350 Ribu Kematian Terjadi Setiap Tahun Akibat Stroke, Gimana Cara Penanganannya?

Nur Khotimah, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 26 September 2026 | 14:12 WIB
350 Ribu Kematian Terjadi Setiap Tahun Akibat Stroke, Gimana Cara Penanganannya?
Ilustrasi stroke. (Pexels/Kampus Production)
baca 10 detik
  • Kemenkes mencatat 3,9 juta penduduk Indonesia menderita stroke pada 2023 yang memerlukan penanganan dalam periode emas 4,5 jam.
  • Pemerintah memperkuat standar penanganan stroke melalui PNPK Tata Laksana Stroke pada 19 Agustus 2026 untuk menurunkan kematian dan kecacatan.
  • Siloam Hospitals Lippo Village telah menangani lebih dari 20.000 kasus neuroscience kompleks menggunakan teknologi dan protokol klinis terstandar.

Suara.com - Stroke masih menjadi persoalan kesehatan serius di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Juni 2026 menunjukkan sekitar 3,9 juta penduduk Indonesia hidup dengan stroke pada 2023 dan penyakit ini menyebabkan lebih dari 350 ribu kematian. Indonesia juga menyumbang sekitar 6,5 persen beban disabilitas akibat stroke secara global.

Besarnya angka kematian dan kecacatan tersebut membuat kecepatan penanganan menjadi faktor penting.

Stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu akibat sumbatan atau perdarahan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam fact sheet yang diperbarui pada 19 Desember 2025 mencatat stroke menjadi penyebab kematian dan disabilitas terbesar ketiga secara global pada 2021.

Pada tahun tersebut diperkirakan terdapat 11,9 juta kasus stroke baru di dunia, dengan total 93,8 juta orang hidup dengan kondisi tersebut.

WHO juga menyebut risiko seseorang mengalami stroke sepanjang hidup meningkat 50 persen dalam 20 tahun terakhir, dengan sekitar satu dari empat orang dewasa diperkirakan mengalami stroke sepanjang hidupnya.

Ilustrasi pasien stroke. [Dok.Antara]
Ilustrasi pasien stroke. [Dok.Antara]

Di Indonesia, Kemenkes sejak 2023 telah mengingatkan mengenai pentingnya golden period dalam penanganan stroke. Kemenkes menyebut periode emas penanganan stroke sekitar 4,5 jam sejak serangan.

Pasien dianjurkan segera dibawa ke rumah sakit karena semakin lama penanganan ditunda, semakin besar risiko kerusakan otak, kematian, maupun kecacatan.

Untuk stroke iskemik atau stroke akibat sumbatan pembuluh darah, waktu juga menjadi bagian penting dalam menentukan pemberian terapi.

baca juga

Indikator pelayanan stroke Kemenkes pada 2024 menerangkan, pasien stroke iskemik dengan onset kurang dari 4,5 jam dan memenuhi indikasi ditargetkan mendapatkan terapi trombolisis intravena menggunakan rTPA setelah pemeriksaan yang diperlukan.

Terapi cepat tersebut ditujukan untuk membantu melarutkan bekuan darah dan memulihkan aliran darah ke otak.

Pemerintah bahkan kembali memperkuat standar penanganan stroke melalui Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Stroke pada 19 Agustus 2026 kemarin sebagai acuan resmi bagi tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Spesialis bedah saraf sekaligus subspesialis neuro-onkologi Siloam Hospitals Lippo Village, Prof. Dr. dr. Julius July, Sp.BS (K), M.Kes, IFAANS dalam konferensi pers The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026 di Jakarta, Sabtu (19/9/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Spesialis bedah saraf sekaligus subspesialis neuro-onkologi Siloam Hospitals Lippo Village, Prof. Dr. dr. Julius July, Sp.BS (K), M.Kes, IFAANS dalam konferensi pers The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026 di Jakarta, Sabtu (19/9/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Pedoman tersebut ditujukan untuk menstandarkan diagnosis dan pengobatan stroke guna membantu menurunkan angka kematian dan kecacatan.

Kebutuhan terhadap penanganan yang cepat dan terintegrasi tersebut turut mendorong pengembangan layanan neurologi dan bedah saraf. Kabar baiknya, Siloam Hospitals Lippo Village menyebut telah menangani lebih dari 20.000 kasus neuroscience kompleks selama pengembangan layanan selama tiga dekade.

Layanan yang dikembangkan mencakup neurointervensi, rehabilitasi saraf, neuro-onkologi, neurorestorasi, hingga terapi stroke akut melalui penghancuran dan pengangkatan sumbatan pembuluh darah otak.

Kecepatan penanganan ini bisa terjadi lantaran menerapkan layanan stroke didukung kemampuan diagnostik dan intervensi tingkat lanjut, stroke pathway terintegrasi, serta protokol klinis yang terstandar.

