- Prof. Nicolaas C. Budhiparama membahas tantangan desain implan lutut untuk pasien Asia dalam Lyon Knee Congress di Prancis.
- Kongres tersebut berlangsung pada 24 hingga 26 September 2026 dan dihadiri oleh lebih dari 1.000 dokter bedah ortopedi dunia.
- Penelitian menunjukkan anatomi lutut orang Indonesia lebih lebar dan berbeda dibandingkan populasi Kaukasia serta wilayah lainnya.
Menariknya, dibandingkan lutut orang Kaukasia, lutut orang India dan Arab tercatat lebih lebar, sementara lutut orang Asia Timur cenderung lebih sempit.
Temuan dari Indonesia turut memperkuat persoalan tersebut. Penelitian yang diterbitkan di KSSTA pada 2021 membandingkan 67 orang Indonesia dan 67 orang Belanda dengan usia serta jenis kelamin yang disetarakan.
Hasilnya, lutut orang Indonesia memang cenderung lebih kecil, tetapi memiliki aspect ratio lebih besar. Artinya, bentuk lutut relatif lebih lebar dibandingkan ukuran kedalaman depan-belakangnya.
Bahkan, komponen tibia dari sembilan sistem implan yang dibandingkan tidak sepenuhnya sesuai dengan ukuran lutut orang Indonesia.
Karena itu, salah satu pesan penting yang disampaikan dalam presentasi Prof. Nicolaas di Lyon adalah bahwa desain implan untuk pasien Asia masih menghadapi sejumlah tantangan.
Slide presentasinya menyoroti lima persoalan, mulai dari implan yang belum benar-benar bersifat “Asian-neutral”, kemungkinan ketidakcocokan antara komponen femoral dan tibia, hingga perbedaan tuntutan fungsi serta alignment lutut masyarakat Asia.
Lutut orang Asia, kata dia juga tidak bisa dipandang hanya sebagai versi lebih kecil dari lutut orang Kaukasia.
Meski demikian, kebutuhan akan implan yang lebih sesuai dengan karakteristik pasien tidak serta-merta berarti implan khusus pasti memberikan hasil klinis yang lebih baik. Bukti mengenai manfaat penggunaan implan yang dibuat khusus untuk pasien masih perlu dikonfirmasi.
Bagi Indonesia, keterlibatan dalam forum seperti Lyon Knee Congress menjadi penting karena data mengenai karakteristik lutut masyarakat Indonesia dapat ikut memperkaya pembahasan global mengenai desain implan.
Dengan populasi yang menua dan jumlah kasus osteoartritis yang berpotensi terus meningkat, persoalan kecocokan implan bukan sekadar perkara ukuran.
Desain yang lebih sesuai dengan anatomi dan kebutuhan pasien menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas operasi penggantian sendi lutut di masa mendatang.