Indotnesia - Annisa Pohan mengalami keguguran saat usia kehamilannya mencapai 7 minggu. Dia mengungkap ukuran bayinya masih terlalu kecil dan tidak ada detak jantungnya.
Hal tersebut membuat janin itu tidak dapat dipertahankan. Mengikuti saran dokter, dia harus rela janin itu dikeluarkan dan dibersihkan dengan sistem ERPOC atau Retained Products of Conception, yang serupa dengan kuret.
Ia telah menjalani ERPOC pada 2 Juli 2022. Melalui unggahan di Instagram, Minggu (3/7/2022), Anissa mengunggah foto dirinya duduk di kursi roda, ditemani oleh sang suami, Agus Yudhoyono, dan putrinya.
“Suami dan anak saya, Almira, yang senantiasa menemani, menyemangati, menghibur, masyaAllah dapat memberikan saya sedikit senyum dan tawa,” tulisnya.
Postingan Anissa lantas banjir dukungan darikerabat, kalangan selebritis, dan warganet.
Melansir Mayo Clinic, keguguran dapat terjadi sebelum usia kehamilan memasuki 20 minggu. Sekitar 10% hingga 20% perempuan hamil akan mengalami keguguran.
Kebanyakan hal tersebut terjadi karena janin tidak berkembang seperti yang diharapkan. Keguguran juga berdampak pada emosional, fisik, dan spiritual perempuan.
Melansir Marriage.com, beberapa hal yang dialami perempuan setelah mengalami keguguran adalah sebagai berikut:
Dampak Emosional
Perempuan akan merasakan berbagai emosi setelah kehilangan janinnya. Setidaknya, ada enam tahapan yakni:
- Penyangkalan
- Ketidakpercayaan
- Amarah
- Bertahan
- Depresi