Perlu Terlalu Sering Menimbang

Dalam sesi health talk bertema "Simplifying Obesity Care & Shaping a Healthier Indonesia", dr. Karina menyarankan penimbangan berat badan dilakukan sekitar satu kali dalam sepekan. Menimbang setiap hari tidak selalu diperlukan karena berat badan dapat berubah akibat cairan tubuh maupun makanan.

“Jangan setiap hari menimbang karena kondisi tubuh kita pasti berubah. Bisa karena faktor cairan. Hari ini kita minum sampai tiga liter, berat badan bisa naik. Habis makan juga pasti naik,” jelasnya.

Selain angka di timbangan, komposisi tubuh, indeks massa tubuh (IMT), dan lingkar pinggang juga dapat dipantau. Pemeriksaan komposisi tubuh, misalnya, dapat melihat massa lemak dan otot.

Lebih lanjut, dr. Karina menyarankan penurunan berat badan juga sebaiknya tidak dilakukan secara terlalu cepat. Target secara umum dapat berada di kisaran 5–15 persen dari berat badan awal atau sekitar 2–4 kilogram per bulan, dengan penyesuaian berdasarkan kondisi masing-masing.

baca juga

“Enggak mungkin kita langsung ingin turun 10 kilogram dalam sebulan. Yang ada kalori terlalu kecil malah jadi bahaya,” katanya.

Karena itu, kebutuhan kalori, kondisi kesehatan, pola makan, dan aktivitas fisik perlu diperhatikan sebelum menjalani program penurunan berat badan.

Jangan Lupakan Pola Makan, Olahraga, dan Tidur

Dr. Karina mengatakan, pola makan tetap perlu seimbang dengan mencukupi karbohidrat, protein, buah, dan sayur. Asupan gula, garam, dan makanan tinggi kalori perlu dibatasi.

Ia juga menyarankan mindful eating, yakni tetap menikmati makanan tertentu dengan memperhatikan jenis dan porsinya.

Selain itu, aktivitas fisik setidaknya 150 menit per minggu dan latihan kekuatan dapat membantu menjaga kebugaran serta massa otot. Tidur sekitar 7–8 jam per hari juga penting untuk mendukung pola hidup yang sehat.

Jangan Abaikan Fase Pemeliharaan

Ketika target berat badan sudah tercapai, bukan berarti program selesai. Menurut dr. Karina, seseorang tetap perlu memantau kondisi tubuh dan menyesuaikan pola makan serta aktivitas agar berat badan tidak kembali naik.

“Kalau berat badan sudah tercapai, kita harus periksa lagi, pantau lagi. Jangan asal karena sudah turun 10 atau 20 kilogram kemudian kembali makan seperti sebelumnya,” kata dr. Karina.

Pengalaman tersebut inilah yang dijalani oleh selebriti Adit Insomnia. Setelah berat badannya sempat meningkat sekitar 18 kilogram dalam tujuh tahun terakhir, ia mengaku berhasil menurunkan sekitar 10–12 kilogram setelah mendapat pendampingan pengelolaan berat badan bersama Halofit.

“Pendampingan dari tim medis Halofit membuat proses pengelolaan berat badan saya terasa lebih terarah dan membantu saya melihat perubahan sebagai bagian dari perjalanan kesehatan, bukan sekadar mengejar target penurunan berat badan,” ujar Adit.

Ia kini berusaha mempertahankan kebiasaan tersebut dengan tetap aktif bergerak dan menjaga pola makan berkat bantuan dari Halofit, program klinik digital weight management dari Halodoc. 

VP Consultation & Diagnostics Halodoc Ignasius Hasim mengatakan, pengelolaan berat badan membutuhkan perubahan yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

“Pengelolaan berat badan bukan soal transformasi secara instan, tetapi tentang membangun perubahan yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Untuk mendukung proses tersebut, Halofit memperkenalkan sejumlah fitur pendampingan, termasuk Care Room yang memungkinkan pengguna memantau perkembangan program dan berat badan melalui aplikasi Halodoc.

Ada pula Support 24/7 dengan dukungan tim medis dan HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) untuk membantu menjawab pertanyaan pengguna. Jika pertanyaan membutuhkan penanganan klinis, kasus dapat diteruskan kepada dokter.

