- Prof. Nicolaas C. Budhiparama membahas tantangan desain implan lutut untuk pasien Asia dalam Lyon Knee Congress di Prancis.
- Kongres tersebut berlangsung pada 24 hingga 26 September 2026 dan dihadiri oleh lebih dari 1.000 dokter bedah ortopedi dunia.
- Penelitian menunjukkan anatomi lutut orang Indonesia lebih lebar dan berbeda dibandingkan populasi Kaukasia serta wilayah lainnya.
Suara.com - Penggantian sendi lutut menjadi salah satu pilihan terapi bagi pasien osteoartritis lutut atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai pengapuran sendi.
Namun, seiring meningkatnya jumlah pasien, muncul pertanyaan penting: apakah desain implan lutut yang tersedia saat ini benar-benar sesuai untuk semua pasien, termasuk masyarakat Asia?
Pertanyaan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Journées Lyonnaises de Chirurgie du Genou ke-22 atau Lyon Knee Congress yang berlangsung pada 24-26 September 2026 di Centre de Congrès de Lyon, Prancis.
Dalam kongres yang diikuti lebih dari 1.000 dokter bedah ortopedi tersebut, isu kecocokan implan untuk pasien Asia dan Timur Tengah mendapat sesi khusus.
Indonesia turut diwakili oleh Prof. Nicolaas C. Budhiparama, MD, PhD, Sp.OT(K), FICS, yang merupakan dokter spesialis bedah ortopedi di sejumlah rumah sakit di Jakarta sekaligus Presiden Asia Pacific Orthopaedic Association (APOA) periode 2025-2026.

Prof. Nicolaas membawakan presentasi berjudul “Knee arthroplasty in Asia: challenges with current implant designs” dalam sesi yang membahas stabilitas dan alignment pada operasi penggantian sendi lutut total.
Persoalan ini menjadi semakin relevan karena jumlah penderita osteoartritis terus meningkat. Survei komunitas COPCORD di 15 kota di Indonesia pada 2023 menemukan osteoartritis lutut pada 15 persen dari 3.597 responden dewasa.
Di sisi lain, Indonesia juga mulai memasuki fase penduduk menua. Berdasarkan data BPS dari SUPAS 2025, penduduk berusia 60 tahun ke atas mencapai 11,97 persen pada 2025.
Secara global, beban osteoartritis juga meningkat tajam. Studi Global Burden of Disease yang diterbitkan di The Lancet Rheumatology memperkirakan sekitar 595 juta orang hidup dengan osteoartritis pada 2020.
Lutut menjadi salah satu bagian tubuh yang paling sering terdampak, dengan kasus osteoartritis lutut diproyeksikan meningkat sekitar 75 persen pada 2050.
Lutut Asia Bukan Sekadar Lutut yang Diperkecil
Persoalan desain implan muncul karena bentuk anatomi lutut tidak selalu sama pada setiap populasi.
Sejumlah penelitian sebelumnya membandingkan bentuk lutut dari berbagai kelompok etnis dengan ukuran dan desain implan yang tersedia.
Studi 2019 yang melibatkan 264 lutut orang Prancis dan 259 lutut orang Tiongkok menemukan bahwa persoalan overhang, ketika komponen implan melewati tepi tulang, maupun under-coverage, ketika permukaan tulang tidak tertutup sempurna, sulit dihindari dengan komponen implan yang tersedia.
Meta-analisis terhadap 15 penelitian dan 2.627 lutut juga menemukan bahwa 13 komponen femoral yang umum digunakan hanya mampu mengakomodasi kurang dari seperempat variasi bentuk lutut berdasarkan jenis kelamin dan kelompok etnis.