“Makin berani menyakiti membuat onar di luar, dia makin dielu-elukan sehingga kondisi psikologisnya membuatnya makin berani, itu fenomena seperti itu ada,” ucap Suprapto, seperti dikutip dari Suara.com.
Demikian penjelasan tentang sejarah klitih yang bermula dari ajang gengsi kekuatan geng pelajar hingga berkembang menjadi aksi kriminal menggunakan senjata tajam.