- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan penurunan berat badan drastis selama setahun menjabat sejak 8 September 2025.
- Purbaya menyatakan kepuasannya dapat menguji langsung teori ekonomi di lapangan dengan hasil yang sesuai rencana.
- Purbaya memaparkan pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat dan optimis dapat mendekati enam persen pada akhir tahun 2026.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan suka duka setelah setahun resmi menjabat. Usai menggantikan Menkeu Sri Mulyani sejak 8 September 2025, ia mengaku berat badannya turun hingga 14 kilogram.
Purbaya bercerita saat awal-awal menjabat Menkeu, dirinya memiliki berat badan hingga 102 kilogram. Namun beberapa waktu lalu berat badannya pernah turun hingga 88 kilogram
"Paling gampang kalau lihat badan saya kan. Pas jadi menteri saya 102 (kg). Sekarang 97-98 (kg). Sebelumnya turun sampai 88. Berarti kerjanya memang berat di Kementerian Keuangan," katanya dalam media briefing di RM Medan Baru, Sunter, Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Sedangkan untuk suka, Purbaya mengaku kalau ia senang menjabat Menkeu karena bisa menguji teori ekonomi yang sudah dipelajari untuk kebijakannya.
"Terus kalau sukanya sih fun. Kalau untuk ilmuwan seperti saya, ekonom kan ilmuwan ya. Itu paling menarik adalah ketika kita bisa menguji teori-teori di lapangan langsung. Dan kita lihat hasilnya sesuai dengan apa yang kita prediksi atau yang kita rencanakan," lanjutnya.
Bendahara Negara menilai kalau pertumbuhan ekonomi RI saat ini memang belum terlalu kencang. Tapi dia memastikan kalau ekonomi Indonesia saat ini sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen.
![Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) dan pejabat lama Sri Mulyani Indrawati saat serah terima jabatan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (9/9/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/09/09/99113-sertijab-menteri-keuangan-sri-mulyani-purbaya-yudhi-sadewa-sri-mulyani-dan-purbaya-yudhi.jpg)
Purbaya memaparkan pada triwulan keempat 2025, pertumbuhan ekonomi RI mencapai 5,39 persen. Kemudian triwulan pertama 2026 naik 5,61 persen.
Meskipun di triwulan kedua ekonomi sempat turun 5,29 persen, Purbaya menyebut kalau itu karena terjadinya konflik global. Ia percaya diri ekonomi bisa tumbuh mendekati 6 persen di akhir tahun 2026.
"Tapi sekarang siap untuk gerak ke arah 6 persen lagi. Saya pikir triwulan keempat tahun ini bisa mendekati 6 persen pertumbuhannya. Jadi untuk senangnya sih di situ, untuk ekonom seperti saya, yang paling menarik adalah ketika teori bisa diuji di lapangan. Dan tadi hasilnya sesuai dengan kenyataan," bebernya.
Lebih lanjut Purbaya memastikan kalau pihaknya mulai memaksimalkan sektor swasta untuk pertumbuhan ekonomi. Begitu pula dengan Pemerintah lewat belanja anggaran.
"Tapi yang penting adalah saya sudah bisa melihat mesin pertumbuhan mulai bergerak. Sektor swasta mulai bergerak pelan-pelan, lebih cepat dari sebelumnya. Pemerintah juga berjalan dengan baik. Harusnya sih kalau ini dijaga terus, ya pertumbuhan 6 persen enggak terlalu jauh untuk kita lihat dalam waktu tidak terlalu lama," jelas Purbaya.