Indotnesia - Kepergian penguasa monarki Inggris, Ratu Elizabeth II meninggalkan banyak kesedihan serta sejumlah perubahan dalam kepemimpinan tahta.
Selain itu, sang Ratu meninggalkan sebuah warisan salah satunya berupa sebuah surat rahasia untuk warga Sydney, Australia.
Ratu dan negara Australia memiliki keterikatan karena ia merupakan kepala negara yang juga memimpin sejumlah anggota persemakmuran Inggris, termasuk Australia.
Maka dari itu, ia juga memiliki peran penting dalam pembangunan dan perkembangan Australia sebagai sebuah negara.
Lewat surat yang tersembunyi dalam kapsul waktu di Queen Victoria Building CBD Sydney itu, Ratu juga secara spesifik menuliskan pesan yang ditujukan kepada Walikota Sydney.
Uniknya, Ratu Elizabeth II juga secara khusus memberikan instruksi agar surat tersebut hanya boleh dibuka saat tahun 2085.
“Di hari yang sesuai, yang dipilih oleh Anda pada 2085 M, tolong buka surat ini dan bacakan pesan saya kepada warga Sydney,” tulis instruksi pada surat yang ditandatangani dengan tulisan “Elizabeth”, dilansir dari News.au.com.
Diketahui, Ratu Elizabeth II menulis surat rahasia tersebut pada November 1986 untuk merayakan restorasi gedung, yang dibangun pada tahun 1898 untuk merayakan Diamond Jubilee of Queen Victoria, nenek buyut Ratu.
Saking rahasia dan krusialnya surat tersebut, pihak Istana bahkan mengatakan bahwa staf personal Ratu tidak mengetahui isi surat itu dan hingga kini masih menjadi rahasia publik yang membuat sejumlah orang penasaran.
Baca Juga: Sering Duduk Lama? Lakukan Peregangang Berikut Ini untuk Menjaga Kesehatan Tulang
Saat ini, sejak meninggalnya Ratu Elizabeth II, anak pertamanya yaitu Raja Charles III kini diangkat menjadi penguasa Inggris.
Kedudukan tersebut membuat Charles juga turut menjadi kepala negara dari 15 anggota negara persemakmuran, diantaranya Australia, Kanada, dan Selandia Baru.
Untuk pemakaman Ratu Elizabeth II sebelumnya telah dimulai di Westminster Abbey, London, Senin (19/9/2022) dan dihadiri sekitar 2.000 orang pelayat, termasuk 500 pejabat negara seperti perdana menteri, presiden, serta sejumlah bangsawan penting.