- Infeksi Saluran Pernapasan Akut dapat menular antarmanusia melalui percikan pernapasan penderita virus atau bakteri.
- Penyakit ini menimbulkan gejala seperti batuk, demam, pilek, serta sakit tenggorokan bagi penderitanya.
- Pencegahan penularan dilakukan dengan mencuci tangan, mengenakan masker, serta menjaga ventilasi ruangan yang memadai.
Suara.com - Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, dengan gejala yang beragam.
Batuk, pilek, demam, dan sakit tenggorokan menjadi sejumlah keluhan yang kerap muncul ketika seseorang mengalami infeksi saluran pernapasan.
Namun, tidak sedikit orang yang masih bertanya-tanya apakah ISPA dapat menular kepada anggota keluarga atau orang lain di sekitarnya.
Apakah ISPA Menular?
![Ilustrasi batuk TBC [Freepic]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/05/09/37073-ilustrasi-batuk-tbc-freepic.jpg)
ISPA dapat menular, terutama jika disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang menyerang saluran pernapasan.
Penularan dapat terjadi ketika seseorang melakukan kontak dengan penderita atau terpapar partikel pernapasan yang mengandung kuman penyebab infeksi.
Meski demikian, ISPA merupakan istilah yang mencakup berbagai infeksi saluran pernapasan, sehingga tidak semua gangguan pernapasan memiliki penyebab dan risiko penularan yang sama.
Paparan polusi udara, debu, dan asap rokok juga dapat mengganggu saluran pernapasan, tetapi faktor tersebut bukan penyakit menular.
Dikutip dari laman resmi RS Pondok Indah, ISPA akibat virus dan bakteri dapat menyebar melalui percikan yang keluar ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara.
Penularan juga dapat terjadi melalui tangan yang terkontaminasi, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut.
Risiko penularan cenderung meningkat ketika seseorang berada dekat dengan penderita dalam waktu lama, terutama di ruangan tertutup dengan sirkulasi udara yang kurang baik.
Karena itu, menjaga kebersihan dan membatasi kontak dekat ketika sedang sakit menjadi langkah penting untuk melindungi orang lain.
Apa Saja Gejala ISPA?
Gejala ISPA dapat berbeda-beda, bergantung pada penyebab dan bagian saluran pernapasan yang mengalami infeksi. Keluhan yang umum muncul antara lain:
- Batuk, baik kering maupun berdahak.
- Pilek atau hidung tersumbat.
- Bersin-bersin.
- Demam.
- Sakit tenggorokan atau nyeri saat menelan.
- Sakit kepala dan nyeri otot.
- Tubuh terasa lemas.
- Sesak napas pada kondisi tertentu.
Gejala ringan dapat membaik dengan istirahat dan perawatan yang sesuai. Namun, apabila penderita mengalami kesulitan bernapas, nyeri dada yang memburuk, atau penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis.
Bayi, balita, lansia, serta orang dengan daya tahan tubuh lemah perlu mendapat perhatian lebih karena berisiko mengalami komplikasi yang lebih serius.
Bagaimana Cara Mencegah Penularan ISPA?
Pencegahan ISPA dapat dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari yang membantu mengurangi paparan kuman penyebab infeksi. Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:
- Mencuci tangan secara rutin. Gunakan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan, setelah batuk atau bersin, serta setelah beraktivitas di tempat umum.
- Menerapkan etika batuk dan bersin. Tutup hidung dan mulut menggunakan tisu atau siku bagian dalam agar percikan pernapasan tidak menyebar ke orang lain.
- Menggunakan masker saat diperlukan. Orang yang mengalami gejala pernapasan sebaiknya memakai masker, terutama ketika berada bersama orang lain atau di tempat ramai.
- Menjaga ventilasi ruangan. Pastikan sirkulasi udara di rumah dan tempat kerja memadai untuk mengurangi penumpukan partikel pernapasan.
- Menghindari kontak dekat saat sakit. Batasi interaksi dengan anggota keluarga, terutama bayi, lansia, dan orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
- Menjaga daya tahan tubuh. Konsumsi makanan bergizi seimbang, cukup tidur, dan lakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan.
Selain melakukan pencegahan, masyarakat perlu memperhatikan perkembangan gejala. Apabila keluhan tidak membaik, semakin berat, atau disertai tanda bahaya, konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga kesehatan.