Melihat Cara Kerja Lie Detector, Alat yang Dipakai untuk Periksa Ferdy Sambo

Indotnesia

Selasa, 06 September 2022 | 12:25 WIB
Melihat Cara Kerja Lie Detector, Alat yang Dipakai untuk Periksa Ferdy Sambo
ilustrasi investigasi-pexels-martin-lopez-2157191 (Pexels/Martin Lopez)

Indotnesia - Penyelidikan kasus pembunuhan Brigadir J alias Nofryansah Yosua Hutabarat menemui babak baru. Tersangka yakni mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Chandrawati, akan diperiksa dengan bantuan alat uji kebohongan atau lie detector.

"Itu namanya uji polygraph, untuk menentukan tingkat kejujuran subjek dalam memberikan keterangan," ujar Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi, Selasa (6/9/2022), seperti dikutip dari Suara.com.

Uji poligraf tersebut juga dilakukan kepada tersangka lainnya, yaitu Bharada E alias Richard Eliezer, Brigadir RR alias Ricky Rizal, dan Kuat Maruf.

Kita mengenal alat pendeteksi kebohongan yang muncul di berbagai drama serial, film, komedi, bahkan iklan. Tapi sebenarnya bagaimana cara kerja lie detector itu?

Melansir Investigations, alat pendeteksi kebohongan atau polygraph tests berasal dari bahasa Yunani. “Graph” berarti menulis, dan “poly” berarti banyak.

Dengan begitu, poligraf adalah ukuran beberapa fungsi fisiologis yang secara bersama-sama menghasilkan satu catatan tertulis. Seiring perkembangan teknologi, hasil dari uji poligraf sudah terhubung dengan komputer.

Mesin poligraf ditemukan pada 1921 di Berkeley, California, Amerika Serikat. Petugas polisi John Larson menciptakan mesin pertama itu, berdasarkan tes tekanan darah sistolik yang dipelopori oleh psikolog William Moulton Marston.

Sebelum itu, pada 1904 di Italia, sudah ada alat untuk mengukur laju napas seseorang. Teori di balik masing-masing alat tersebut adalah pernapasan dan/atau tekanan darah seseorang meningkat ketika berbohong.

Cara Kerja Alat Pendeteksi Kebohongan

baca juga

Melansir BBC, kredibilitas poligraf menghadapi tantangan sejak ditemukan pada 1921. Muncul perdebatan tentang keakuratan alat tersebut.

Profesor Psikologi di University of Portsmouth, Prof Aldert Vrij, mengatakan alat pendeteksi kebohongan bisa menjadi pengalaman yang memunculkan stres, sehingga orang yang tidak bersalah bisa merasa bersalah.

"Orang yang ditanya dengan poligraf cenderung merasa stres. Jadi, meski poligraf cukup bagus dalam mengidentifikasi kebohongan, poligraf tidak terlalu bagus dalam mengidentifikasi kebenaran," katanya.

Lalu, bagaimana cara kerja lie detector?

Ketika berbohong, seseorang akan mengalami tekanan fisik pada tubuh, seperti stres. Selain itu, sistem saraf simpatik menghasilkan respons spesifik.

Ada beberapa fungsi fisiologis yang mengalami peningkatan ketika seseorang berbohong seperti detak jantung, pernapasan, keringat, dan tekanan darah.

Lie detector akan mendeteksi peningkatan tersebut melalui sensor yang dihubungkan ke tubuh manusia untuk merekam perubahan itu. Data fisiologis itu kemudian tercatat pada grafis kertas atau komputer.

Peningkatan yang signifikan pada satu atau lebih fungsi fisiologis maka menunjukkan seseorang itu berbohong. Namun, butuh orang yang ahli untuk menafsirkan hasilnya dengan benar.

Mengutip Investigations, kalau di film dan televisi, subjek nggak tahu sebelumnya terkait pertanyaan yang akan diajukan. Tapi ini kontraproduktif karena bisa menghasilkan false positive.

