Gelombang Panas Dapat Memengaruhi Kesehatan Mental? Begini Penjelasannya

Indotnesia

Kamis, 08 September 2022 | 13:57 WIB
Gelombang Panas Dapat Memengaruhi Kesehatan Mental? Begini Penjelasannya
Gelombang panas dapat memengaruhi kesehatan mental. (Freepik/garetsvisual)

Indotnesia - Saat ini gelombang panas dan perubahan iklim serta pemanasan global yang terjadi di berbagai negara menghadirkan sejumlah masalah lingkungan. Selain itu, dampak kondisi tersebut bahkan bisa sampai memengaruhi kesehatan mental seseorang.

Dilansir dari laman World Economic Forum, gelombang panas memiliki dampak besar pada kesehatan fisik dan mental seseorang. Berdasarkan studi terbaru, kunjungan rawat darurat rumah sakit akan meningkat sebanyak 10% pada musim panas melebihi suhu normal.

Berdasarkan penelitian, kondisi panas dan kelembaban ekstrem dapat membuat fisik tidak nyaman yang mengakibatkan kesejahteraan psikologis terganggu.

Suhu panas yang terjadi dapat meningkatkan gejala depresi pada orang dengan depresi, dan peningkatan gejala kecemasan pada mereka dengan gangguan kecemasan umum yang sering merasa cemas sepanjang waktu.

Masih dilansir dari weforum.org, sebuah penelitian terhadap siswa di Boston, Amerika Serikat menunjukkan bahwa mereka yang berada di ruangan tanpa AC selama gelombang panas memiliki kinerja lebih buruk dan lambat.

Pasalnya, kondisi panas mengakibatkan kemungkinan besar seseorang menjadi frustasi dan menyebabkan agresi, yaitu perasaan marah atau tindakan kasar kepada orang lain.

Sedangkan di Inggris, penelitian menemukan 60% anak muda yang disurvei mengatakan merasa khawatir atau sangat khawatir tentang perubahan iklim. 

Bahkan, lebih dari 45% dari mereka menyebut, kecemasan terhadap perubahan iklim memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka.

Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa suhu panas dapat memicu kekambuhan sementara pada orang dengan gangguan bipolar dengan meningkatkan risiko episode manik.

baca juga

Menurut data survei dari 1,9 juta orang Amerika Serikat antara tahun 2008 hingga 2013, gelombang panas lebih mungkin membuat para responden merasa kurang gembira dan bahagia, serta peningkatan stres, kelelahan serta kemarahan.

Bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan mental yang sudah ada sebelumnya, adanya gelombang panas mampu mendorong gejala mereka semakin intens.

Sedangkan malam yang hangat, secara signifikan dapat memperburuk tidur seperti kesulitan kurang tidur dan insomnia yang berkaitan erat dengan status kesehatan mental yang lebih buruk dari waktu ke waktu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kekeringan Terburuk di Eropa dan China, Sungai-sungai Mengering dan Pabrik Tutup

Kekeringan Terburuk di Eropa dan China, Sungai-sungai Mengering dan Pabrik Tutup

Indotnesia | Rabu, 24 Agustus 2022 | 09:36 WIB

Terkini

Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026

Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:45 WIB

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:36 WIB

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:23 WIB

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Jogja | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:16 WIB

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:09 WIB

×