- Secara medis, kedutan mata kanan atau *myokymia* adalah kontraksi otot tanpa sengaja yang bersifat sementara.
- Kondisi ini umumnya dipicu oleh faktor stres, kelelahan, kurang tidur, kafein, mata tegang, serta iritasi.
- Kedutan yang berlangsung lama dan disertai gejala lain memerlukan pemeriksaan medis untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan.
Suara.com - Kedutan mata kanan sering dikaitkan dengan berbagai pertanda dalam kepercayaan masyarakat, tetapi secara medis kondisi ini umumnya berkaitan dengan kontraksi otot kelopak mata yang terjadi tanpa disengaja.
Kedutan dapat muncul selama beberapa detik, menit, atau berulang dalam beberapa hari sebelum akhirnya menghilang dengan sendirinya.
Meski biasanya tidak berbahaya, kedutan yang berlangsung lama atau disertai keluhan lain perlu diperhatikan karena pada kasus tertentu dapat berkaitan dengan gangguan pada mata, saraf, atau otot.
Lantas, kenapa mata kanan kedutan menurut medis dan kapan kondisi tersebut perlu diperiksakan?
Penyebab Mata Kanan Kedutan Menurut Medis
Dalam istilah medis, kedutan kelopak mata yang umum terjadi disebut myokymia, yaitu kontraksi kecil dan tidak terkendali pada otot kelopak mata.
Kondisi ini dapat terjadi pada satu mata, termasuk mata kanan, dan umumnya bersifat sementara.
Dikutip dari EMC Healthcare, beberapa faktor yang dapat memicu kedutan antara lain:
1. Stres
Stres merupakan salah satu pemicu yang cukup umum pada kedutan kelopak mata. Ketika tubuh berada dalam kondisi tegang, aktivitas saraf dan otot dapat meningkat sehingga kelopak mata lebih mudah mengalami kontraksi berulang.
2. Kelelahan dan kurang tidur
Mata dan tubuh yang terlalu lelah dapat membuat kedutan lebih mudah muncul. Kondisi ini biasanya membaik setelah tubuh mendapatkan istirahat yang cukup.
3. Terlalu banyak kafein
Konsumsi kafein berlebihan juga dapat menjadi pemicu myokymia. Karena itu, mengurangi kopi, minuman berkafein, atau sumber stimulan lain dapat membantu apabila kedutan muncul berulang.
4. Mata tegang
Aktivitas yang membuat mata bekerja dalam waktu lama, seperti menatap komputer atau ponsel, dapat menyebabkan ketegangan mata dan berhubungan dengan munculnya kedutan. Kondisi mata kering juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang memicu gangguan pada kelopak mata.
5. Iritasi pada mata
Permukaan mata atau bagian dalam kelopak yang mengalami iritasi dapat menjadi pemicu kedutan. Paparan angin, polusi, cahaya terang, serta beberapa kondisi pada permukaan mata juga dapat berperan.
Pada sebagian besar kasus, kedutan seperti ini dapat membaik tanpa pengobatan khusus. Istirahat yang cukup, mengurangi stres, dan membatasi konsumsi kafein merupakan beberapa langkah yang dapat dicoba.
Risiko Penyakit yang Ditandai Kedutan
Kedutan mata kanan umumnya bukan tanda penyakit serius. Namun, apabila berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau muncul bersama gejala lain, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Beberapa kondisi yang dalam kasus tertentu dapat disertai kedutan atau spasme kelopak mata antara lain blefarospasme esensial jinak dan hemifacial spasm.
Blefarospasme esensial dapat menyebabkan kedipan atau kontraksi pada kedua kelopak mata, sedangkan hemifacial spasm dapat menyebabkan kedutan yang bermula di sekitar mata lalu melibatkan bagian lain pada satu sisi wajah.
Kedutan juga sangat jarang dapat muncul sebagai bagian dari gangguan sistem saraf tertentu, seperti Bell's palsy, dystonia, multiple sclerosis, Parkinson, atau sindrom Tourette. Namun, kondisi tersebut biasanya tidak hanya ditandai oleh kedutan mata, melainkan disertai gejala lain.
Segera jadwalkan pemeriksaan jika kedutan tidak kunjung hilang selama beberapa minggu, kelopak menutup sepenuhnya setiap kali berkedut, mata sulit dibuka, bagian wajah atau tubuh lain ikut mengalami kedutan, atau kelopak tampak turun.
Mata yang merah, bengkak, mengeluarkan cairan, atau mengalami perubahan penglihatan juga menjadi alasan untuk mendapatkan evaluasi medis.