Taruna Ikrar: AI Boleh Jadi Asisten Kesehatan, Tapi Bukan Pengganti Dokter

Vania Rossa

Senin, 02 November 2026 | 15:07 WIB
Taruna Ikrar: AI Boleh Jadi Asisten Kesehatan, Tapi Bukan Pengganti Dokter
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar. (Suara.com/Vania)
baca 10 detik
  • Kepala BPOM Taruna Ikrar mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan kecerdasan buatan sebagai pengganti peran dokter dalam pengobatan.
  • Data BPOM menunjukkan sebanyak 78,9 persen masyarakat dalam tiga tahun terakhir terbiasa melakukan pengobatan mandiri tanpa resep dokter.
  • BPOM memperkuat pengawasan obat dan edukasi publik untuk mencegah kesalahan penggunaan obat serta keterlambatan penanganan medis.

Suara.com - Kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin mengubah cara masyarakat mencari informasi, termasuk ketika mengalami gangguan kesehatan. Tak sedikit orang kini memanfaatkan AI untuk mencari tahu penyebab gejala yang dirasakan hingga menanyakan obat yang sebaiknya dikonsumsi.

Cukup dengan mengetikkan keluhan seperti sakit kepala, batuk, atau demam, pengguna bisa memperoleh berbagai informasi dan saran dalam hitungan detik. Namun, kebiasaan ini perlu disikapi dengan hati-hati karena informasi yang diberikan AI tidak selalu benar dan belum tentu sesuai dengan kondisi kesehatan setiap orang.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengingatkan masyarakat agar tidak keliru menempatkan AI sebagai sumber informasi kesehatan.

Menurut dia, AI semestinya diposisikan sebagai asisten yang membantu manusia memperoleh informasi, bukan menggantikan peran dokter atau menjadi penasihat kesehatan utama.

"Betul bahwa tidak seluruh informasi yang di AI itu benar," ujar Taruna dalam sesi tanya jawab pada ajang APSMI 2026.

Ia menjelaskan, informasi yang disajikan AI dihasilkan melalui algoritma yang mengolah berbagai informasi yang tersedia secara online. Karena itu, kebenaran informasi yang diberikan tetap perlu diperhatikan.

Taruna menilai, salah satu tantangan pemerintah saat ini adalah mengatur pemanfaatan AI agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, terutama ketika berkaitan dengan keputusan pengobatan.

Ia menyoroti kemungkinan masyarakat menggunakan AI untuk menentukan sendiri obat yang harus dikonsumsi, tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis.

"Bagaimana supaya menghindari kesalahkaprahan masyarakat kita terhadap penggunaan AI sehingga dia mengobati dirinya sendiri dan menganggap AI ini adalah dokternya, bukan lagi sebagai asisten," katanya.

baca juga

Hampir 80 Persen Masyarakat Melakukan Swamedikasi

Kekhawatiran tersebut juga berkaitan dengan tingginya kebiasaan masyarakat melakukan pengobatan mandiri atau swamedikasi.

Taruna mengungkapkan, berdasarkan data rata-rata BPOM dalam tiga tahun terakhir, sebanyak 78,9 persen masyarakat menggunakan obat secara mandiri atau tanpa resep dokter.

Menurut dia, masyarakat umumnya memilih obat sendiri ketika mengalami keluhan ringan, seperti sakit kepala atau flu. Mereka baru mendatangi dokter ketika gejala yang dirasakan sudah tidak tertahankan.

Melihat fenomena itu, BPOM bersama Kementerian Kesehatan berupaya memastikan praktik swamedikasi tetap berjalan secara aman dan tidak membuat masyarakat mengabaikan kebutuhan pemeriksaan medis.

BPOM Perkuat Informasi dan Pengawasan Obat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Self-Care Makin Didorong di Asia Pasifik, Literasi Kesehatan dan Keamanan Obat Jadi Kunci

Self-Care Makin Didorong di Asia Pasifik, Literasi Kesehatan dan Keamanan Obat Jadi Kunci

Health | Senin, 02 November 2026 | 14:18 WIB

Konsisten Lindungi Pekerja, PLN Pertahankan Predikat Terbaik Nasional di Satya JKN Awards 2026

Konsisten Lindungi Pekerja, PLN Pertahankan Predikat Terbaik Nasional di Satya JKN Awards 2026

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:08 WIB

Kurang Bersyukur Tidak Menjadi Jawaban atas Persoalan Kesehatan Mental

Kurang Bersyukur Tidak Menjadi Jawaban atas Persoalan Kesehatan Mental

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 14:20 WIB

Terkini

Dilarang Vape! Kapolri Pastikan Sanksi Disiplin hingga Pidana Bagi Anggota yang Melanggar

Dilarang Vape! Kapolri Pastikan Sanksi Disiplin hingga Pidana Bagi Anggota yang Melanggar

News | Senin, 02 November 2026 | 15:11 WIB

Taruna Ikrar: AI Boleh Jadi Asisten Kesehatan, Tapi Bukan Pengganti Dokter

Taruna Ikrar: AI Boleh Jadi Asisten Kesehatan, Tapi Bukan Pengganti Dokter

Health | Senin, 02 November 2026 | 15:07 WIB

Pakar: Nasib Gibran Sebagai Wapres, Kuncinya di Prabowo Subianto

Pakar: Nasib Gibran Sebagai Wapres, Kuncinya di Prabowo Subianto

News | Senin, 02 November 2026 | 15:07 WIB

Menbud Fadli Zon Tegaskan Konser Andrea Bocelli di Borobudur Sejalan dengan Amanat Konstitusi

Menbud Fadli Zon Tegaskan Konser Andrea Bocelli di Borobudur Sejalan dengan Amanat Konstitusi

News | Senin, 02 November 2026 | 15:01 WIB

14 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Wisnu Dampingi UMKM dari Kesulitan Modal hingga Naik Kelas

14 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Wisnu Dampingi UMKM dari Kesulitan Modal hingga Naik Kelas

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 15:01 WIB

11 Anggota DPRD Meranti Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga di Eks Lahan SRL

11 Anggota DPRD Meranti Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga di Eks Lahan SRL

Riau | Senin, 02 November 2026 | 15:00 WIB

Gaji Pas-pasan, Pajak Macam-macam: Menghitung Sisa Napas Finansial Pekerja

Gaji Pas-pasan, Pajak Macam-macam: Menghitung Sisa Napas Finansial Pekerja

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 15:00 WIB

Tak Cuma Menyedapkan Masakan, Minyak Wijen Juga Punya Manfaat untuk Penderita Hipertensi

Tak Cuma Menyedapkan Masakan, Minyak Wijen Juga Punya Manfaat untuk Penderita Hipertensi

Health | Senin, 02 November 2026 | 14:55 WIB

RANS Carnival Kena Cancel Culture, Pakar Komunikasi Sebut Ini Bukan Sekadar Retorika

RANS Carnival Kena Cancel Culture, Pakar Komunikasi Sebut Ini Bukan Sekadar Retorika

Jogja | Senin, 02 November 2026 | 14:55 WIB

Sukses Negara Bukan Cuma Perut Kenyang, Pakar UGM: Kasih Kailnya, Bukan Ikan

Sukses Negara Bukan Cuma Perut Kenyang, Pakar UGM: Kasih Kailnya, Bukan Ikan

News | Senin, 02 November 2026 | 14:52 WIB

×