Spesialis bedah saraf sekaligus subspesialis neuro-onkologi Siloam Hospitals Lippo Village, Prof. Dr. dr. Julius July, Sp.BS (K), M.Kes, IFAANS mengatakan, perkembangan penanganan penyakit saraf selama tiga dekade tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga teknik bedah dan kolaborasi multidisiplin.

"Dalam 30 tahun terakhir, kami melihat bagaimana perkembangan ilmu, teknik bedah, teknologi, dan kolaborasi multidisiplin mengubah penanganan berbagai kasus neurologis," ujar Prof. Julius dalam konferensi pers The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026 di Jakarta, Sabtu (19/9/2026).

Ia menambahkan, tantangan berikutnya adalah memastikan kemajuan ilmu dan teknologi tersebut dapat diterjemahkan menjadi pelayanan yang lebih tepat, aman, dan memberikan hasil yang lebih baik bagi pasien.

Persoalan stroke pun tidak berhenti ketika pasien berhasil melewati fase akut. Kemenkes pada Juni 2026 menyebut dampak stroke dapat berupa gangguan fisik dan kognitif jangka panjang yang memengaruhi kualitas hidup, produktivitas, serta kemandirian penyintas. Karena itu, rehabilitasi juga menjadi bagian penting dalam penanganan stroke.

"Tantangan berikutnya adalah bagaimana kita terus mendorong batas tersebut dan membawa manfaatnya lebih luas bagi pasien di Indonesia," pungkas Prof. Julius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Kondisi 'Gigi Hiu' pada Masa Pertumbuhan Anak dan Langkah Penanganannya

Mengenal Kondisi 'Gigi Hiu' pada Masa Pertumbuhan Anak dan Langkah Penanganannya

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 07:49 WIB

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

Kesehatan Remaja Jadi Perhatian, Pencegahan Penyakit Tidak Menular Didorong Sejak Dini

Kesehatan Remaja Jadi Perhatian, Pencegahan Penyakit Tidak Menular Didorong Sejak Dini

Health | Jum'at, 25 September 2026 | 22:08 WIB

Terkini

5 Kesalahan Menyimpan Makeup yang Bikin Produk Cepat Rusak, Jangan Sepelekan!

5 Kesalahan Menyimpan Makeup yang Bikin Produk Cepat Rusak, Jangan Sepelekan!

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 14:10 WIB

New Balance 530 vs 2002R, Mana yang Lebih Nyaman untuk Jalan Kaki?

New Balance 530 vs 2002R, Mana yang Lebih Nyaman untuk Jalan Kaki?

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 14:06 WIB

Debut Timnas Indonesia Berbuah Assist, Luke Vickery: Sungguh Malam yang Istimewa

Debut Timnas Indonesia Berbuah Assist, Luke Vickery: Sungguh Malam yang Istimewa

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 14:03 WIB

Bebas Kotoran! 5 Cleansing Cream Ini Ampuh Bikin Kulit Bersih dan Lembut

Bebas Kotoran! 5 Cleansing Cream Ini Ampuh Bikin Kulit Bersih dan Lembut

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 14:00 WIB

Kenang Guruh Soekarnoputra, SBY Cerita Momen saat Keduanya Berbagi Kanvas di Pameran Lukisan

Kenang Guruh Soekarnoputra, SBY Cerita Momen saat Keduanya Berbagi Kanvas di Pameran Lukisan

News | Sabtu, 26 September 2026 | 13:51 WIB

Bedak Tabur Viva Ada Berapa Shade? Cek Pilihan Warna dan Review Pembeli

Bedak Tabur Viva Ada Berapa Shade? Cek Pilihan Warna dan Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 13:49 WIB

5 Rekomendasi Film Baru Sambut Akhir Pekan, Ada Avengers Endgame: Encore!

5 Rekomendasi Film Baru Sambut Akhir Pekan, Ada Avengers Endgame: Encore!

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 13:40 WIB

Megawati Baru Tiba dari Manado, Jenazah Guruh Soekarnoputra Segera Dimakamkan

Megawati Baru Tiba dari Manado, Jenazah Guruh Soekarnoputra Segera Dimakamkan

News | Sabtu, 26 September 2026 | 13:37 WIB

Sikapi Jalsah Salanah Ahmadiyah di Lamsel, MUI Lampung: Tolak Aksi Sweeping

Sikapi Jalsah Salanah Ahmadiyah di Lamsel, MUI Lampung: Tolak Aksi Sweeping

Lampung | Sabtu, 26 September 2026 | 13:37 WIB

Ciri-Ciri Sepatu New Balance 530 Original, Cek 7 Detail Ini Sebelum Beli

Ciri-Ciri Sepatu New Balance 530 Original, Cek 7 Detail Ini Sebelum Beli

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 13:35 WIB

×