Halofit juga menyediakan widget jadwal injeksi mingguan untuk membantu pengguna mencatat dan mengingat jadwal terapi yang telah ditetapkan dalam programnya.

Ignasius menekankan bahwa fitur tersebut ditujukan untuk mendukung keberlanjutan pendampingan setelah pengguna menjalani program, bukan menggantikan peran tenaga medis.

Dengan demikian, pengelolaan berat badan tidak berhenti ketika target angka di timbangan tercapai. Pola makan, aktivitas fisik, tidur, serta pemantauan kondisi tubuh tetap menjadi bagian dari kebiasaan yang perlu dijaga dalam jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setahun Jabat Menkeu, Purbaya Curhat Berat Badan Turun hingga 14 Kg

Setahun Jabat Menkeu, Purbaya Curhat Berat Badan Turun hingga 14 Kg

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 15:30 WIB

Tak Cuma Soal Pola Makan, Ini yang Membuat Berat Badan Sulit Turun

Tak Cuma Soal Pola Makan, Ini yang Membuat Berat Badan Sulit Turun

Health | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:28 WIB

Obesitas di Indonesia Disebut Masuk 4 Besar Dunia, Wamenkes Dante: Ini Bukan Lagi Soal Penampilan

Obesitas di Indonesia Disebut Masuk 4 Besar Dunia, Wamenkes Dante: Ini Bukan Lagi Soal Penampilan

Health | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Terkini

Pembebasan Bersyarat Bechi Dikecam: Seharusnya Pelaku Kekerasan Seksual Tak Semudah Itu Bebas!

Pembebasan Bersyarat Bechi Dikecam: Seharusnya Pelaku Kekerasan Seksual Tak Semudah Itu Bebas!

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:37 WIB

Berat Badan Sudah Turun, Bagaimana Menjaganya agar Tak Kembali Naik?

Berat Badan Sudah Turun, Bagaimana Menjaganya agar Tak Kembali Naik?

Health | Jum'at, 25 September 2026 | 14:36 WIB

7 Cara Menata Isi Kulkas yang Benar agar Makanan Bebas Kontaminasi

7 Cara Menata Isi Kulkas yang Benar agar Makanan Bebas Kontaminasi

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 14:36 WIB

5 Zodiak yang Jago Cari Duit, Konon Punya Bakat Menarik Kekayaan

5 Zodiak yang Jago Cari Duit, Konon Punya Bakat Menarik Kekayaan

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 14:35 WIB

7 Provinsi dengan Jumlah PHK Terbanyak di Indonesia

7 Provinsi dengan Jumlah PHK Terbanyak di Indonesia

Sumut | Jum'at, 25 September 2026 | 14:33 WIB

Gaji Luar Biasa, Jiwa Nelangsa: Derita Ikut Pilihan Karier Orang Tua

Gaji Luar Biasa, Jiwa Nelangsa: Derita Ikut Pilihan Karier Orang Tua

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 14:30 WIB

Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik

Bupati Gowa Jadi Tersangka Dugaan Korupsi PBG, Kuasa Hukum Langsung Laporkan Penyidik

Jawa Tengah | Jum'at, 25 September 2026 | 14:29 WIB

Kombes F Masuk Patsus Propam Buntut Dugaan Tipu WNA Malaysia Rp58,5 Miliar, Ini Duduk Perkaranya

Kombes F Masuk Patsus Propam Buntut Dugaan Tipu WNA Malaysia Rp58,5 Miliar, Ini Duduk Perkaranya

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:28 WIB

2 Wanita Thailand Divonis 7 Tahun Penjara Selundupkan 'Dodol Narkoba' di Bali

2 Wanita Thailand Divonis 7 Tahun Penjara Selundupkan 'Dodol Narkoba' di Bali

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:26 WIB

BEI Kaji Pembagian Dividen dalam Skema Demutualisasi, Besarannya Belum Ditentukan

BEI Kaji Pembagian Dividen dalam Skema Demutualisasi, Besarannya Belum Ditentukan

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 14:25 WIB

×