Bedak Bayi Johnson & Johnson Akan Berhenti Dijual pada 2023, Apa Penyebabnya?

Indotnesia | Suara.com

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:48 WIB
Bedak Bayi Johnson & Johnson Akan Berhenti Dijual pada 2023, Apa Penyebabnya?
Ilustrasi bedak bayi Johnson & Johnson akan berhenti dijual pada 2023. (Freepik/atlascompany)

Indotnesia - Perusahaan farmasi Johnson & Johnson secara resmi akan berhenti menjual bedak bayi berbasis talc atau talek secara global pada 2023. 

Sebelumnya, sejak 2020 mereka telah mengakhiri penjualan produk di Amerika Serikat lantaran mendapatkan ribuan tuntutan hukum keselamatan konsumen.

Sebagai gantinya, Johnson & Johnson akan beralih ke bedak bayi berbahan dasar tepung jagung yang saat ini telah dijual di negara-negara di seluruh dunia.

Dilansir dari Suara.com, perusahaan farmasi asal Amerika Serikat itu sejak 2020 telah memberhentikan penjualan bedak bayi di Amerika Serikat dan Kanada karena permintaannya yang menurun drastis.

Bedak bayi berbasis talc J & J mendapatkan banyak keluhan dari konsumen terkait keamanan produk yang disebut dapat memicu kanker.

Setidaknya ada sekitar 40.000 tuntutan hukum dari sejumlah wanita dengan kanker ovarium atau mesotelioma yang menyebut J & J menjual bedak bayi dengan kandungan abses dan karsinogen penyebab kanker.

Menanggapi tuduhan tersebut, J & J membantahnya dan menegaskan bahwa selama ini mereka telah menguji produknya secara ilmiah dan hasilnya produk bedak mereka terbukti aman dan bebas asbes.

 “Kami berdiri teguh di belakang analisis ilmiah independen selama puluhan tahun oleh para ahli medis di seluruh dunia yang menegaskan bedak bayi Johnson yang berbasis bedak aman, tidak mengandung asbes dan tidak menyebabkan kanker,” ungkap perusahaan tersebut pada Kamis (12/8/2022).

Sedangkan keputusannya mengganti bahan baku bedak dari talc ke tepung jagung dilakukan karena merupakan bagian dari evaluasi berkelanjutan perusahaan.

Perusahaan J & J ingin membantu menyederhanakan penawaran produknya dna memenuhi ‘tren global yang berkembag’ sekaligus untuk menengaskan bahwa produk bedak bayi mereka aman.

Meski telah dibantah oleh perusahaan, berdasarkan penyelidikan Reuters 2018 menemukan bahwa J & J selama beberapa dekade telah mengetahui bahwa produk bedaknya mengandung asbes dan karsinogen.

Bahkan, catatan internal perusahaan serta kesaksian persidangan dan bukti lain menunjukkan bukti bahwa sejak sekitar tahun 1971 hingga awal tahun 2000-an, bedak mentah dan bubuk jaid J & J terbukti positif mengandung sejumlah kecil asbes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

WNA Bisa Menetap di Indonesia dengan Visa Second Home, Seperti Apa?

WNA Bisa Menetap di Indonesia dengan Visa Second Home, Seperti Apa?

| Senin, 04 Juli 2022 | 17:00 WIB

Terkini

Aksi Berbahaya Pria Bergelantungan di Kap Mobil Viral, Lisa Mariana Sebut Ada Konflik Asmara

Aksi Berbahaya Pria Bergelantungan di Kap Mobil Viral, Lisa Mariana Sebut Ada Konflik Asmara

Entertainment | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:40 WIB

Bela Tanah Adat Berujung Laporan Polisi, Warga Ketapang Desak PT Mayana Cabut Kasus

Bela Tanah Adat Berujung Laporan Polisi, Warga Ketapang Desak PT Mayana Cabut Kasus

Kalbar | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:37 WIB

Cek Fakta: Benarkah Proyek Irigasi Ballasaraja Kewenangan Pemprov Sulsel?

Cek Fakta: Benarkah Proyek Irigasi Ballasaraja Kewenangan Pemprov Sulsel?

Sulsel | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:34 WIB

Tanggapi Gugatan Rp300 T Immanuel Ebenezer, KPK: Fokus Saja di Persidangan!

Tanggapi Gugatan Rp300 T Immanuel Ebenezer, KPK: Fokus Saja di Persidangan!

Video | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:25 WIB

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:22 WIB

Basri Kinas Dorong Transformasi 'Blue Food', Laut Jadi Kunci Swasembada Pangan

Basri Kinas Dorong Transformasi 'Blue Food', Laut Jadi Kunci Swasembada Pangan

Sulsel | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:12 WIB

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:11 WIB

Target Harga CBDK saat Saham Kuatkan Basis Recurring Income

Target Harga CBDK saat Saham Kuatkan Basis Recurring Income

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:08 WIB

Pendidikan Tinggi, Tapi Ekspektasi Lama: Dilema Perempuan di Dunia Akademik

Pendidikan Tinggi, Tapi Ekspektasi Lama: Dilema Perempuan di Dunia Akademik

Your Say | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:05 WIB

Balinale 2026 Siap Digelar, Sanur Jadi Lokasi Awal Rangkaian Festival

Balinale 2026 Siap Digelar, Sanur Jadi Lokasi Awal Rangkaian Festival

Entertainment | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:05 WIB