Jadi, subjek biasanya mengetahui pertanyaan apa yang akan diberikan karena penyelidik sudah menanyakan pertanyaan tersebut sebelumnya. Ada tiga jenis pertanyaan yang diajukan, yakni:

- Pertanyaan relevan

- Pertanyaan diagnostik

- Pertanyaan tidak relevan

Pertanyaan relevan adalah pertanyaan yang berhubungan langsung dengan masalah yang ingin diketahui oleh pemeriksa. Pertanyaan tidak relevan adalah pertanyaan yang tidak berhubungan langsung dengan masalah yang dihadapi.

Pertanyaan diagnostik adalah pertanyaan untuk menentukan apakah subjek akan menghasilkan respons fisiologis saat berbohong.

Seseorang yang bereaksi lebih kuat terhadap pertanyaan diagnostik daripada pertanyaan yang relevan dianggap lulus tes dan mengatakan yang sebenarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

8 Film Dokumenter Netflix tentang Misteri Pembunuhan yang Sulit Dipecahkan

8 Film Dokumenter Netflix tentang Misteri Pembunuhan yang Sulit Dipecahkan

Indotnesia | Selasa, 30 Agustus 2022 | 16:47 WIB

Ferdy Sambo Siap Menanggung Seluruh Akibat Hukum Atas Perbuatannya

Ferdy Sambo Siap Menanggung Seluruh Akibat Hukum Atas Perbuatannya

Indotnesia | Kamis, 25 Agustus 2022 | 14:56 WIB

Muncul Perdana Usai Jadi Tersangka, Ini Penampilan Ferdy Sambo saat Sidang Kode Etik

Muncul Perdana Usai Jadi Tersangka, Ini Penampilan Ferdy Sambo saat Sidang Kode Etik

Indotnesia | Kamis, 25 Agustus 2022 | 14:26 WIB

Terkini

6 Shio yang Gampang Dapat Keberuntungan, Anak Emas Alam Semesta

6 Shio yang Gampang Dapat Keberuntungan, Anak Emas Alam Semesta

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2026 | 16:15 WIB

5 HP Midrange dengan Kamera Rasa Flagship, Resolusi Tinggi Didukung OIS dan Baterai Badak

5 HP Midrange dengan Kamera Rasa Flagship, Resolusi Tinggi Didukung OIS dan Baterai Badak

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 16:15 WIB

Digelar Maraton! Hakim PN Jaksel Putus Praperadilan Roy Suryo Pekan Depan

Digelar Maraton! Hakim PN Jaksel Putus Praperadilan Roy Suryo Pekan Depan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 16:13 WIB

Ricuh Demo Grahadi Surabaya, Massa Berhoodie dan Bermasker Diduga Jadi Pemicu Kerusuhan

Ricuh Demo Grahadi Surabaya, Massa Berhoodie dan Bermasker Diduga Jadi Pemicu Kerusuhan

Jatim | Senin, 29 Juni 2026 | 16:10 WIB

4 Lipstik Wardah di Alfamart dengan Formula Transferproof hingga Foodproof

4 Lipstik Wardah di Alfamart dengan Formula Transferproof hingga Foodproof

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2026 | 16:10 WIB

Apakah Sunscreen Wardah Boleh untuk Anak? Ini Batasan Usia dan 3 Rekomendasi Produknya

Apakah Sunscreen Wardah Boleh untuk Anak? Ini Batasan Usia dan 3 Rekomendasi Produknya

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2026 | 16:05 WIB

Juknis Tak Jelas dan jadi Saudara Tiri KDMP, KKMP di Jogja Belum Rasakan Dukungan Pemerintah

Juknis Tak Jelas dan jadi Saudara Tiri KDMP, KKMP di Jogja Belum Rasakan Dukungan Pemerintah

Jogja | Senin, 29 Juni 2026 | 16:03 WIB

5 Ide OOTD Denim ala Seo In Guk, Pas Banget Buat Gaya Harian!

5 Ide OOTD Denim ala Seo In Guk, Pas Banget Buat Gaya Harian!

Your Say | Senin, 29 Juni 2026 | 16:00 WIB

Tepis Isu 2 Desa Lepas ke Malaysia, Tito: RI Justru Untung Wilayah hingga 5.700 Hektare!

Tepis Isu 2 Desa Lepas ke Malaysia, Tito: RI Justru Untung Wilayah hingga 5.700 Hektare!

News | Senin, 29 Juni 2026 | 15:56 WIB

Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026

Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 15:55 WIB

×