Kekeringan Terburuk di Eropa dan China, Sungai-sungai Mengering dan Pabrik Tutup

Indotnesia Suara.Com
Rabu, 24 Agustus 2022 | 09:36 WIB
Kekeringan Terburuk di Eropa dan China, Sungai-sungai Mengering dan Pabrik Tutup
Gelombang panas menyebabkan bencana kekeringan terburuk di Eropa dan China. (Pexels/iconcom)

Indotnesia - Gelombang panas yang menyerang benua Eropa dan negara China telah berakibat fatal. Sungai-sungai mengering, bahkan pemerintah provinsi Sichuan memperpanjang pemadaman listrik untuk industri.

Laporan Global Drought Observatory menyebutkan sekitar dua pertiga wilayah di Eropa kini mengalami kekeringan, yang kemungkinan merupakan bencana terburuk dalam 500 tahun.

Mengutip BBC, sebanyak 17% wilayah Eropa juga berada di level waspada karena vegetasi menunjukkan tanda-tanda "stres". Musim kemarau akan mempengaruhi hasil panen dan kebakaran hutan. Kekeringan ini diperkirakan masih berlangsung beberapa bulan lagi di sejumlah wilayah Eropa bagian selatan. 

Sungai-sungai mengering membuat kapal tak bisa beroperasi dan sektor energi kritis. Pembangkit listrik tenaga air menurun signifikan hingga 20%.

Kekeringan parah memang banyak terjadi di sepanjang tahun, tapi kali ini makin meluas dan memburuk sejak awal Agustus 2022.

Laporan itu menyebut negara-negara dengan kekeringan parah termasuk Italia, Spanyol, Portugal, Prancis, Jerman, Belanda, Belgia, Luksemburg, Rumania, Hungaria, Serbia utara, Ukraina, Moldova, Irlandia, dan Inggris.

Sementara itu, di China, gelombang panas selama sebulan terakhir dan rendahnya curah hujan mengakibatkan sungai terpanjang di negara itu mengering. Curah hujan di Sungai Yangtze sejak Juli 2022 tercatat 45% persen di bawah normal, atau terendah sejak 1961.

Bahkan danau dan anak sungai juga surut airnya hingga terlihat bagian dasarnya. Nampak pula sebuah ukiran batu Buddha berusia 600 tahun dan bebatuan di bawah Paviliun Guanyin, Wuhan.

Laporan Bloomberg menyebutkan, temperatur udara di wilayah Sichuan berada di atas 40 derajat Celsius. Di sisi lain, terjadi lonjakan permintaan untuk AC sehingga terjadi kesenjangan pasokan listrik.

Baca Juga: Silang Pendapat Polri dan Jurnalis soal Uang Rp900 Miliar di Rumah Ferdy Sambo

Pemerintah setempat akhirnya membatasi pasokan listrik ke beberapa pelanggan industri atau pabrik hingga 25 Agustus 2022, dari yang semula 20 Agustus 2022.

"Sichuan sekarang menghadapi temperatur terpanas dan kekeringan terburuk dalam 60 tahun terakhir," ujar Analis Morgan Stanley, Simon Lee.

Cuaca ekstrem di China memperburuk krisis global dan menekan pasokan komoditas ketika negara-negara sedang berjuang untuk mengatasi gejolak yang disebabkan oleh invasi Rusia ke Ukraina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI