Kebiasaan Sebelum Tidur Ternyata Berpengaruh ke Otak, Ini yang Perlu Diperhatikan

Dinda Rachmawati

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:39 WIB
Kebiasaan Sebelum Tidur Ternyata Berpengaruh ke Otak, Ini yang Perlu Diperhatikan
Ilustrasi tidur cukup untuk menjaga kesehatan otak dan tubuh (Pexels/Miriam Alonso)
baca 10 detik
  • dr. Febby Astari dan dr. Oktaviana Niken menjelaskan bahwa kualitas tidur yang buruk dapat berdampak negatif pada konsentrasi, memori, dan pengelolaan stres.
  • Seraphim Medical Center meluncurkan Brain Wellness & Sleep Center untuk mengatasi gangguan tidur serta kesehatan otak melalui pemeriksaan medis komprehensif.
  • Pusat layanan tersebut menyediakan berbagai teknologi seperti qEEG Brain Mapping, Neurofeedback, dan Transcranial Pulse Stimulation guna menyusun program pemulihan personal.

Suara.com - Tidur sering kali menjadi bagian dari rutinitas yang paling mudah dikorbankan. Kesibukan pekerjaan, aktivitas sosial, hingga kebiasaan bermain gadget sebelum tidur membuat waktu istirahat semakin berkurang. 

Padahal, tidur bukan sekadar jeda setelah tubuh menjalani aktivitas seharian, tetapi memiliki peran penting bagi kesehatan otak dan kondisi fisik secara keseluruhan.

Kebiasaan tidur yang kurang baik bahkan dapat berpengaruh pada konsentrasi, daya ingat, suasana hati, hingga kemampuan tubuh mengelola stres. Karena itu, membangun sleep hygiene atau kebiasaan tidur yang sehat menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kualitas hidup.

dr. Febby Astari, IFMCP menjelaskan, kebiasaan sebelum tidur dapat membantu tubuh mengenali bahwa waktu istirahat sudah tiba. Ritual sederhana seperti mengganti pakaian, mengatur suhu kamar, meredupkan lampu, hingga menjauhkan gadget dapat menjadi bagian dari rutinitas tersebut.

“Untuk sleep hygiene yang paling baik itu, terakhir sudah mau tidur, lepas gadget-nya. Kalau bisa agak jauh sedikit,” ujar dr. Febby.

Menurutnya, penggunaan gadget menjelang tidur dapat membuat seseorang yang awalnya sudah mengantuk kembali terjaga, terutama ketika aktivitas berlanjut dengan scrolling. Karena itu, menciptakan suasana kamar yang mendukung tidur menjadi hal yang tidak kalah penting.

Suhu kamar juga sebaiknya dibuat nyaman, tidak terlalu panas maupun terlalu dingin. Sementara pencahayaan dapat mulai diredupkan ketika mendekati waktu tidur. Kondisi gelap membantu tubuh mengenali perubahan waktu dari aktivitas menuju istirahat. 

Teknologi Terbaru Wellness & Sleep Center, Seraphim Medical Center (Dok. Istimewa)
Teknologi Terbaru Wellness & Sleep Center, Seraphim Medical Center (Dok. Istimewa)

Namun, menjaga kualitas tidur tidak hanya dilakukan pada malam hari. Pola hidup secara keseluruhan juga memiliki peran. dr. Oktaviana Niken P., Sp.N., DAIFIDN., MMRS., FNR., AIFO-K., mengatakan pola makan seimbang dan olahraga teratur turut memengaruhi kondisi tubuh dan kualitas tidur.

“Pola makan yang seimbang, yang bergizi itu penting untuk mempengaruhi aktivitas dan metabolisme sel, serta olahraga yang teratur,” jelasnya.

baca juga

Ia menambahkan, jenis olahraga yang baik adalah aktivitas yang mampu dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang. Aktivitas sehari-hari seperti bekerja di kantor atau mengurus rumah tangga belum dapat dianggap sebagai olahraga terstruktur.

Kualitas tidur juga berkaitan erat dengan kemampuan otak dalam menjalankan berbagai fungsi. Saat tidur, otak tidak berhenti bekerja. Salah satu proses penting yang berlangsung adalah konsolidasi memori.

Ketika kualitas tidur terganggu, proses tersebut dapat ikut terdampak. Akibatnya, seseorang bisa mengalami kesulitan berkonsentrasi, kemampuan belajar menurun, hingga lebih mudah lupa. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan stres dan perubahan hormon kortisol.

“Tidur itu memang sangat penting. Pada saat kamu tidur, selain otak lagi istirahat, dia juga lagi konsolidasi memori. Jadi pada saat kualitas tidur kita tidak baik, otomatis konsolidasi memori itu tidak terjadi,” ujar dr. Niken.

Karena itu, persoalan tidur tidak selalu cukup diselesaikan hanya dengan mengubah kebiasaan. Jika seseorang sudah menerapkan sleep hygiene dan pola hidup sehat tetapi masih mengalami gangguan tidur, penyebab lain perlu diperiksa.

Kebutuhan tersebut menjadi salah satu alasan Seraphim Medical Center, unit bisnis Bethsaida Healthcare yang berfokus pada layanan wellness dan kualitas hidup jangka panjang, menghadirkan Brain Wellness & Sleep Center. Layanan ini mengintegrasikan kesehatan otak dan optimalisasi kualitas tidur dalam satu pusat layanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Tunggu Burnout: Pentingnya Ambil Ruang Jeda Sebagai Kebiasaan Rutin

Jangan Tunggu Burnout: Pentingnya Ambil Ruang Jeda Sebagai Kebiasaan Rutin

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 19:04 WIB

Universitas Sriwijaya Menghadirkan Taman Budaya Gotong Royong JKN

Universitas Sriwijaya Menghadirkan Taman Budaya Gotong Royong JKN

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 15:29 WIB

Dari Sebentar Saja Jadi Berjam-jam: Jebakan Doomscrolling Sebelum Tidur?

Dari Sebentar Saja Jadi Berjam-jam: Jebakan Doomscrolling Sebelum Tidur?

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 18:00 WIB

Terkini

Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan Selama FIFA ASEAN Cup 2026

Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan Selama FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:37 WIB

7 Sepatu Jalan Waterproof yang Tetap Kering saat Terkena Cipratan Air dan Hujan

7 Sepatu Jalan Waterproof yang Tetap Kering saat Terkena Cipratan Air dan Hujan

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:37 WIB

Sidang Gugatan Ijazah Gibran, Pakar Jelaskan Kenapa PHPU Tak Bisa Diajukan Setelah Presiden Dilantik

Sidang Gugatan Ijazah Gibran, Pakar Jelaskan Kenapa PHPU Tak Bisa Diajukan Setelah Presiden Dilantik

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Sinopsis The Lament of Autumn: Pertaruhan Nyawa 10 Hari Demi Keadilan

Sinopsis The Lament of Autumn: Pertaruhan Nyawa 10 Hari Demi Keadilan

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Tumbang dari China, Recurve Beregu Putri Indonesia Gagal Raih Medali Asian Games 2026

Tumbang dari China, Recurve Beregu Putri Indonesia Gagal Raih Medali Asian Games 2026

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:34 WIB

Ojol Bisa Ajukan KUR Rp100 Juta Tanpa Agunan, Tapi Tak Otomatis Cair Penuh

Ojol Bisa Ajukan KUR Rp100 Juta Tanpa Agunan, Tapi Tak Otomatis Cair Penuh

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Yunus Nusi Sampai Turun ke Lapangan Perkara Injury Time 2 Jadi 7 Menit

Yunus Nusi Sampai Turun ke Lapangan Perkara Injury Time 2 Jadi 7 Menit

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:31 WIB

Kemenkeu Sudah Anggarkan Cicilan KDMP ke Himbara, Pencairan Tunggu Audit BPK

Kemenkeu Sudah Anggarkan Cicilan KDMP ke Himbara, Pencairan Tunggu Audit BPK

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Bukan Sekadar Angkat Beban, Pusat Kebugaran Bertransformasi Jadi Ruang Komunitas

Bukan Sekadar Angkat Beban, Pusat Kebugaran Bertransformasi Jadi Ruang Komunitas

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Sopir Eks Pimpinan Ponpes di Lombok Diduga Cabuli 4 Santriwati

Sopir Eks Pimpinan Ponpes di Lombok Diduga Cabuli 4 Santriwati

Bali | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:23 WIB

×