Profil TPST Piyungan, Muara Sampah di Yogyakarta yang Menggunung Tak Terkelola

Indotnesia | Suara.com

Senin, 11 Juli 2022 | 15:09 WIB
Indotnesia/ Eko Junianto

Indotnesia - Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan sempat jadi perbincangan publik karena tagar #JogjaDaruratSampah akibat permasalahan yang terjadi pada Mei 2022.

Sampah yang semakin menumpuk tanpa pengelolaan maksimal menimbulkan pelbagai masalah, mulai dari lingkungan hingga kesehatan masyarakat sekitar.

Jika dirunut berdasarkan sejarah, TPST Piyungan mulai dibangun pada 1994 dan digunakan sebagai tempat pembuangan sampah sejak tahun 1996.

Menurut Lilik Purwoko, Kepala Dusun Banyakan 3, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, sampah di tempat pembuangan di daerahnya itu tidak memiliki pengolahan dan hanya ditumpuk.

“Sejak awal pembuangan tahun 1996-2022 itu sama, tidak ada pengolahan, hanya ditumpuk dan kalau dulu memang dilapisi sampah, tanah, sampah, tanah. Tetapi sekitar akhir 2014 kesini memang hanya penumpukan sampah sampah terus,” jelasnya, saat dihubungi oleh tim Indotnesia.

Dilansir dari laman resmi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daerah Istimewa Yogyakarta (DLHK DIY), TPST Piyungan merupakan tempat pemrosesan akhir sampah yang berasal dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul.

Lokasi tempat pembuangan akhir sampah dari 3 kota tersebut berada di Dusun Ngablak dan Watugender, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul.

Saat awal mulai beroperasi, TPST Piyungan dikelola oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dan mengalami pergantian pengelola mulai tahun 2000 diserahkan kepada Sekretariat Bersama (Sekber) Kartamantul, lembaga bersama pemerintah kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul dalam bidang kerjasama prasarana serta sarana perkotaan didasarkan pada Keputusan Gubernur No.18 Tahun 2000.

Setelah itu, pengelolaan tempat pembuangan akhir tersebut diambil alih oleh Balai Pengelolaan Infrastruktur Sanitasi dan Air Minum, di bawah Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral pada 1 Januari 2015.

Hingga pada 2019, pengelolaan TPST Piyungan dialihkan pada Balai Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY.

Menjadi tempat pembuangan sampah akhir dari 3 kota di Yogyakarta, tumpukan sampah di TPST Piyungan kian menggunung.

Setiap harinya, ada sekitar 700-800 ton sampah yang dibuang di tempat tersebut tanpa pengelolaan, selain dipungut oleh binatang ternak atau para pemulung.

Meski begitu, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk membenahi dan meningkatkan fungsi sekaligus kegunaan TPST Piyungan.

Tuntutan dari warga setelah penutupan TPST Piyungan yang terjadi pada Mei 2022 juga menjadi bahan pertimbangan dalam memperbaiki tempat tersebut lebih baik lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

TPST Piyungan Ditutup, Ancaman Jogja Darurat Sampah Makin Nyata

TPST Piyungan Ditutup, Ancaman Jogja Darurat Sampah Makin Nyata

| Rabu, 11 Mei 2022 | 14:15 WIB

Terkini

'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?

'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?

Jakarta | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:52 WIB

THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?

THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?

Jakarta | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:38 WIB

Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026

Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026

Jabar | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:30 WIB

Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?

Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?

Lampung | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:25 WIB

Lelah Arus Mudik? Ini 5 Destinasi Alam di Bogor untuk Self-Healing Bareng Keluarga

Lelah Arus Mudik? Ini 5 Destinasi Alam di Bogor untuk Self-Healing Bareng Keluarga

Bogor | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:21 WIB

Misteri Terkuak di Cipayung! 7 Fakta Kunci Kasus Pembunuhan Wanita DA yang Ditemukan Tewas Terkunci

Misteri Terkuak di Cipayung! 7 Fakta Kunci Kasus Pembunuhan Wanita DA yang Ditemukan Tewas Terkunci

Banten | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:07 WIB

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:05 WIB

Hari Fitri, Uang Baru Berpindah Tangan, Berbagi Tetap Hidup, Meski Keadaan Tak Selalu Ringan

Hari Fitri, Uang Baru Berpindah Tangan, Berbagi Tetap Hidup, Meski Keadaan Tak Selalu Ringan

Sumsel | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:02 WIB

Waspada Macet Total! Senin Besok Diprediksi Puncak Arus Balik di Jalur Puncak-Cianjur

Waspada Macet Total! Senin Besok Diprediksi Puncak Arus Balik di Jalur Puncak-Cianjur

Bogor | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:43 WIB

Motor Hantam Lubang di OKU Timur Berujung Maut, Ditabrak Mobil Kabur: Ini 5 Fakta Tragisnya

Motor Hantam Lubang di OKU Timur Berujung Maut, Ditabrak Mobil Kabur: Ini 5 Fakta Tragisnya

Sumsel | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:11 WIB