- Orang tua dapat meredakan gejala ISPA ringan pada anak di rumah melalui istirahat, cairan, madu, larutan saline, dan udara bersih.
- Perawatan rumahan bertujuan membantu pemulihan dan meredakan ketidaknyamanan, tetapi orang tua harus tetap memantau kemungkinan munculnya gejala yang memburuk.
- Anak harus segera dibawa ke dokter jika mengalami sesak napas, bibir kebiruan, dehidrasi, lemas, kejang, atau demam menetap.
Suara.com - Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak dapat menimbulkan keluhan berupa batuk, pilek, demam, hingga hidung tersumbat yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Ketika anak mengalami gejala tersebut, orang tua dapat memberikan perawatan sederhana di rumah untuk membantu meredakan ketidaknyamanan selama masa pemulihan.
Sejumlah cara alami, seperti mencukupi kebutuhan cairan, memberikan madu sesuai usia, dan membersihkan hidung, dapat membantu anak merasa lebih nyaman.
Meski demikian, perawatan rumahan perlu disertai pemantauan gejala agar orang tua dapat mengenali kondisi yang membutuhkan pemeriksaan medis.
Cara Mengobati ISPA pada Anak Secara Alami
ISPA dapat disebabkan oleh berbagai jenis virus maupun bakteri, sehingga penanganannya bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan infeksi.
Sebagian infeksi saluran pernapasan ringan dapat membaik dengan sendirinya, sedangkan kondisi tertentu membutuhkan pengobatan dari dokter.
Perawatan alami di rumah terutama bertujuan membantu meredakan gejala dan menjaga kebutuhan dasar anak selama pemulihan. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.
1. Memastikan Anak Mendapat Istirahat Cukup
Istirahat membantu anak memulihkan energi ketika tubuh sedang melawan infeksi. Orang tua dapat mengurangi aktivitas yang melelahkan dan memberikan kesempatan kepada anak untuk tidur sesuai kebutuhannya.
Buat suasana kamar nyaman, bersih, dan memiliki sirkulasi udara yang baik agar anak dapat beristirahat dengan lebih tenang.
2. Mencukupi Kebutuhan Cairan
Ketika mengalami ISPA, anak tetap perlu mendapatkan cairan yang cukup untuk membantu mencegah dehidrasi. Berikan air putih kepada anak yang sudah sesuai usia untuk mengonsumsinya, sedangkan bayi tetap perlu mendapatkan ASI atau susu sesuai kebutuhannya.
Jika nafsu makan menurun, tawarkan makanan bergizi dalam porsi kecil tetapi lebih sering. Perhatikan frekuensi buang air kecil karena berkurangnya urine dapat menjadi salah satu tanda kekurangan cairan.
3. Memberikan Madu untuk Meredakan Batuk
Madu dapat membantu meredakan batuk pada anak berusia di atas satu tahun. Bahan alami ini bisa diberikan dalam jumlah kecil atau dicampurkan ke dalam minuman hangat yang tidak terlalu panas.
Namun, madu tidak boleh diberikan kepada bayi berusia di bawah 12 bulan karena berisiko menyebabkan botulisme pada bayi. Madu juga hanya membantu meredakan gejala, bukan menghilangkan penyebab infeksi.
4. Membersihkan Hidung dengan Larutan Saline
Hidung tersumbat dapat membuat anak kesulitan bernapas melalui hidung, tidur, atau menyusu. Untuk membantu mengatasinya, orang tua dapat menggunakan tetes hidung saline steril yang sesuai untuk anak.
Pada bayi, lendir yang sudah melunak dapat dibersihkan secara perlahan menggunakan alat penyedot lendir khusus bayi jika diperlukan. Gunakan sesuai petunjuk dan hindari memasukkan alat terlalu dalam agar tidak melukai jaringan hidung.
5. Menjaga Udara Tetap Bersih
Hindarkan anak dari asap rokok, asap pembakaran, debu, dan polusi yang dapat memperburuk iritasi saluran pernapasan. Pastikan ruangan memiliki ventilasi yang memadai dan jaga kebersihan lingkungan rumah.
Hindari mengajak anak menghirup uap dari wadah berisi air panas karena berisiko menyebabkan luka bakar. Orang tua juga sebaiknya tidak memberikan ramuan herbal atau obat batuk tanpa memastikan keamanan dan kesesuaiannya dengan usia anak.
Kapan Harus ke Dokter?
Perawatan alami tidak selalu cukup untuk menangani ISPA pada anak. Orang tua perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya, seperti:
- Napas cepat, sesak, atau tarikan dinding dada ke dalam saat bernapas.
- Bibir atau wajah tampak kebiruan.
- Anak sulit minum, tidak mampu menyusu, atau menunjukkan tanda dehidrasi.
- Anak tampak sangat lemas, sulit dibangunkan, atau mengalami kejang.
Pemeriksaan dokter juga diperlukan jika demam menetap, gejala semakin memburuk, atau anak tidak menunjukkan perbaikan.
Bayi berusia di bawah tiga bulan yang mengalami suhu tubuh 38 derajat Celsius atau lebih perlu segera mendapatkan penilaian medis.